Diduga Korupsi DAK Rp47,5 Miliar, Bupati dan lstri Dilaporkan ke Polda NTT

Bagikan Artikel ini

Laporan Judith Lorenzo Taolin
Kefamenanu, NTTOnlinenow.com – Bupati Timor Tengah Utara (TTU), RSF dan istrinya Ny. KM, sebagai Ketua Tim Penggerak PKK, dilaporkan ke Polda Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa (5/5/2020) karena diduga terlibat dalam korupsi Dana Alokasi Khusus (DAK) Bidang Pendidikan Tahun Anggaran (TA) 2007 senilai Rp47,5 Miliar.

Laporan itu disampaikan oleh Aliansi Rakyat Anti Korupsi Indonesia (ARAKSI). Laporan disampaikan secara tertulis melalui surat bernomor: 11/ARAKSl/V 2020 dan penyerahan sejumlah bukti serta dokumen.

“lya, benar. Kami sudah laporkan Bupati TTU, RSF dan istrinya ke Polda NTT, Selasa kemarin. Keduanya diduga keras terlibat dalam kasus korupsi DAK Bidang Pendidikan TA 2007 sebesar Rp47,5 miliar,” jelas Alfred Baun, ketika dihubungi via telepon genggamnya.

Alfred Baun menjelaskan bahwa dana DAK 2007 telah diketok atau disetujui oleh DPRD TTU. Namun jelang akhir tahun anggaran 2007, baru DAK itu masuk ke rekening Pemda TTU. Sehingga DPRD TTU menyarankan supaya diluncurkan pada APBD Perubahan 2008.

Namun dari tahun anggaran 2008, 2009, 2010, dana itu tidak pernah dimasukkan dalam APBD, Perubahan maupun APBD murni. Usai Pilkada, Bupati RSF memasukkan dalam Perbup Nomor 06 tahun 2011. Padahal dana itu sudah habis dipakai sejak 2008 sampai 2010.

“Karena kesal, semua fraksi dan komisi DPRD TTU menolak Perbup tersebut. Sebab bertentangan dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku, yakni Peraturan Pemerintah Nomor 58 tahun 2005 tentang Permendagri Nomor 53 tahun 2007 tentang pengawasan peraturan daerah dan peraturan kepala daerah,” jelas Alfred Baun.

Fakta lain yang ditemukan tim investigasi ARAKSI, beber Alfred, mengungkapkan bahwa dana DAK itu kemudian dipecahkan menjadi tiga pos yaitu Rp27 Miliar dianggarkan untuk belanja rehabilitasi sedang atau berat gedung sekolah. Kemudian Rp 11 Miliar dianggarkan untuk belanja alat peraga edukasi dan alat teknologi informasi serta penunjang administrasi buku panduan pendidik. Lalu Rp9 Miliar itu untuk belanja buku pengayaan, buku referensi dan buku panduan pendidik.

“Kemudian kita temukan fakta di lapangan bahwa ada Pansus DPR terhadap anggaran itu. Ditemukan anggaran Rp9 Miliar itu dikelola oleh Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten TTU, Ny. KM, yang nota bene adalah istri Bupati TTU. Kini beliau adalah anggota DPR RI Fraksi Nasdem,” pungkas Alfred.

Bupati TTU, RSF, yang dimintai tanggapan para wartawan di Kefamenanu, Rabu (6/5/2020) membantah keras terlibat dalam korupsi DAK 2007 senilai Rp.47,5 miliar.

“Jika Alfred Baun dan ARAKSI tidak dapat membuktikan, maka kami akan melapor balik yang bersangkutan ke polisi,” tandas ,RSF.