Pasien Covid-19 di Mabar Terus Bertambah

Bagikan Artikel ini

Laporan Alvaro S. Marthin
Labuan Bajo, NTTOnlinenow.com – Jumlah pasien postif Covid-19 di Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) terus bertambah. Rabu, 8 Juli 2020, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19 Mabar kembali mengumumkan 1 (Satu) orang pasien positif covid 19 di daerah itu berdasarkan hasil pemeriksaan Laboratorium Tes Cepat Molekuler (TCM) RSUD Komodo, Labuan Bajo.

Sehingga total pasien positif covid 19 di Mabar saat ini berjumlah 17 orang.

Demikian Wakil Ketua Tim Media Center Covid-19 Mabar, Florianus Ryan Gampar, dalam siaran persnya, yang diterima Media ini, Rabu, 8 Juli 2020.

Satu orang Pasien yang baru diumumkan itu berinisial MGD (50) merupakan pelaku perjalanan dari Makasar.

Pasien sendiri berdomisili di Ranggat, Desa Wae Lolos, Kecamatan Sano Nggoang.

Riwayat singkat perjalanan pasien adalah, Minggu, 22 Maret 2020 berangkat dari Labuan Bajo menuju Makasar menggunakan transportasi laut untuk menghadiri Wisuda anaknya.

Di Makasar menetap selama kurang lebih 93 hari lamanya. Usai menghadiri wisuda anaknya, MGD pulang ke Labuan Bajo menggunakan trasnportasi laut (Kapal Sangke Palangga).

Namun dikarenakan jadwal keberangkatan KMP Sangke Palangga dari Makasar baru ada pada, 22 Juni 2020, maka pasien MGD melakukan Rapid Test di Makasar dengan hasil test non-reaktif.

Dengan demikian pasien MGD dianggap memenuhi syarat untuk melakukan perjalanan kembali ke Labuan Bajo.


Selasa, 23 Juni 2020, pasien tiba di Labuan Bajo. Sesuai prosedur yang berlaku, pasien kemudian diambil datanya dan terdaftar sebagai pelaku perjalanan. Data kemudian diserahkan kepada Tim Surveilance Dinas Kesehatan (Dinkes) Mabar.

Sesuai SOP Covid-19 yang berlaku untuk para pelaku perjalanan, maka Tim Surveilance Dinkes Mabar langsung melakukan koordinasi dengan Tim Surveilance di Puskesmas Werang, Kecamatan Sano Nggoang, untuk melakukan tracing pada Pasien tersebut dan selanjutnya dilakukan Rapid Test kedua pada, 27 Juni 2020 dan selanjutnya diperoleh hasil reaktif.

Berdasar hasil pemeriksaan tersebut, maka Tim Surveilance meminta pasien untuk melaksanakan isolasi dan karantina mandiri di rumah. Langkah tersebut diambil melihat hasil survei tim surveliance, bahwa rumah Pasien MGD dianggap layak untuk melaksanakan isolasi dan karantina mandiri. Pasien kemudian diimbau untuk menjaga jarak dengan masyarakat setempat.

Senin, 29 Juni 2020, pasien MGD diantar oleh Tim Medis dan Surveilance Puskesmas Werang ke Rumah Karantina Pemda di Labuan Bajo untuk seterusnya dilakukan pemantauan dan pemeriksaan lebih lanjut.

Rabu, 08 Juli 2020, setelah melakukan pemantauan dan pemeriksaan selama satu minggu, Tim Medis RSUD Komodo kemudian melakukan pengambilan sampel SWAB kepada pasien MGD dan langsung dianalisa di Laboratorium TCM RSUD Komodo.

Hasil analisa pada sampel SWAB pasien MGD dinyatakan Positif SARS Cov-2.

Dengan dinyatakannya MGD sebagai Pasien Positif Covid-19, maka Tim Surveilance dan Tim Medis selanjutnya akan melakukan pengambilan SWAB kepada orang-orang yang pernah berkontak dengan pasien MGD. Pengambilan sampel SWAB dijadwalkan hingga satu minggu ke depan.

Dinkes Mabar meminta kepada masyarakat yang pernah melakukan kontak langsung dengan pelaku perjalanan KMP Sangke Palangga pada, 22 dan 23 Juni 2020 untuk segera menghubungi Petugas Kesehatan di pusat layanan terdekat agar dapat segera melakukan pemeriksaan.

Dinkes Mabar juga mengimbau kepada masyarakat untuk kooperatif dan mau berkerja sama membantu aparat dengan melaporkan diri dan menginformasikan riwayat kontak yang pernah dilakukan dengan para penumpang KMP Sangke Palangga demi menghindari bahaya yang dapat ditimbulkan bagi masyarakat.

Pemkab Mabar mengapresiasi kerja sama semua pihak, khususnya Dinkes Prov. NTT beserta jajarannya, Dinkes Mabar beserta Tim Surveilance, Tim Medis RSUD Komodo, dan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Tingkat Mabar yang dengan segala keterbatasannya tetap berupaya melakukan pencegahan dan penanganan Covid-19 di daerah itu.