Empat Nelayan WNI Hilang Terbawa Arus, Dua Ditemukan di Perairan Timor Leste, Dua Lainnya Masih Dalam Pencarian

Bagikan Artikel ini

Laporan Judith Lorenzo Taolin
Kefamenanu, NTTOnlinenow.com – Dua dari empat nelayan Warga Negara Indonesia (WNI) asal kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) yang hilang sejak Sabtu pagi (04/07/2020) ditemukan terdampar di tepi pantai perairan Oecusse, Timor Leste.
Sementara dua nelayan kakak beradik lainnya, Jefrianus Naiheli dan Yani Naiheli, belum ditemukan.

Pihak Kantor Penghubung KBRI Dili di Oecusse, membenarkan temuan dua nelayan WNI yang terdampar di perairan Oecusse.

Kepada NTTOnlinenow.com pada Senin (06/07/2020) pihak KBRI Dili di Oecusse, mengatakan dua nelayan asal kabupaten TTU ditemukan terdampar di tepi pantai perairan Oecusse, Desa Costa, Kecamatan Pante Macassar, tepatnya di depan Kantor KBRI Oecusse, Timor Leste.

“Kemarin, Minggu (05/07/2020) sekitar pukul 23.00 wtl dua nelayan WNI yang terlihat menggunakan pelampung, terdampar di tepi pantai berjarak sekitar 50 meter dari Kantor Penghubung KBRI Dili di Oecusse.

Kami dari pihak KBRI, Dinas Kesehatan, Kapolres PNTL Oecusse dan otoritas Oecusse lainnya langsung menuju ke TKP. Kedua nelayan tersebut langsung dibawa ke Hotel Ambeno tempat akomodasi khusus karantina Covid-19,” jelas Marya Onny Silaban, Kepala Kantor Penghubung KBRI Dili di Oecusse, Timor Leste.

Adapun identitas kedua nelayan WNI yang ditemukan, yakni Yohanes Nabu (36) dan Primus Taunais (24). Keduanya merupakan warga Desa Oepuah Utara, Kolamtua, Mena, Kabupaten TTU.

Dan sesuai hasil pemeriksaan tim medis, kondisi kedua nelayan WNI mengalami luka ringan pada bagian perut dan sudah diobati oleh pihak medis Gugus Tugas Covid-19 Oecusse.

“Luka ringan yang dialami diakibatkan terkena goresan pelampung yang digunakan saat berenang ke tepi pantai”, kata Marya Silaban.

Sementara perahu motor yang ditumpangi keduanya sudah diamankan di Kantor Polsek Boknana.

“Proses investigasi sudah selesai dilakukan oleh otoritas Oecusse kedua nelayan WNI dinyatakan murni mengalami musibah dan tidak ada motif kriminalitas. untuk itu, kedua nelayan akan dideportasi Selasa (07/07/2020). Kami upayakan kedua nelayan dan perahu motornya dapat dideportasi dengan baik melalui PLBN Wini”, jelas Marya Silaban.


Pihak KBRI Dili di Oecusse pada Senin (06/07/2020) sore, tepatnya pukul 18.00 wtl, telah menjemput perahu motor milik nelayan WNI yang diamankan di Kantor Polsek Boknana, sekitar 40 km dari kantor KBRI Oecusse.

Dijelaskan Marya Silaban, Standar Operasi (SOP) di Oecusse, selama pandemik adalah setiap WNA/WNTL yang masuk Oecusse, baik melalui jalur legal / illegal / terdampar, harus dikarantina. Untuk kasus WNI terdampar / pelintas ilegal, sepanjang tidak terindikasi melakukan tindak kriminal, KBRI memiliki SOP, yakni pengembalian / deportasi langsung ke wilayah Indonesia setelah selesai verifikasi dari otoritas Oecusse.

Sementara untuk dua nelayan kakak beradik yang belum ditemukan, menurut Yohanes Nabu dan Primus Taunais, awalnya pada Sabtu pagi itu mereka berempat bersama – sama masuk ke laut untuk menangkap ikan menggunakan perahu motor Honda 6 PK di area perairan Kolamtua, Oebubun, Mena, TTU. Setelah berada di tengah laut pada pukul 12.00 wita, perahu mengalami kerusakan mesin dan perahu yang dipakai tenggelam di lokasi masih dalam wilayah perairan Kolamtua, Oebubun Mena, TTU.

Perahu tersebut terus terapung di atas perairan dan mereka berempat masih bersama-sama bertumpu pada perahu yang rusak. Diperkirakan pada pukul 14.00 wita, dua orang dari mereka berenang ke tepian pantai menggunakan jerigen sebagai pengganti pelampung, untuk mencari bantuan. Dua nelayan dimaksud yakni kakak beradik kandung, Jefrianus Naiheli dan Yani Naiheli.

Diduga kedua kakak beradik kandung hingga ini masih berenang di wilayah perairan Indonesia, yaitu antara perairan Oesoko dan Tanjung Bastian, TTU.

Saking lamanya menunggu kedua kakak beradik yang belum kembali dari mencari bantuan, maka pada Minggu (05/07/2020) pagi, pukul 06.00 wita, keduanya memutuskan berenang ke tepian pantai menggunakan pelampung pukat dari tengah laut di perairan Tanjung Bastian.

Mereka pun terbawa arus, hingga terseret hingga tepi pantai perairan Oecusse di Desa Costa, Kecamatan Pante Macassar, persis di depan Kantor KBRI Oecusse pada jam 23.00 wtl (malam hari).

Tim medis kesehatan Oecusse dan PNTL Oecusse langsung mengevakuasi kedua nelayan TTU tersebut ke tempat Karantina Hotel Ambeno.

Baca juga : Empat Nelayan Di TTU Hilang Diduga Terbawa Arus

Diberitakan sebelumnya, empat nelayan asal Timor Tengah Utara (TTU)dinyatakan hilang sejak Sabtu (04/07/2020)dari Perairan Oepuah, Pantai Utara.

Keempat nelayang yang hilang, masing – masing, Yohanes Banu, Defri Naiheli, Yani Naiheli dan Primus Taunae merupakan warga RT 05 / RW 02 Dusun Nino, Desa Oepuah Utara kecamatan Biboki Moenleu, Kabupaten TTU.

Keterangan Foto : Dua dari Empat Nelayan WNI Hilang, Ditemukan di Perairan Timor Leste.