Kemendes PDTT Salurkan Bantuan Beras 60 Ton Bagi Warga di Translok Batas Belu-Timor Leste

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Antisipasi rawan pangan, Kementerian Desa, PDT dan Transmigrasi menyalurkan bantuan beras 60 ton bagi warga masyarakat di dua desa translok di wilayah Kabupaten Belu, Timor Barat perbatasan RI-RDTL.

Demikian Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Belu, Laurentius Kiik kepada media saat dihubungi, Kamis (6/8/2020).

Menurut dia, masyarakat yang menerima bantuan beras di transmigrasi lokal (Translok) Sanabibi, Kecamatan Tasifeto Timur dan Translok Piebulak, Kecamatan Lamaknen Selatan, Kabupaten Belu.

Dijelaskan, total kepala keluarga yang menerima bantuan beras tersebut sebanyak 125 KK, rincian translok Sanabibi 100 KK dan translok Piebulak 25 KK. Masing-masing KK mendapatkan beras 60 kilogram atau per KK 60 kilogram.

Dikatakan bahwa, bantuan beras yang diberikan merupakan program dari Kementerian Desa PDTT RI. Pembagiannya serentak di dua lokasi Trans Sanabibi dan Piebulak diserahkan secara simbolis oleh Wabup Belu Ose Luan, Rabu (5/8) kemarin.

Mantan Kabag Ekonomi Setda Belu itu menuturkan, di masa pandemi Covid-19 ditambah lagi anomali iklim telah menimbulkan masalah bagi masyarakat terutama petani. Petani yang berada di kawasan translok sudah berusaha menanam namun tidak semua bisa panen.


Lanjut Kiik, terhadap persoalan tersebut Dinas Nakertrans mengajukan permohonan bantuan kepada Kementerian Desa, PDT dan Transmigrasi dan permohonan itu direspon baik oleh Kementerian Desa PDTT.

“Bantuan beras Trans Sanabibi 100 KK dan Trans Piebulak 25 KK. Tiap KK mendapatkan 60 kilogram. Bantuan ini selain mengatasi masalah kekeringan juga sebagai bantuan penanggulangan Covid-19,” ungkap dia.

Sementara itu, terkait masalah air bersih di wilayah translok Sanabibi, Kiik tambahkan, Dinas sudah membangun jaringan perpipaan dan saat ini masyarakat sudah menikmati air bersih tersebut.

Sementara itu, Wabup Ose Luan menyampaikan, pemerintah pusat sungguh baik dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat Belu terutama warga translok. Hal itu dibuktikan dengan adanya bantuan yang diberikan berupa beras.

“Perhatian pemerintah untuk warga sangat besar terutama kepada masyarakat di Translok. Bukti dari perhatian itu lewat bantuan beras yang hari ini bapak-ibu terima 60 kilogram untuk satu KK,” ucap dia.

Dikatakan, warga Belu pada umumnya merasakan kesulitan yang sama ketika musim kemarau seperti kekeringan, air minum dan persedian pangan. Warga patut bersyukur dan berterima kasih kepada Pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi karena selalu peduli terhadap warga di perbatasan Belu dengan memberikan berbagai bantuan.