Bakal Diperiksa Jaksa Kasus Pengangkatan PTT, Bupati TTU Raimundus Sau Fernandes : Saya Salah Apa?

Bagikan Artikel ini

Laporan Judith Lorenzo Taolin
Kefamenanau, NTTOnlinenow.com – Bupati Timor Tengah Utara (TTU) Raymundus Sau Fernandes, S.Pt, menegaskan ia siap dipanggil jaksa untuk dimintai klariflkasi terkait kasus pengangkatan 1.187 guru pegawai tidak tetap (PTT) atau tenaga kontrak (teko) di Kantor Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (PPO) Kabupaten TTU.

“Sebagai warga negara yang baik dan sebagai pejabat publik, saya siap dipanggil jaksa. Saya akan menghadap jaksa, jika jaksa memerlukan klariflkasi dari saya. Namun saya ingin tanya, sebenarnya apa salah saya?” jelas Fernandes kepada para wartawan di Kefamenanu, Jumat (5/6/2020).

Bupati Fernandes mengaku heran dan tidak mengerti dugaan penyimpangan pengangkatan PTT guru seperti apa, sehingga harus diusut dan diperiksa oleh jaksa.

Berdasarkan data analisis kebutuhan guru yang dilakukan oleh Dinas PPO Kabupaten TTU, papar Fernandes, TTU mengalami kekurangan guru sebanyak 1.712 orang. Dari 1.712 orang tersebut, yang baru diperhatikan oleh pemerintah daerah sebelumnya hanya sebanyak 525 orang, sehingga yang belum diakomodir sebanyak 1.187 orang.

Masalah pendidikan dan kesehatan, lanjutnya, adalah kebutuhan mendasar yang harus diakomodir dan diselesaikan oleh pemerintah daerah.

“Kita butuh banyak guru karena memang kekurangan guru. Karena itu untuk menyelesaikan masalah kekurangan guru, Pemkab TTU wajib mengangkat guru PTT. Lalu salahnya apa?,” jelas Fernandes dengan nada heran.

Sementara itu Plt Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten TTU, Frans Tilis, mengaku sudah diperiksa jaksa.

“Sekitar 5 jam lebih saya diperiksa. Dan saya jelaskan kepada jaksa bahwa pengangkatan guru PTT sudah sesuai mekanisme aturan yang ada. Saya heran, Pemkab TTU memberi solusi terhadap masalah kekurangan tenaga guru, kok dianggap itu penyimpangan sehingga harus diperiksa jaksa. Benar, saya heran,” katanya kepada para wartawan.

Baca juga : Terkait Pengangkatan PTT 2018/2019, Bupati TTU Akan Dimintai Keterangan Oleh Jaksa Setelah 15 Anggota Banggar Diambil Keterangan 

Selain Frans Tilis, pejabat Iain yang sudah diperiksa adalah Kabag hukum Setda TTU, L. Tri Budi Setyo, Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten TTU Bonefasius Ola Kian dan Plt. Dinas PKO Yoseph Mokos.

Sebelumnya diberitakan, mantan Ketua DPRD Timor Tengah Utara (TTU), Frengky H. Saunoah, S.E, berjanji akan buka-bukaan soal kasus pengangkatan guru pegawai tidak tetap (PTT) atau tenaga kontrak (teko) di Kantor Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (PPO) Kabupaten TTU.

“Hari ini saya datang bersama teman – teman dari Banggar DPRD TTU, memenuhi panggilan jaksa untuk dimintai keterangan seputar pengangkatan guru pegawai tidak tetap atau guru tenaga kontrak. Dan kami siap untuk bicara jujur apa adanya dan membuka semua soal yang kami ketahui,” jelas Frengky kepada para wartawan di halaman Kantor Kejaksaan Negeri TTU, Rabu (3/6/2020) siang.

Saunoah mengaku belum tahu deskripsi pertanyaan dan rincian soal yang hendak ditanya jaksa penyidik. Namun ia berjanji akan buka-bukaan.

Saunoah datang bersama Yosep Nube dan Amandus Nahas. Ketiganya mantan Pimpinan DPRD TTU 20142019 ex ovicio anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD TTU. Ketiganya datang ke Kantor Kejaksaan Negeri TTU ditemani Ketua DPRD TTU periode 2020 2024, Hendrikus Bana.

Keterangan Foto : Bupati TTU, Raymundus Sau Fernandes, S.Pt