Dikerjakan 2 Tahun Lalu, Program Air di Lokomea Desa Asumanu Tak Dinikmati Warga Hingga Kini

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Program tentang air bersih yang dikerjakan sejak dua tahun lalu di dusun Lokomea, Desa Asumanu, Kecamatan Raihat, Kabupaten Belu hingga kini tidak dinikmati oleh warga setempat.

Hal itu disampaikan Marselinus Asa warga dusun Lokomea, Desa Asumanu di sela-sela dialog bersama Bupati Belu Willybrodus Lay bersama warga usai pengresmian sumur bor di dusun Makarek Badaen, Desa Asumanu perbatasan RI-RDTL, Sabtu (25/7/2020).

Menurut dia, di dusun Lokomea ada satu program dua tahun lalu sudah kerja menyangkut air. Dimana perpipaan dari sumber air Wereha ke Lokomea dan Nunluli.

Dijelaskan, sedikit kami masyarakat rasa menyesal, anggaran miliaran yang dikeluarkan oleh pemerintah harusnya dinikmati warga. Tapi hingga kini kami tidak pernah merasakan air itu untuk kebutuhan.

“Kami minta Pak Bupati Belu coba tolong telusuri kembali sebetulnya apa kendalanya. Sehingga sampai hari ini dana yang begitu besar dikeluarkan pemerintah sampai hari ini kami tidak nikmati itu air,” kata dia.

Asa mengakui, pipa-pipa di Asumanu ini sangat luar biasa tapi tidak dialiri air. Sehingga kami masyarakat Asumanu pipa menjadi tali jemuran atau pengganti tali jemuran.

“Setiap tahun program menyangkut air bersih, tetapi masyarakat Asumanu tetap menangis karena air bersih,” ujar dia.



Tambah mantan Kades Henes itu, dirinya sempat ke sumber air telah dibangun bak airnya, tapi bak-bakan. Sehingga dana ini harus dinikmati oleh warga, tapi karena kepentingan sehingga asal-asal membuat bak.

“Sebenarnya anggaran itu besar sekali miliar. Pipanya yang besar, kemudian menyangkut pipa, ada yang sudah bocor, penompang pipa belum dibuat. Jadi setelah sumber beres, pipa lagi. Anggaran dari mana lagi, apalagi sudah dua tahun lalu.

Masih menurut Asa, sampai hari ini juga mesinnya seperti apa, karena dikunci sampai saat ini. Tidak pernah uji coba, saya pernah lapor ke PU kalau bisa datang coba apakah benar memang air yang tidak ada atau air ada cuman alatnya yang tidak mampu.

“Waktu itu alasannya aki, dan sampai saat ini tidak disentuh. Kami minta pak Bupati pada Dinas PU agar tegas, bak yang dibangun tidak yakin, harusnya pake beton dan di cor, tapi ini bak asal-asalan,” ungkap dia.

Menyikapi hal itu, Bupati Belu Willy Lay menjelaskan bahwa pribadinya tidak mengetahui permasalahannya ada pada mana, sumber air yang tidak ada atau salah konstruksi.

“Saya sendiri jujur tidak tahu persoalannya ada dimana. Pipa-pipa yang tersambung secara teknis saya tidak tahu kenapa air tidak keluar,” kata dia.

Terkait program air, bak air dan lain sebagainya kata Lay Pak Camat dan Desa sebagai perpanjang tangan silakan masukan laporan klaim dari warga. “Nanti foto bak dan kirim ke saya,” tandas Bupati Belu itu.