Kasus Penghinaan Pejabat Gereja Katolik, Tersangka Gregorius Taneo dan Barang Bukti Diserahkan Ke Kejaksaan

Bagikan Artikel ini

Laporan Judith Lorenzo Taolin
Kefamenanu, NTTOnlinenow.com – Berkas Kasus Penghinaan terhadap Pejabat Gereja Katolik, Romo Donatus Tefa, Pr selaku Pastor Paroki Bunda Pengantara Segala Rahmat Kiupukan, Kecamatan Insana kabupaten Timor Tengah Utara, telah dinyatakan lengkap atau P21 oleh Kejaksaan Negeri Timor Tengah Utara. Kini, Polsek Insana melakukan tahap II atau penyerahan barang bukti dan tersangka ke Kejaksaan, Senin (29/06/2020).

Dalam tahap II ini, polisi menyerahkan seorang tersangka yakni Gregorius Taneo alias Goris ke Kejaksaan Negeri Timor Tengah Utara. Selain tersangka, polisi juga menyerahkan barang bukti berupa flash disk berisi rekaman video penghinaan terhadap Romo Donatus Tefa di depan kurang lebih 100 umat yang sementara melakukan kerja bakti dalam lingkungan gereja Bitauni.

“Terkait dengan kasus penghinaan di tahun 2019 lalu oleh penyidik Polsek Insana, kami sudah lakukan proses penyidikan dan kemudian sudah kita tahap I dan dinyatakan lengkap atau P21 oleh Kejaksaan, atau Jaksa Penuntut Umum (JPU),” kata Kapolsek Insana, Iptu. I Ketut Suta, SH yang dikonfirmasi melalui Kanitres Bripka Andrias Lou, SH Senin siang (29/06/2020) di Kefamenanu.

Tak hanya itu, Andreas juga menyebut tadi pihaknya telah menyerahkan tersangka dan barang buktinya.

Baca juga : Menghina dan Memaki Pejabat Gereja di Depan Umum, Goris Taneo Dipolisikan Umat 

“Dalam hal ini ada mekanisme untuk selanjutnya langkah tahap dua. Hari ini, Senin 29 Juni, tadi telah dilakukan oleh penyidik kepada JPU, Rio Rozada Situmeang, SH dimana alat bukti kelengkapannya yang merupakan bagian dari proses penyitaan penyidikan dan dinyatakan lengkap oleh JPU. Satu tersangkanya sudah diserahkan ke JPU,” papar Andrias.

Penyerahan tersangka dan barang bukti tertuang dalam Berita Acara yang diterima Kasi Intel Kejaksaan selaku JPU, Rio Rozada Situmeang, bersama saksi – saksi, Rofinus Mabilani selaku Kasubsi Barang dan Bukti dan Daniel Toan sebagai Staf Pidum.

Sebelumnya diberitakan, tersangka, Gregorius Taneo secara berulang kali melakukan penghinaan terhadap korban sejak bulan Mei 2019 dengan mengumumkan ke umat bahwa korban bersifat sangat biadab. Bahkan dalam rekaman video yang berdurasi 1 menit 38 detik terlihat dan terdengar dengan jelas terlapor berteriak tidak mengakui Gereja dan tidak butuh Gereja. “Saya tidak butuh Gereja, gereja – gereja semua penipu umat, saya tidak butuh lu…lu Imam yang urat malunya sudah putus. Lu urat malu sudah putus”, teriak Goris berulang kali di depan umat sambil menunjuk korban dan berlagak ingin memukul korban.

Atas peristiwa tersebut, pelaku penghinaan, Goris Taneo telah dipolisikan seorang umat, Isak Tikneon pada Senin (28/10/2019)ke Polsek Kiupukan lalu. Laporan Tikneon diterima pihak Polsek Insana dengan Laporan Polisi Nomor : LP /91/X / 2019 / Polsek Insana, pasal penghinaan. Terlapor kemudian diperiksa penyidik Polsek Insana sebagai saksi pada tanggal 11 Februari 2020. Usai pemeriksan terlapor langsung ditetapkan sebagai tersangka.