Tetapkan 5 Tersangka, Polisi Limpahkan Berkas Dugaan Korupsi Proyek Sanitasi ke Kejari Belu

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Kepolisian Resort (Polres) Belu menetapkan lima tersangka kasus dugaan korupsi proyek program lingkungan sehat perumahan pembangunan sanitasi lingkungan pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Belu.

Adapun kelima 5 tersangka yang telah ditetapkan antara lain, RYB selaku PPK, SA selaku pengawas serta pihak pelaksana GGR, TT dan FXP.

Demikian Kapolres Belu AKBP Clifry S Lapian melalui Kasat Reskrim AKP Sepuh Ade Irsyam Siregar saat dihubungi awak media di ruang kerjanya, Rabu (29/7/2020).

Menurut dia, berkas perkara (kiriman pertama) kasus dugaan korupsi proyek sanitasi lingkungan oleh penyidik Polres Belu telah dilimpahkan ke pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Belu pada Rabu (29/7).

“Kita telah melakukan proses tahap satu kasusnya dan berkas para tersangka telah dikirim ke Jaksa tadi,” ungkap dia.



Siregar menuturkan, program lingkungan sehat perumahan pembangunan sanitasi lingkungan pada Dinas tersebut merupakan proyek Tahun Anggaran 2017 dengan dana senilai Rp 4,6 miliar.

“Proyek miliaran rupiah ini terdapat pada sepuluh (10) lokasi yang tersebar wilayah Belu. Semuanya tidak selesai. Cuman sempat ada pengembalian-pengembalian dari pihak pelaksana,” terang dia.

Jelas Siregar, dari 10 lokasi proyek yang tidak selesai selanjutnya dilakukan audit. Hasilnya 4 lokasi diantaranya dari pihak kontraktor telah melakukan pengembalian dan tersisa 6 lokasi yang sampai naik ke penyidikan tidak ada inisiatif dari pelaksana untuk mengembalikan keuangan negara.

“Kita naikkan ke penyidikan, kita lakukan perhitungan dan ditemukan kerugian negara sebesar Rp 290.637.000,” sebut Siregar.

Masih menurut dia, terkait 5 tersangka kasus dugaan korupsi proyek sanitasi yang telah ditetapkan tidak ditahan. Proyek miliaran tersebut semasa jabatan EB selaku Kepala Dinasnya.

“Para tersangka tidak kita lakukan penahanan. Setelah nanti P21 baru kita limpahkan ke Kejaksaan dengan pertimbangan tersangka tidak akan melarikan diri, tidak hilangkan barang bukti karena semua barang bukti sudah kita amankan, dan tidak akan ulangi perbuatannya,” akhir Siregar.