Kematian ASN Cantik Putu Wisang, Terlapor Yohanes Debrito Kefi Dijemput Anggota Polres TTU

Bagikan Artikel ini

Laporan Judith Lorenzo Taolin
Kefamenanu, NTTOnlinenow.com – Yohanes Debrito Kefi alias Brito, terlapor dalam kasus kematian ASN cantik, Editha Dorotea Putu Wisang (29), dijemput sejumlah anggota Reskrim Polres TTU, pada Rabu (08/07/2020) pagi di rumahnya, desa Tes Kecamatan Bikomi Utara kabupaten Timor Tengah Utara (TTU).

Tanpa perlawanan, terlapor Brito Kefi langsung ikut ke Polres TTU menggunakan kendaraan pribadinya diantar sopir.

Brito Kefi yang tiba di Polres TTU Rabu pagi, enggan berkomentar saat ditemui wartawan. Ia langsung dihampiri Kuasa Hukumnya, Robertus Salu, SH yang sudah duluan menunggu di Polres, kemudian bersama memeriksa beberapa berkas yang ada dalam sebuah map, dan memasuki salah satu ruang Reskrim Polres TTU.

Terlapor dijemput anggota Polres TTU karena diduga kuat terlibat dalam tindakan aborsi yang mengakibatkan korban dan bayi dalam kandungannya meninggal.

Sebelumnya, Yohanes Debrito Kefi telah dilaporkan ibu kandung korban, pada Jumat (26/06/2020) lalu.

Baca juga :  Kematian ASN Cantik di TTU Terkuak. Korban Hamil Dan Dipaksa Aborsi Oleh Sang Pacar

Dikronologiskan ibu kandung korban, pada Minggu (21/07/2020) sekitar pukul 18.30 wita, almarhumah Editha Dorothea Putu Wisang mengalami sakit pada perutnya dan saat itu juga almarhumah menceritakan dia sedang hamil dari hasil hubungan badan dengan Yohanes Debrito Kefi. Almarhumah juga menceritakan, pacarnya menyuruh untuk meminum ramuan berupa buah nenas muda dan jamu kiranti untuk menggugurkan kandungannya. Pada Senin (22/06/2020) pukul 01.30 wita dini hari, Putu menghembuskan nafas terakhir di Rumah Sakit Umum Daerah, Kefamenanu. Keluarga besar menduga, korban meninggal akibat dari reaksi ramuan menggugurkan kandungan yang telah diminumnya.

Atas kejadian tersebut ibu kandung korban mendatangi Polres TTU untuk melapor guna di proses sesuai aturan hukum yang berlaku. Saksi lain yang turut diambil keterangan yakni paman korban, Hendrikus Wisang.

*PH Terlapor, Robertus Salu Bantah Kliennya Terlibat Tindakan Aborsi, Keluarga Korban Beberkan Bukti*

Robertus Salu, S.H, Penasehat Hukum (PH) dari Yohanes Debrito Kefi (oknum pengusaha asal desa Tes, Bikomi Utara), mengatakan kliennya mengaku terus terang bahwa telah berzinah beberapa kali dengan almarhumah Editha Dorotea Putu Wisang (29). Namun tidak tahu menahu soal kehamilan Putu apalagi menyuruh melakukan menggugurkan kandungan (aborsi).

“Klien saya tidak terlibat dalam tindakan aborsi, klien saya tidak tahu menahu soal aborsi seperti yang dituduhkan kepada dirinya. Kalau ditanya soal hubungannya dengan korban, dia sudah membenarkan mereka ada hubungan spesial”, kata Robert Salu.

Kepada NTTOnlinenow.com Salu kembali menegaskan, bahwa kliennya hanya terlibat perzinahan. “Klien saya hanya terlibat perzinahan, kalau aborsi tidak. Dia juga tidak tahu kalau itu anaknya. Kalau saja dia tahu yang dikandung almarhumah Putu adalah anaknya, dia pasti bertanggungjawab dan bersedia mengurus anak itu. Bahkan akan meminta istrinya untuk menerima korban dan anaknya,” tandas Salu kepada NTTOnlinenow.com di Mapolres TTU, Rabu (08/07/2020) siang.


