Pencurian di Dinas PPO TTU, Laptop Diduga Berisi Dokumen DAK dan Aset Dinas Dipegang Bendahara Pembantu Lenyap

Bagikan Artikel ini

Laporan Judith Lorenzo Taolin
Kefamenanu, NTTOnlinenow.com – Kasus pencurian kembali terjadi di Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU). Akibat kejadian tersebut, satu unit laptop diduga berisi data, dokumen penting kerja dinas hilang dibawa pelaku.

SKPT Polres TTU, telah menerima pengaduan dan membuat laporan pencurian dengan No : LP / 223 / VL / 2020 / NTT / Res TTU . Dan kini pihak penyidik Polres sementara menangani kasus tersebut.

“Kita sudah terima laporannya dan sementara kita lakukan penyelidikan lapangan. Sebelumnya tiga orang saksi sudah diambil keterangan. Dalam olah TKP juga tidak ditemukan adanya kerusakan”, kata Kasat Reskrim Polres TTU, AKP. Sujud Alif Yumlamlam kepada NTTOnlinenow.com Sabtu (11/07/2020).

Aksi pencurian di Dinas PPO diduga terjadi pada Minggu (28/06/2020) dan baru dilaporkan Senin (29/06/2020) Pukul 14:00 wita.

“Pelapor atas nama Martinus Paskalis Anapah (32). Saksi – saksi yang sudah diperiksa, Bendahara Fransiska Seran (40) dan Vinsensius Ledo (56),” lanjut Kasat Sujud Alif.

Sementara Plt Kadis PPO, Yosef Mokos, belum berhasil dikonfirmasi.

“Bapak Kadis sementara rapat, mungkin sampai siang sekali baru selesai”, tandas seorang staf yang ditemui di Dinas PPO pada Selasa (07/07/2020) pagi.



Beberapa kali dihubungi pertelepon dan melalui pesan singkat WhatsAp pun tidak direspon.

Hilangnya 1 unit Laptop diketahui pelapor bersama rekan kerjanya pada Senin (29/07/2020) pukul 10.00 wita.  Saat itu, pelapor bersama rekan kerjanya masuk ke ruangan Sarpras, untuk melaksanakan aktifitas kerja. Namun saat pelapor menuju lemari untuk mengambil laptop, ternyata laptop yang disimpan di dalam lemari sudah tidak ada. Spontan pelapor mengecek fentilasi jendela, dan didapati fentilasi jendela dalam keadaan terbuka. Pelapor dan rekan – rekan kerjanya menduga bahwa laptop yang disimpan di dalam lemari telah di curi oleh orang yang tidak di kenal.
Atas kejadian tersebut pelapor mendatangi Polres TTU untuk melapor guna diproses sesuai aturan hukum yang berlaku.

Saksi Fransiska Seran adalah Bendahara Perlengkapan di Dinas PPO Kabupaten TTU, sekaligus pengguna Laptop milik Dinas yang dipakai dalam urusan kerja. Sedangkan Vinsensius Ledo adalah PNS pada Kantor Dinas PPO.

Informasi yang berhasil dihimpun NTTOnlinenow.com, hingga pertengahan tahun 2020, sudah tiga kasus pencurian di Dinas PPO yang mengakibatkan Dinas kehilangan laptop diduga berisi data – data penting dan sudah dilaporkan ke pihak yang berwajib. Diantaranya, laptop yang dipegang Santi Oemenu di bagian aset, Fransiska Seran bendahara perlengkapan di bagian Pendidikan Dasar Menengah (DikdasMen) dan Martinus Anapah kepala seksi Perlengkapan, laptop diduga berisi data menyangkut DAK.

Dari kasus yang terjadi di Dinas PPO, diduga pelaku pencurian adalah orang yang sangat mengenal situasi ruangan Sarpras dan mengetahui persis letak penyimpanan laptop dinas yang diduga berisi dokumen penting.

Pelaku juga diperkirakan masuk dalam ruangan Sarpras pada tengah malam atau menjelang subuh sehingga tidak diketahui satu orangpun.

Dinas PPO, mempekerjakan 3 orang sebagai penjaga kantor. Satu berpiket pada pukul 07.00 – 18.00 wita, dua lainnya sebagai penjaga malam yang mulai bertugas dari pukul 18.00 – 06.00 wita.

Untuk diketahui, dalam tahun 2020 terdapat dua kasus besar di Dinas PPO yang cukup menyita perhatian publik dan kasusnya sementara diusut pihak Polda NTT, Kejaksaan Negeri Kefamenenanu dan Kepolisian Resor TTU. Dua kasus dimaksud, yakni Kasus dugaan Tindak Pidana Korupsi Dana Alokasi Khusus (DAK) Dinas PPO Kabupaten TTU senilai Rp 47,5 Miliar tahun pelaksanaan 2011 dan dugaan penyimpangan pengangkatan PTT, 1.187 tenaga kontrak dengan dalil untuk menjawab masalah kekurangan tenaga pendidikan di kabupaten TTU.