Kasus Pengangkatan PTT, Ternyata Ada Korlap Perekrut di 24 Kecamatan, Untuk Kepentingan Politik Bupati TTU

Bagikan Artikel ini

Laporan Judith Lorenzo Taolin
Kefamenanu, NTTOnlinenow.com – Proses penyelidikan tim Kejaksaan Negeri Kefamenanu dalam kasus dugaan penyimpangan pengangkatan 1.187 guru PTT atau guru tenaga kontrak tahun 2018 dan 2019 di kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) terus berjalan.

Usai memanggil dan memeriksa para Kepala Sekolah (Kepsek) di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), tim penyidik Kejaksaan juga memeriksa Yosef Alfridus Abi, Mantan Ketua Tim Relawan dari Calon Gubernur dan Wakil Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat dan Josef Nae Soi dalam Pemilihan Gubernur-Wakil Gubernur NTT Tahun 2018 lalu di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU).

Dalam keterangannya kepada Tim penyidik, Abi mengaku ditugaskan khusus Bupati TTU, Raymundus Sau Fernandes, S. Pt merekrut guru PTT, guru tenaga kontrak (teko) di Kabupaten TTU kemudian meminta semua guru PTT mendukung caleg Partai Nasdem, Kristina Muki (DPRD RI) dan Dolvianus Kolo (DPRD NTT). Kristiana Muki adalah istri dari Bupati TTU, Raymundus Sau Fernades.

Calon guru PTT atau guru teko yang direkrut diantaranya dari tingkat PAUD, SD dan SMP.
Tugas yang diperintahkan Bupati Fernandes dijalankannya selama dua tahun, yaitu tahun 2018 dan tahun 2019.

Berkas-berkas terkait usulan menjadi guru PTT atau guru tenaga kontrak diantar ke Sekretariat Tim Relawan dan diterima, Wili Meku sebagai Kepala Kesekretariatan Tim Relawan RSF saat itu, dibantu Marsi Oeleu.

Pengakuan Alfridus, dibenarkan temuan NTTOnlinenow.com di beberapa kecamatan dalam wilayah Kabupaten TTU. Bahwa, dalam Pemilu Legislatif (Pileg) 2019 lalu, terdapat sekelompok pemuda anggota Tim Relawan bentukan Raymundus Fernandes yang dikerahkan masuk ke kecamatan – kecamatan untuk perekrutan tenaga kontrak.

Salah satu korlap membenarkan Sekretariat Tim Relawan dipakai untuk menerima berkas calon tenaga kontrak yang direkrut pada masa Pileg. “Saya korlap di salah satu kecamatan. Dan di tingkat kecamatan, ada pengurus lengkapnya, garis komandonya jelas. Tidak ada yang berani melawan, kalau melawan, salah – salah istri, keluarga kami yang PNS dimutasi ke desa terpencil”,katanya.

“Semua teko dan keluarga mereka diintimidasi untuk wajib pilih caleg tertentu”, diikuti pengakuan Korlap lainnya.

Meskipun sudah ditegaskan Penjabat Sekda TTU, Fransiskus Tilis, tidak ada praktik penyimpangan dalam pengangkatan PTT seperti yang diduga aparat kejaksaan, diikuti klarifikasi Bupati Raymundus, bahwa pengangkatan PTT sudah sesuai mekanisne namun fakta lapangan berkata lain, ada korlap di 24 Kecamatan lengkap dengan pengurusnya dalam kaitan dengan perekrutan tenaga kontrak.

Lagi – lagi, Mantan Ketua Tim Relawan bentukan RSF, Yosef Alfridus Abi kembali membenarkan adanya Korlap di 24 Kecamatan. “Iya, ada Korlap di setiap kecamatan lengkap dengan kepengurusannya, semua terstruktur rapih namun tidak semua mengumpulkan berkas lantaran sebagian calon teko menitipkan berkasnya lewat ojek kemudiab diantar ke Sekretariat . Daftar nama lengkap korlap kecamatan ada di laptopnya Willi Meku”, kata Abi yang dikonfirmasi Jumat (26/06/2020).

Mantan Sekretaris Relawan RSF untuk Victory – Joss turut mengakui penyimpangan pengangkatan PTT.

“Waktu itu, ada dua segmen pergerakan. Pertama, pengendalian dan pergerakan lapangan, yang kedua bagian administrasi. Kesekretariatan dikepalai Wili Meku. Dia yang menerima berkas itu, dibantu Marsi Oeleu sebagai adminnya, semua berkas yang masuk dari berbagai kecamatan diverifikasi di Sekretariat Tim Relawan kemudian bersama – sama diantar ke rumah jabatan bupati”, terang Benyamin Kefi.

