Diterpa Hujan Sepekan, Empat Desa di Kabupaten Malaka Dilanda Banjir

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Betun, NTTOnlinenow.com – Cuaca ekstrim melanda wilayah Kabupaten Malaka dalam sepekan terakhir mengakibatkan wilayah di Timor Barat perbatasan RI-RDTL diterpa hujan yang turun terus menerus.

Akibatnya empat (4) desa yang terdapat di wilayah Kecamatan Wewiku, Kabupaten Malaka dilanda banjir, Jumat (22/5/2020) dini hari sekitar pukul 02.00 Wita yang berlangsung hingga siang.

Camat Wewiku, Manfred Laak saat dikonfirmasi media via whatsapp membenarkan adanya bencana alam yakni banjir yang melanda wilayahnya.

“Ada 4 Desa di Wewiku yang dilanda banjir yakni, Desa Halibasar, Seserai, Alkani dan Weseben,” sebut Manfred.

Banjir yang melanda desa diakibatkan meluapnya air dari sungai Motadelek, juga mendapat banjir kiriman dari wilayah tetangga yakni Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS).

Banjir Rendam Malaka

Informasi lain yang dihimpun media, wilayah Malaka dalam sepekan akhir diguyur hujan setiap hari sehingga menyebabkan banjir akibat meluap sungai Motadelek. Terdapat dua dua titik tanggul jebol di Dusun Sukaerlaran dan Dusun Halibasar.

Air yang meluap selain menggenangi pemukiman warga kurang lebih setinggi 30 centimeter, juga merendam lahan pertanian atau perkebunan milik warga yang terdapat dalam empat wilayah desa tersebut.

Kepala BPBD Kabupaten Malaka, Gabriel Seran mengatakan, Bupati Malaka dr. Stefanus Bria Seran langsung terjun ke lokasi guna memantau sekaligus melihat secara langsung warga yang terdampak bencana banjir.

Terkait dua tanggul yang jebol, Bupati Stefanus Bria Seran telah memerintahkan Dinas PU Malaka untuk segera memperbaiki agar tidak terjadi banjir susulan.

Warga diimbau untuk tetap waspada karena intensitas hujan masih cukup tinggi. Sehingga apabila hujan turun terus menerus maka warga segera mengambil sikap mengungsi ke tempat yang lebih aman.

Untuk diketahui, dalam bencana banjir itu tidak ada korban jiwa, namun warga mengalami kerugian yakni, rumah dan lahan perkebunan yang terendam banjir.