Data Covid-19, 23 OTG Tersebar di 4 Kecamatan Kabupaten Belu

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Total Pelaku Perjalanan Berisiko dalam pantauan sebanyak 1.778 orang berkurang sebesar 1.639 orang sehingga tersisa 139 orang Pelaku Perjalanan Beresiko dalam pantauan.

Orang Dalam Pemantauan (ODP) sebanyak 73 orang, berkurang 70 orang karena telah selesai masa pemantauan sehingga total ODP hari ini 3 orang yang tersebar di Kecamatan Tasifeto Timur (1 orang), Kecamatan Tasifeto Barat (1 orang) dan Kecamatan Raimanuk (1 orang).

Orang Tanpa Gejala (OTG) sebanyak 23 yang tersebar di Kecamatan Tasifeto Timur (1 orang), Kecamatan Kota Atambua (7 orang), Kecamatan Atambua Barat (7 orang) dan Kecamatan Atambua Selatan (8 orang). Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dan orang yang terkonfirmasi Positif Covid-19 nihil.

Demikian Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Belu, Cristoforus M. Loe Mau dalam update data monitoring dari wilayah kerja 17 Puskesmas yang tersebar di 12 Kecamatan Kabupaten Belu, Kamis, 21 Mei 2020 Pukul 15:00 Wita yang diterima media.

Lanjut Loe Mau, walaupun data monitoring PDP dan orang yang terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Belu nihil, Pemerintah Kabupaten Belu terus menghimbau seluruh lapisan masyarakat untuk tetap waspada.

“Terus menjalankan pola hidup sehat, berdiam diri dirumah saja, atau menjaga jarak fisik apabila bertemu orang lain, tidak boleh bersentuhan atau membatasi interaksi fisik, menghindari kerumunan orang dan selalu membiasakan diri untuk mencuci tangan dengan sabun dan jika beraktivitas di luar rumah wajib memakai masker,” pinta dia.

Loe Mau yang juga Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Belu menghimbau bagi warga Kabupaten Belu yang baru pulang dari luar daerah terutama daerah yang terinfeksi Covid-19 agar melaporkan diri ke Posko Gugus Tugas melalui call center 081238654568 yang aktif 24 jam untuk selanjutnya mengikuti arahan petugas termasuk mengisolasi diri. Lindungi diri, lindungi sesama.

Dikatakan, sesuai arahan Presiden Republik Indonesia, World Health Organization (WHO) menganjurkan agar semua masyarakat menggunakan masker. Untuk masker N95 dikhususkan kepada Tenaga Medis sedangkan masyarakat dapat memakai masker kain yang dijahit dan selalu dicuci.

“Kepada para pelintas yang memasuki wilayah Kabupaten Belu wajib mentaati semua aturan yang ada disetiap Posko Pemantauan tanpa terkecuali demi keselamatan kita bersama,” kata Loe Mau.

Disampaikan juga, untuk mengatasi dampak Covid-19 Pemerintah menyalurkan beberapa bantuan yakni Bantuan Sosial Tunai (BST), Perluasan Program Sembako, Jaring Pengaman Sosial (JPS) & Dampak Ekonomi dan Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa. Pastikan seluruh warga yang berhak menerima bantuan ini.

Untuk diketahui, jika ada keluhan silahkan menghubungi/SMS/WhatsApp Call Center 082112034821 & 082247307400 (Sertai Nama, No. KTP dan Alamat Lengkap)