Dia pun mengakui di berbagai pertemuan, bupati Raymundus menyampaikan informasi perekrutan tenaga kontrak.

“Memang betul semua atas instruksi dari pak Ray. Bahkan di beberapa kesempatan beliau mengeluarkan informasi untuk perekrutan itu. Kami memahaminya dalam konteks bagian dari agenda pemerintah terkait dengan kekurangan tenaga guru dan kita tidak terlalu fokus ke situ. Intinya semua data yang masuk dikelola Willi Meku dibantu Marsi Oeleu. Yang memutuskan menerima, membawa berkas ke rujab itu juga Willy Meku. Sedangkan kami lebih banyak membangun propaganda untuk kemenangan para caleg di lapangan secara teknis”, sambung Kefi.

Terpisah, Salah satu tenaga kontrak yang dipecat karena tidak mengikuti arahan Raymundus adalah Albertus Dedia Sing. Ia mengaku dipecat setelah direkrut karena memberikan dukungan politik ke orang lain yang tidak disukai Raymundus. “Saya dipecat begitu saja, bahkan saya diusir hanya karena dukungan saya kasih ke orang lain. Saat itu kami semua diwajibkan dukung Dolvianus Kolo dan Okto Sasi, jika tidak maka kami dipecat. Dolvi dan Okto caleg yang dibekali proyek tenaga kontrak”, tandas Albertus alias Jhony Sing.

Berikut nama – nama Korlap temuan media dalam perekrutan tenaga kontrak di 24 kecamatan yang dibenarkan mantan Ketua Tim Relawan bentukan Raymundus Fernandes

1).Kecamatan Biboki Anleu : Didi Us Abatan dan Joni Kame
2).Biboki Feotleu : Ricky Sikas dan Tonce Afeanpah (Sopir Camat)
3).Biboki Moenleu : Eka Naramesak
4).Biboki Selatan : Goris Lim dan Don Bone
5).Biboki Tan Pah: Edi Tahoni
6).Biboki Utara: Gio Ukat
7).Bikomi Nilulat : Selus Doki
8).Bikomi Selatan : Margo Bana
9).Bikomi Tengah : Yulius Lake
10).Bikomi Utara : Agustinus Wempi Pausobe
11).Insana Barat : Marsi Oeleu
12).Insana Fafinesu : Narius Eno, Nero
13).Insana Tengah : Igi Dale
14).Insana Utara : Wempi Bria
15).Insana : Veni Taolin
16).Kota Kefamenanu : Abraham Sola
17).Miomaffo Barat : Alfredo Pilis
18).Miomaffo Tengah : Lodi Bani
19).Miomaffo Timur : Martinus Kolo dan Adel Usnaat
20).Musi : Yosef Naisoko
21).Mutis : Frid Soru
22).Naibenu : Vitalis Oki dan Andreas Kebo
23).Noemuti Timur: Doni Sikone dan Melki Fernandes dibantu Apri Guta.
24).Noemuti : Arnol Rusae
(Untuk Kecamatan Noemuti dan Noemuti Timur, 1 tim ).

Sumber terpercaya, menyebutkan sebagian Korlap kecewa lantaran kerja kerasnya tidak dihargai bahkan sudah mengundurkan diri dari kubu Raymundus. Khusus untuk PNS dan tenaga kontrak sekecamatan Insana Utara dan Biboki Anleu pernah dikumpulkan Bupati Raymundus di pinggir pantai sekitar Desa Tuamese.

Pertemuan pembahasan perekrutan tenaga kontrak yang diduga untuk kepentingan politik, rata – rata dihadiri calon DPRD Partai NasDem pilihan Raymundus yang dibekali proyek tenaga kontrak, terutama Dolvianus Kolo.

“Para korlap sudah membubarkan diri sendiri. Caleg – caleg yang berhasilpun atas hasil kerja keras dari tenaga kontrak yang direkrut. Sayangnya, sebagian besar teman – teman kami tenaga kontrak rekrutan korlap ditendang buang begitu saja tanpa dihargai kerja kerasnya. Itu sekretariat Tim Relawan yang orang bilang Posko Pemenangan Kristina Muki juga kami tenaga kontrak yang dirikan hanya untuk dapat SK kontrak, tapi hasilnya sekarang kami nol. Kami hanya dimanfaatkan untuk kepentingan kemenangan Kristina Muki (Anggota DPR RI), Dolvianus Kolo (ADPR Provinsi) dan Okto Sasi (Anggota DPRD Kabupaten)”, beber salah satu tenaga kontrak.