Dinas PUPR Belu Perbaiki Jembatan Gantung Rusak di Batas Rinbesi dan Fatukbot

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Belu memperbaiki jembatan gantung rusak di perbatasan Kelurahan Rinbesi dan Fatukbot, Kecamatan Selatan, Kabupaten Belu, Timor Barat perbatasan RI-RDTL.

Perbaikan jembatan gantung yang menghubungkan perkampungan Sukabiren dan Asu’ulun telah dikerjakan sejak pekan lalu. Dimana perbaikannya mengganti kembali papan rusak, tidak layak dan mengecet kembali seluruh bangunan jembatan.

Demikian dibenarkan Kepala Dinas PUPR Kabupaten Belu, Vincent K. Laka ketika dihubungi awak media, Kamis (13/8/2020).

Menurut Eng yang akrab disapa, selama ini warga Asu’ulun yang bepergian ke dalam kota Atambua maupun sebaliknya melewati jembatan gantung. Namun, karena rusak warga menggunakan akses lain mengikuti jalan raya utama.

“Jembatan gantungnya tidak bisa diakses warga karena kayu-kayunya telah rusak sehingga bolong tidak bisa dilewati kendaraan roda dua,” terang dia.

Dijelaskan, perbaikan jembatan gantung atas inisiatif pihaknya dan didukung mitra kerja yang menyambungkan bahan baik itu berupa uang maupun material.

“Kami minta partisipasi dari mitra untuk dukungan materialnya sehingga kita sudah lakukan pengecatan dan perbaikan lantai jembatan,” ujar dia.



“Perbaikannya sudah 50 persen. Kami masih menunggu kayu papan, karena kita lagi pesan dan dalam waktu dekat selesai pemasangannya,” sambung Eng.

Dikatakan bahwa, jembatan gantung yang menjadi pembatas wilayah Kelurahan Rinbesi dan Fatukbot sangat membantu warga untuk bepergian. Selama ini mobilisasi warga lain sangat tinggi melewati jembatan itu.

“Jembatan ini sangat membantu warga selain itu bisa objek swafoto. Karena itu warga jaga, rawat dengan baik,” pinta Eng.

Masih menurut dia, ada info selama ini ada warga yang ambil besi ram dan stabilisasi jembatan sehingga kondisi jembatan tidak normal. Sementara ini kondisi jembatannya tidak stabil dan tahun ini kita perbaiki dengan dana yang ada dan dibantu pengusaha sehingga menjadi baik.

Selesai pengerjaan, pihaknya akan memasang peringatan karena jembatan gantung tersebut dibangun sejak tahun 1993 silam. Sehingga dikawatirkan apabila beban berat akan fatal. Karena iti, diminta ke pihak Kelurahan Rinbesi dan Fatukbot untuk selalu antisipasi.

“Setelah di cat kemarin, banyak warga yang pergi ber swafoto dan kedepan selain akses pelintas bisa jadi objek wisata. Target kita selesai perbaikannya akhir Agustus. Tahun depan akan anggarkan untuk pengikat jembatan sehingga stabil,” pungkas Laka.