Brito Kefi, Terlapor Kasus Kematian ASN Tunda Jalani Pemeriksaan. Kuasa Hukum Minta Waktu

Bagikan Artikel ini

Laporan Judith Lorenzo Taolin
Kasus Kematian ASN cantik di TTU
Kefamenanu, NTTOnlinenow.com – Yohanes Debrito Kefi, salah satu pengusaha di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) asal desa Tes Kecamatan Bikomi Utara, yang dipolisikan dalam kasus kematian ASN cantik, di Pemkab TTU dijemput anggota Reskrim Polres TTU Rabu (08/07/2020) pagi, guna menjalani pemeriksaan, bertepatan dengan hari pelaksanaaan autopsi jenasah korban.

Namun atas permintaan Penasihat Hukum (PH) terlapor, Robertus Salu, SH pemeriksaan rerhadap terlapor ditunda.

“Terlapor belum kita periksa, penasehat hukumnya minta waktu (agar ditunda, Red) dulu. Karena itu kita pulangkan,” kata Kasat Reskrim.Polres TTU, AKP Sujud Alif Yumlamlam tanpa merinci alasan penundaan pemeriksaan.

Ditanya tentang bagaimana hasil otopsi jenazah korban setelah makamnya dibongkar oleh Tim Forensik dari Mabes Polri, Rabu siang lalu, AKP Sujud Alif mengatakan belum ada hasil otopsi. “Hasil otopsi dari Tim Forensik belum keluar,” tukasnya.

Baca Juga : Kematian ASN Cantik Putu Wisang, Terlapor Yohanes Debrito Kefi Dijemput Anggota Polres TTU

Yohanes Debrito Kefi alias Brito disebut-sebut sebagai pria yang mempunyai andil besar dalam kematian ASN cantik di Pemkab TTU, Editha Dorotea Putu Wisang. Ia disebut pula sebagai pacar korban.

Terkait dugaan keterlibatan Brito , ibu kandung korban, Veronika Nyi Nyoman Sarni (49), telah mengadukan Brito ke Mapolres TTU pada Jumat (26/06/2020) lalu. Laporan itu dibuatkan surat tanda laporan pengaduan bernomor: LP/217/Vl/2020/NTT/Res TTU.


Paman korban, Deddy Wisang, mengungkapkan sebelum meninggal dunia, korban mengaku kepada ibu kandungnya bahwa ia pacaran dan hamil dengan rerlapor, pria beristri dan punya anak.

“Dan itu dibuktikan dari rekaman percakapan di telepon genggam korban, yang sudah diprint untuk dipelajari dan bakal dijadikan bukti,” kata Deddy.

Baca  Juga : Kematian ASN Cantik di TTU Terkuak. Korban Hamil Dan Dipaksa Aborsi Oleh Sang Pacar

Dalam telepon genggam itu, terdapat juga bukti percakapan yang mengungkapkan dengan jelas bagaimana tindakan aborsi terjadi atas suruhan terlapor.

“Terbukti dari komunikasi di telepon genggam korban. Di situ ada semua percakapan terlapor dengan almarhumah yang menyarankan dan menyuruh menggugurkan kandungan. Bahkan menyuruh membeli ramuan aborsi secara online. Pokoknya semuanya ada di ponsel,” jelas Deddy Wisang.

Pantauan wartawan di Mapolres TTU, Rabu pagi, terlapor tiba di Mapolres TTU menggunakan mobil pribadinya diantar sopir. Ia tiba sekitar pukul 11.10 wita. la datang mengenakan baju kaos warna hijau dan celana jeans warna abu-abu serta mengenakan sendal kulit warna coklat.

la datang ke Mapolres dengan membawa sebuah map berisikan sejumlah dokumen. Sementara itu penasehat hukumnya, Robertus Salu, S.H, sudah menunggu. Mereka kemudian masuk ke ruang piket Satreskrim Polres TTU.

Keterangan Foto : Terlapor didampingi Penasihat Hukum, Robertus Salu