CD Bethesda Yakkum Belu Bagi APD Untuk RSUD dan Puskesmas di Perbatasan RI-RDTL

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Selain fokus program pencegahan terpadu penularan HIV dan Aids di wilayah Belu, CD Bethesda Yakkum Belu juga respon dengan suasana pandemi Covid-19 di wilayah perbatasan RI-RDTL, Sabtu (16/5/2020).

Bentuk respon diwujudkan dengan menyalurkan sejumlah Alat Pelindung Diri (APD) untuk tenaga medis sebagai bentuk dukungan terhadap Pemerintah dalam mengantisipasi sekaligus mencegah penanganan virus Corona.

Menurut Kordinator CD Bethesda Yakkum wilayah Belu, Yosefat Ician sasaran pembagian bantuan APD untuk pelayanan kesehatan yakn, Puskesmas Ainiba, Atapupu, Silawan, Atambua Selatan, Halilulik, Wedomu, Umanen dan RSUD.

“Sasaran kita 8 puskesmas dan yang sudah terealisasi 6 yakni Puskesmas Silawan, Atapupu, Ainiba, Atambua Selatan, Wedomu dan Halilulik. Untuk Puskesmas Umanen dan RSUD akan kita realisasikan hari Senin 18 Mei 2020,” terang dia.

Jelas Ician, bentuk dukungan paket APD kepada tenaga medis kesehatan yakni, cover all, kacamata google, pelindung wajah, boots, sarung tangan, masker medis, pelindung sepatu, alkohol 70%, Sarana Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS).

Tambah dia, selain paket APD bantuan lain yang diserahkan yakni pemberian makanan tambahan untuk ODHA (orang dengan HIV AIDS) dalam bentuk susu, vitamin dan masker non medis. Komunitas ini (odha) menjadi perhatian karena rentan untuk Covid-19.

“Tidak boleh diabaikan tapi harus perioritas juga. Kami berharap ada perhatian dari berbagai pihak terutama untuk ODHA dengan keterbatasan ekonomi,” ujar Ician.

Sedangkan, sasaran untuk Desa atau Kelurahan diberikan bantuan berbentuk Sarana CTPS di ruang publik yang bisa diakses banyak orang. Sasaran yang sudah terealisasi Desa Silawan, Leosama, Fatuketi, Manleten, Tukuneno dan Bakustulama. Untuk Kelurahan Umanen dan Tulamalae akan direalisasi pekan depan.

Dikatakan, dengan sarana CTPS ini selain mendukung respon covid-19, juga mendorong desa untuk menyediakan sarana CTPS memadai, berkualitas dan berjangka panjang dari alokasi daba desa. Perlu membudayakan perilaku hidup bersih sehat yang berkelanjutan.

“Selain itu di desa dukungan juga diberikan dalam masker non medis dan minuman instan herbal jahe, kencur dan temulawak untuk Warga Peduli AIDS (WPA),” ucap Ician.

Kegiatan realisasi bantuan kerjasama dengan bersama Aliansi Pemuda Belu untuk Kemanusuaan (PMKRI, Pemuda Katolik, Komunitas KITAPUN, GAMKI, FORPELITA, AMPI, WPA), dan mendapat dukungan penuh dari BP4D Kabupaten Belu dan Dinas Kesehatan Belu.

“Terimakasih untuk dukungan luar biasa yang telah diberikan oleh Pemerintah Daerah. Hadir dalam kegiatan Pak Marsel (KPA Belu), BP4D Belu Pak Jemy Boy (Kabid Pemerintahan dan Pembangunan Manusia) dan Dinkes Ibu Linda Anak (Kepala Seksi P2M,” pungkas dia kepada media.