Kliennya, lanjut Robertus Salu, sudah mengenal Putu sejak lima tahun terakhir ketika Putu menjadi guru kontrak di salah satu Sekolah Dasar di Napan, Kecamatan Bikomi Utara.

“Istri klien saya juga sudah menganggap almarhumah Putu sebagai keluarga sendiri. Karena hampir setiap hari berada di rumah mereka,”jelas Salu.

Terpisah, Hendrikus Wisang alias Deddy Wisang, paman kandung almarhumah, mengatakan keluarga sangat yakin tindakan aborsi itu atas suruhan dari Brito Kefi.

“Kami sudah mengantongi bukti keterlibatan terlapor dan beberapa oknum lainnya dalam tindakan aborsi itu. Sudah kami serahkan juga ke pihak kepolisian, semoga kasus ini bisa cepat terungkap,” harap Hendrikus Wisang, paman korban.

Beberapa bukti yang sempat dibeberkan keluarga korban, yakni percakapan belanja online obat – obat untuk menggugurkan kandungan, membersihkan rahim tanpa harus dikuret dan obat anti nyeri pasca aborsi.

Korban sempat mengeluh ke terlapor via percakapan WhatsAp bahwa dirinya mengalami mual, muntah – muntah, bahkan pingsan berulang kali karena tak kuat menahan rasa nyeri di bagian perut. Namun terlapor tetap memaksa korban mencari obat – obatan untuk aborsi dan menyatakan kesediaannya menanggung semua biaya. Terlapor juga berjanji akan menikahi korban dan tidak akan melepas korban, terlapor berusaha semampunya agar korban kembali sehat. Terlapor melibatkan beberapa orang dekat yang dikenalnya untuk membantu masalah yang dihadapi korban, termasuk keterlibatan beberapa orang pintar (dukun).
.
Bahkan keluarga juga mengetahui korban hamil dari bukti USG yang diperoleh setelah mencari dokumen USG itu beberapa hari setelah kematian korban.

“Selama hampir seminggu kami menyaksikan sendiri bagaimana almarhumah menderita karena minum ramuan itu. Terjadi pendarahan dan sebagainya,” papar Deddy.

Bukti percakapan di ponsel juga, lanjut Deddy, sudah diserahkan kepada penasehat hukum yang ditunjuk keluarga korban untuk dipelajari. Dan karena itu kami memutuskan untuk memperkarakan kasus aborsi ini,” tandas Deddy.

Sebelumnya diberitakan, Editha Dorotea Putu Wisang, seorang wanita cantik yang baru saja diangkat sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) di Pemkab Timor Tengah Utara (TTU) tewas misterius 21 Juni 2020 lalu.

Korban diduga tewas usai minum ramuan aborsi atas suruhan sang pacar Yohanes Brito Kefi. Pacar korban sebenarnya sudah punya istri sah dan beberapa orang anak.

Kasus ini dilaporkan ibu kandung korban, Veronika Nyi Nyoman Sarni (49), warga Kampung Baru RT/RW 003/002, Kelurahan Aplasi, Kecamatan Kota Kefamenanu. Laporan itu bernomor: LP/ 21 7/ VI/ 2020/ NTT/ Res TTU.

“Jadi memang benar. Keluarga korban sudah melapor sejak akhir bulan Juni 2020 lalu, proses hukumnya sementara berjalan”, sambung Deddy.

Keluarga juga sudah meminta polisi untuk membongkar kuburan korban untuk melakukan otopsi. Tim dokter forensik yang dipimpin Kombes Pol Dr. Sumy Hastri, dr. SpF tiba di Kefamenanu, Rabu siang.

“Kita masih dalam tahap pulbaket dan terduga pelaku juga sudah dijemput anggota dan sementara diamankan di Mapolres TTU, guna menjalani proses hukum sesuai aturan yang berlaku,” kata Kapolres TTU, AKBP Nelson Filipe Diaz Quintas yang dikonfirmasi melalui Kasat Reskrim Polress TTU, AKP Sujud Alif Yumlamlam, Kamis (09/07/2020).

Keterangan foto : Terlapor, Yohanes Debrito Kefi tiba di Polres TTU, didampingi Penasihat Hukum, Robertus Salu.