Keluarga Pasien Positif Covid-19 di Mabar Mengamuk dan Merusak Faskes

Bagikan Artikel ini

Laporan, Alvaro S. Marthin
Labuan Bajo, NTTOnlinenow.com – Salah seorang warga Kampung Datak, desa Golo Ronggot, Kecamatan Welak, Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Ardianus Jehada yang adalah keluarga (Adik Kandung) pasien terkonfirmasi positif covid-19 di Mabar tiba-tiba marah, mendatangi Puskesmas setempat, lalu mengamuk dan merusaki sejumlah fasilitas kesehatan yang ada di Puskesmas Datak, Minggu, 12 Juli 2020 sekira pukul 12.00 Wita.

Tak hanya itu, pelaku juga sempat mencari sopir (Pengemudi) Ambulance dan mengancam akan dihabsinya jika bertemu.

Kepala UPTD Puskesmas Datak, Benyamin Maunu Kefi, saat dikonfirmasi Media ini via telepeon selulernya, Minggu, 12 Juli 2020 (Malam) menjelaskan, pihaknya telah mengadukan kasus ini kepada pihak Polsek Lembor.

“Kita sudah sudah buat laporan polisi. Materi laporannya berkaitan pengrusakan dan pengancaman. Tidak ada masalah sebelumnya. Kaget-kaget dia (Pelaku) muncul, lalu masuk Puskesmas dan beteriak menanyakan sopir (Pengemudi Ambulance). Dia berteriak, mana sopir ambulancenya. Kalau bertemu saya akan habisi dia,” cerita Kefi meniru keterangan salah seorang petugas Medis yang tengah bertugas saat kejadian itu.

Lanjutnya, saat kejadian berlangsung seorang petugas medis sedang bertugas. Beruntung Pelaku tidak meluapkan kemarahannya kepada petugas medis tersebut.

“Kebetulan disitu ada satu petugas kita sedang mengetik di salah satu ruangan kerjanya. Lalu dia bertanya, om kenapa tanya sopir ambulancenya dan mengapa suaranya keras begitu? Lalu karena dia mungkin tidak puas dengan jawaban itu, kemudian dia banting pintu puskesmas. Karena ini nona (Petugas medis) panic dan takut, akhirnya dia lari menuju rumah dinas untuk memberitahukan kejadian itu kepada dokter. Begitu dia balik dari bawah lihat begini barang-barang sudah berantakan,” cerita Kefi kepala UPTD Puskesmas datak.



Sejumlah fasilitas kesehatan yang dirusaki pelaku diantaranya, 1 (satu) unit lampu senter bedah ringan di UGD dan 1 kursi plastic, sebut Kefi.

Kefi sendiri mengaku baru berada di TKP sesaat setelah insiden itu berlangsung. “Saya sempat bertanya ke dia (Pelaku), apa yang membuatnya tidak puas dan apakah ada masalah? Lalu dia (Pelaku) menjawab, itu kemarinkan kaka yang di Labuan Bajo (Pasien terkonfirmasi positif covid-19) yang di rumah sakit itu minta dititipkan baju ganti. Nah kemarin itu kita sudah tindak lanjuti. Kebetulan ada 2 OTG yang dirujuk ke rumah karantina. Bajunya dia (Kakaknya yang dirawat itu) kami sudah titipkan melalui petugas yang merujuk. Namun ternyata, saat mereka tiba di RSUD Komodo posisi sudah jam Sembilan. Akhirnya petugas tak diperbolehkan masuk. Petugas disana kemudian menyuruh menitipkan baju-baju itu kepada petugas security,” terang Kefi.

Kasus ini kini sudah ditangani oleh pihak kepolisian Sektor (Polsek) Lembor. Kapolsek Lembor, Ipda Yoga, saat dikonfirmasi Media ini, Minggu, 12 Juli 2020 (Malam) via pesan singkat Whats App-nya membenarkan kejadian itu.

Dirinya mengaku telah menerima laporan pengaduan dari pihak Puskesmas Datak. Dan sementara Pihaknya sedang melakukan penyelidikan.

“Kita sudah dapat laporan. Kita masih lakukan penyelidikan. Sementara kita akan panggil beberapa saksi yang berada di TKP,” ujar Yoga dalam pesan singkatnya.

Pelaku terancam pasal 406 KUHP dengan ancaman hukuman kurungan 2 tahun 8 bulan, tambahnya.