Di Belu, Babinsa Koramil Haekesak Perbatasan RI-RDTL Budidaya Ikan Lele

Bagikan Artikel ini
Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Koramil 1605-08/Haekesak Pos Satgaster Halebete, Dusun Raibulan Desa Maneikun, Kecamtan Lasiolat, Kabupaten Belu perbatasan RI-RDTL memanfaatkan lahan kosong yang ada dengan memelihara atau budidaya ikan air tawar jenis ikan lele dumbo.Budidaya ikan lele sebagai salah satu wujud dari program peningkatan ketahanan pangan. Selain itu juga memotivasi warga melakukan budidaya ikan guna mendongkrak pendapatan kehidupan rumah tangga.

Kemampuan dan keikutsertaan Babinsa dalam membantu masyarakat dalam meningkatkan ketahanan pangan sangat memiliki peran besar saat ini. Babinsa adalah garda terdepan TNI-AD yang berada di wilayah dan bersentuhan langsung dengan masyarakat.

Peran serta dalam membantu masyarakat adalah kunci pokok kemanunggalan TNI dengan rakyat agar keamanan dapat selalu terjaga dengan baik, hal ini yang dilakukan oleh anggota Babinsa di Dusun Raibulan Desa Maneikun.

Seperti yang dilakukan Serda Fernando Soares bersama rekan-rekan Babinsa lainnya memberi contoh kepada masyarakat melalui pengembangan budidaya ikan lele di lokasi Pos Satgaster Halebete.

Menurut Danramil 1605-08/Haekesak Kapten Inf. Sri Widayat, budiaya ikan lele yang dilakukan oleh anggota Pos Satgaster Halebete dengan memanfaatkan Lahan yang ada dan digunakan sebaik mungkin sehingga dapat membantu perokonomian hidup bermasyarakat.


Dikatakan bahwa, Babinsa harus mampu menjadi motivator atau mengubah pola pikir tidak bisa menjadi bisa dalam berkehidupan bermasyarakat terutama masalah. Seperti yang di lakukan Serda Fernando Soares Babinsa Desa Asumanu bersama rekan-rekannya yang sedang bertugas di Poster Helebete.

Lanjut dia, dengan memanfaatkan lahan yang ada di poster membuat kolam air tawar dengan budidaya ikan lele sebagai wahana inspirasi untuk berkembang secara baik. “Ada 1.000 bibit ikan lele yang ditebar dan saat ini telah memasuki usia 4 bulan. Dari 1.000 ekor ada sebagian mati waktu di usia bulan pertama karena penyakit,” terang Sri, Sabtu (11/7/2020).

Dijelaskan, peran Babinsa di samping memonitoring kondisi wilayah binaan, Babinsa juga menjadi tauladan bagi warga binaanya dengan memberikan contoh kepada masyarakat. Hal itu merupakan bentuk kepedulian serta bisa berpikir mampu mengubah lahan yang ada menjadi bermanfaat serta bernilai ekonomis.

“Kegiatan ini merupakan bagian dalam melaksanakan tugas sebagai seorang Babinsa anggota TNI yang dituntut untuk selalu siap sedia dalam berbagai hal kegiatan. Juga mampu berbuat yang terbaik dan berpikir positip serta bisa menjadi contoh didesa binaan,” ucap Sri.

Tambah Danramil Haekesak itu, tolak ukur keberhasilan seorang Babinsa adalah dimana dia mampu berinteraksi dengan baik ditengah-tengah masyarakat. Selain itu mampu memberikan solusi bagi warga binaan juga memajukan wilayah binaan tetap aman, kondusif serta kehidupan yang lebih baik