Menolak Ajakan Suami Berhubungan Intim, Kepala Sang Istri Dipukul Dengan Hamar dan Dipotong Dengan Parang Hingga Sekarat

Bagikan Artikel ini

Laporan Judith Lorenzo Taolin
Kefamenanu, NTTOnlinenow.com – Gara – gara menolak diajak berhubungan intim, seorang warga Haufo’o Kecamatan Insana, Kabupaten Timor Tengah Utara, Provinsi Nusa Tenggara Timur tega menganiaya istrinya sendiri hingga mengalami luka menganga di bagian kepala dan sekujur tubuh, akibat ditebas dengan menggunakan senjata tajam.

Pelaku yang diketahui bernama Ignasius Beno Noat itu marah lantaran istrinya Elisabet Kusi menolak diajak berhubungan intim. Pengakuan tersebut disampaikan pelaku kepada petugas Kepolisian Sektor Insana yang menangani kasus KDRT tersebut, Brigpol Arnol Tefbana.

Kapolsek Insana, Iptu I Ketut Suta, SH mengatakan, awalnya pelaku mengajak istrinya berhubungan badan pada Kamis (21/05/2020) dini hari. Namun korban menolak ajakan suaminya.

“Pelaku emosi kemudian menganiaya istrinya dengan menggunakan hamar dan sebilah parang. Terlapor masih sementara di BAP anggota”, jelas Kapolsek Ketut Suta, kepada NTTOnlinenow.com, Jumat (22/05/2020) sore, pertelepon.

Pelaku sempat melarikan diri seusai menebas kepala istrinya dengan sebilah parang.

Foto Barang Bukti sebilah parang yang digunakan tersangka menganiaya istrinya

Fransiskus Leu (52), pelapor, warga Haufo’o Desa Nunmafo Kecamatan Insana menceritakan, peristiwa itu diketahuinya pada Kamis (21/05/2020) dini hari sekitar pukul 01.30 wita. Pelapor tidak mengetahui secara jelas duduk persoalan antara korban dan terlapor. Namun pelapor sempat mendengar suara pertengkaran antara keduanya. Tidak berselang lama, terdengar teriakan korban meminta tolong sehingga pelapor datang menolong korban namun saat itu terlapor sudah melarikan diri. Korban dianiaya terlapor dengan menggunakan sebilah parang di bagian kepala dengan cara ditebas sebanyak dua kali dan mengenai kepala dan pipi kanan korban sehingga korban mengalami luka potong hingga bersimbah darah. Sebelumnya di kepala korban dipukul dengan hamar besi. Saat korban terjatuh langsung diikuti dengan tebasan parang secara membabi buta oleh terlapor.

Lanjut dijelaskan Kanitres, Bripka Andrias Lou yang ditemui di Mapolres TTU, Jumat malam bahwa dari hasil identifikasi anggota Polsek Insana, diketahui korban mengalami beberapa luka di beberapa bagian tubuhnya.

“Luka parah ada di beberapa bagian. Kepala, pipi bagian kanan, tangan”, kata Andrias Lou.

Pelaku yang sempat melarikan diri sejak peristiwa itu terjadi, dengan sendirinya telah menyerahkan diri ke Polsek Insana pada Jumat (22/05/2020) pukul 05.00 wita.

“Pelaku yang selesai di BAP dan langsung ditetapkan sebagai tersangka sore tadi, kami antar dan diamankan di Mapolres TTU sini”, ujar Andrias Lou di Mapolres TTU, didampingi penyidik Brigpol Arnol Tefbana.

Aksi pelaku masuk kategori penganiayaan berat, KDRT suami terhadap istri. Barang bukti yang diamankan anggota berupa satu hamar besi dan sebilah parang.

Sementara, korban yang kemarinnya berada dalam kondisi kritis dan dilarikan ke Rumah Sakit Leona, baru selesai menjalani operasi Jumat sore tadi sehingga belum bisa diambil keterangan.

“Korban baru selesai menjalani operasi dan hingga kini masih menjalani perawatan di rumah sakit Leona Kefamenanu”, kata Andrias Lou.