Pilkada TTU. Dukungan Perantau Untuk Paket FRESH : Kami Akan Pulang Memberi Suara

Bagikan Artikel ini

Laporan Judith Lorenzo Taolin
Kefamenanu, NTTOnlinenow.com – Dukungan anak perantau asal Kefamenanu Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) bagi pasangan calon Bupati TTU Hendrikus Frangky Saunoah dan Amandus Nahas (Paket FRESH) terus mengalir.

Pengusaha muda, Yohanes Gualbertus Kuncoro Rikoni (38) yang bergerak di bidang usaha kuliner khas NTT yang memiliki 7 outlet berfokus di Denpasar dan Jakarta Utara ini, memberikan support (dukungan) penuh kepada paket FRESH lantaran ia melihat keseriusan kedua pasangan calon membangun dan mengabdi secara total di kampung halamannya, kabupaten Timor Tengah Utara.

“Saya, anak TTU yang saat ini berada di rantauan, sangat mengharapkan agar dalam Pilkada TTU kali ini benar – benar menghasilkan pemimpin yang bisa membuat TTU lebih maju lagi. Kami inginkan pemimpin yang bisa merangkul semua pihak, termasuk juga dengan lawan politik. Sebab, membangun TTU tidak bisa hanya oleh sekelompok orang, semua pihak harus terlibat dan dilibatkan”, kata Kun, sapaan akrabnya.

Selain figur pemimpin yang bisa merangkul, Kun juga mengharapkan pemimpin yang terpilih nanti bisa selalu akur dengan mitranya terutama pihak legislatif.

“Kami inginkan bupati yang terpilih bisa tetap akur bekerja sama dgn wakilnya sampai akhir periode masa jabatan, sebab sesungguhnya bupati dan wakil bupati adalah satu tubuh. Tubuh bisa bekerja dengan baik jika semua anggota tubuhnya bisa bekerja sama dengan baik sehingga bisa menghasilkan hasil kerja yang baik. Kami juga inginkan agar bupati terpilih bisa bersinergi dengan seluruh anggota DPRD TTU. Harus saling menghargai dan harus saling mendengarkan. Sebab , bupati dan ADPRD adalah mitra kerja. Bukan sebagai bos dan bawahan. Sebagai mitra ya harus bekerja sama”, lanjutnya.

Ia menilai program kerja pemerintah daerah hanya bisa berjalan dengan baik demi kepentingan rakyat jika pemerintah dan parlemen bisa bekerja sama. Tentu bekerja sama demi kepentingan seluruh rakyat TTU, bukan kepentingan pribadi dan kelompok tertentu saja.

Harapan lain Rikoni, para calon pemimpin harus memiliki program yang bisa membangkitkan ekonomi kreatif, program yang produktif dan bukan cuma program kerja yang sifatnya konsumtif semata. Ia sangat merindukan kabupaten TTU bisa tampil dan terkenal dengan berbagai keunggulan seperti kabupaten tetangga lainnya.

Rikoni mencontohkan kabupaten tetangga lain yang bisa terkenal hanya dengan destinasi wisatanya, dibanding kabupaten TTU.

“Saat ini kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) dan Belu sudah mendunia. Benar – benar mendunia. Kabupaten TTS mendunia dengan semua pesona alamnya. Belu mendunia dengan patung Bunda Maria yang bakal menjadi wisata rohani kabupaten Belu. Dua kabupaten tetangga ini memilik sesuatu yang bisa mereka banggakan. Dan ini berdampak langsung bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar. Contoh patung Bunda Maria di teluk gurita ( Belu). Setiap akhir pekan, ribuan orang datang kesana. Dan masyarakat sekitar sangat terbantu ekonominya, meski hanya berjualan minuman ringan atau air mineral di Lokasi itu. Ini salah satu contoh program yang produktif dan membangkitkan ekonomi. Bahkan Kabupaten Malaka yang adalah kabupaten baru, sudah ada yang mereka banggakan. Malaka memiliki Stadion Olah Raga. Bukan cuma lapangan olah raga, tapi sebuah Stadion, Maka , kami khususnya saya pribadi sangat menginginkan agar TTU pun bisa seperti kabupaten tetangga, bahkan melampaui kabupaten tetangga, agar kelak TTU bisa menjadi barometer bagi pemerintahan kabupaten-kabupaten lain di Nusa Tenggara Timur. Bahkan Indonesia, karena ada sesuatu yang menjadi kebanggaan”, beber Rikoni.



Dari semua keinginannya, ia melihat ada kecocokan dengan program kerja salah satu paket Calon Bupati dan wakil Bupati TTU. Ia pun mengaku, secara pribadi sudah membaca program kerjanya Paslon yang disingkat BERSINAR.

“Saya sudah baca program kerja paket FRESH. Saya wiraswasta, saya lebih menitik beratkan perhatian saya pada program yang bisa membuat ekonomi daerah menjadi lebih baik. Dan program BERSINAR : Bermartabat, Sejahtera, Inovatif, Adil dan Responsif, sangat bisa membuat TTU lebih baik. Saya generasi muda, saya suka inovatif, saya suka dgn gebrakan – gebrakan baru, bukan yang cuma ikut arus”, tandasnya.

Berbeda pilihan baginya merupakan hal yang lumrah. Bahkan ia dan beberapa saudaranya di Kefamenanu pun berbeda pilihan. Intinya menurut Rikoni adalah siapa yang kita pilih harus mampu membuat TTU lebih baik dari yang sekarang. Ia bersama saudara dan teman – temannya yang saat ini hidup di rantau berkeyakinan bahwa FRESH mampu membawa TTU ke arah yang lebih baik.

Sebagai perantau yang.masih ber KTP TTU, ia berjanji akan kembali ke TTU untuk mengikuti pencoblosan paslon jagoannya.

“Kami memberikan dukungan sepenuhnya kepada paket FRESH (Frengky saunoah – Amandus Nahas) dalam konstelasi Pilkada TTU 2020. Saya pribadi, akan pulang dan ikut mencoblos pada tanggal 9 Desember 2020. Saya 9 tahun hidup di Bali, tapi KTP saya masih tetap KTP TTU dan saya tetap terdaftar sebagai pemilih di kabupaten TTU. Satu suara mahal. Suara saya saya berikan kepada FRESH untuk WUJUDKAN TTU BERSINAR. Salam dari tanah rantau”, ungkap Rikoni menutupi percakapan.

Paket FRESH sendiri sangat menghargai dukungan dari para perantau. Frangky Saunoah, menyebutkan sangat menghormati dukungan demi dukungan yang mengalir untuk dirinya.

“Pernyataan dukungan dari semua perantau dimanapun berada, membuat kami pasangan calon Frangky Saunoah dan Amandus Nahas semakin teguh dan yakin untuk maju menjadi cabup dan wakil bupati TTU”, kata Saunoah.

Saunoah mengaku, di tengah kesibukan pencalonan dirinya sebagai bupati TTU, ia tidak pernah melupakan pendukung dari rantau.

“Saya selalu melakukan bahkan menjaga komunikasi dengan seluruh perantau, kalangan usaha dan masyarakat, meski kita dalam kondisi terkena wabah virus corona. Komunikasi itu penting dan sangat bermanfaat. Niat kami tulus membangun kampung halaman, membangun TTU yang lebih baik ke depannya,” kata Saunoah kepada seluruh pendukung dari rantauan.