Penyaluran BLT Desa Cambir Leca Diduga Tidak Tepat Sasaran, Janda Lansia dan Penyakit Menahun Tidak Dibantu

Bagikan Artikel ini

Laporan Alvaro S.Marthin
Ruteng, NTTOnlinenow. Com-Penyaluran bantuan social sebagai dampak pandemic covid-19 berupa Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang bersumber dari Dana Desa (DD) di desa Cambir Leca, kecamatan Satar Mese Barat, kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT) diduga tidak tepat sasaran dan tidak transparan.

Sejumlah masyarakat miskin berstatus janda dan lanjut usia (Lansia) serta mengalami penyakit menahun di desa itu tidak mendapatkan bantuan BLT DD sebesar Rp. 600 ribu yang telah dibagikan oleh Pemerintah Desa Cambir Leca, pada Sabtu, 28 Mei 2020 lalu.

Seperti yang dialami oleh Teresia Mahus (70), warga kampung Nggiringgong, RT. 09, RW.05 berstatus janda dan Lansia serta mengalami penyakit menahun.

Paula Samung, anak kandung dari yang bersangkutan (Teresia Mahus), kepada NTTOnlinenow.com, Selasa, 2 Juni 2020, mengeluh karena ibu kandungnya itu tidak mendapatkan BLT DD, termasuk bantuan social lainnya dari Pemerintah Pusat, seperti Bantuan Social Tunai (BST) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) sebagai dampak dari bencana pandemic Covid-19.

Paula menceritakan, ibunya (Teresia Mahus) tidak mendapat BLT DD karena sengaja tidak diakomodir oleh pihak desa Cambir Leca dengan alasan yang bersangkutan tidak memiliki tanggungan hidup.

“Saya sangat kecewa. Saat pembagian BLT, saya menanyakan langsung kepada Pemerintah desa terkait alasan ibu saya tidak mendapatkan bantuan itu. Lalu mereka menjawab, karena dia (Teresia Mahus) tidak memiliki tanggungan dan KTP. Padahal dari sisi aturannya, ibu saya mestinya layak dibantu karena janda dan sudah lansia, dan sejak lama mengalami sakit yaitu gangguan kejiwaan,” tutur Paula Samung.

Yang mengecewakan, lanjut dia, beberapa waktu sebelum pembagian BLT di desa itu, Pemerintah Desa (Sekretaris dan Bendahara Desa) pernah menyambangi kediamannya untuk memberitahukan bahwa, yang bersangkutan (Theresia Mahus) diakomodir dalam BLT DD.

“Anehnya, beberapa waktu sebelumnya, Mereka (Sekretaris desa dan bendahara) pernah datang di rumah saya dan memberitahukan bahwa mama saya ini akan mendapatkan BLT DD. Tetapi pada saat pembagian justru tidak ada,” cerita Paula Samung dengan nada kesal.

Selain itu, lanjut Paula Samung, proses awal penentuan nama-nama penerima BLT DD Desa Cambir Leca diduga tidak prosedural, sebab dilakukan secara diam-diam dan tidak transparan.

Pihak desa tidak melakukan verifikasi data secara langsung terlebih dahulu kepada masyarakat. Pemerintah desa jutru beralibi, akan terjadi resistensi di masyarakat apabila prosesnya transparan.

“Awalnya, Pemdes tidak transparan. Tidak melakukan uji petik langsung ke masyarakat. Mereka beralasan takut resisten di masyarakat kalau transparan,” tandas Paula Samung.

Dia berharap kepada Pemerintah Pusat dan daerah serta pihak terkait lainnya, agar segera memperhatikan masalah ini dan berharap apa yang dialami oleh ibunya itu, tidak terjadi di desa lainnya di Manggarai.

Saat berita ini diturunkan, Pemerintah Desa Cambir Leca belum dikonfirmasi.