Setelah Aniaya Pelajar SMA, Eduardus Fouk, Polisi Akui Korban Bukan Pelaku Pelemparan dan Minta Berdamai

Bagikan Artikel ini

Laporan Judith Lorenzo Taolin
Kefamenanu, NTTOnlinenow.com – Ada fakta terbaru dari kasus pengeroyokan dan penganiayaan anak bawah umur oleh Tim Buser Polres TTU. Fakta ini ditemukan oleh Aliansi Penghapusan Kekerasan Terhadap Anak (PKTA) Provinsi NTT melalui investigasi di lapangan.

Bahwa ternyata anggota Polsek Biboki Anleu, bernama Karlito, mengaku Eduardus Fouk (17), bukan pelaku yang melemparinya dengan batu, saat terjadi peristiwa pengeroyokan sekelompok warga di Desa Birunatun, Rabu (23/4/2020) lalu.

“Bahkan oknum polisi bernama Karlito itu sempat mendatangi rumah Eduardus Fouk untuk melihat langsung wajah terduga pelemparan terhadap dirinya. Ternyata Pak Karlito bilang kita salah tangkap orang. Lalu pergi meninggalkan korban dan orang tua serta keluarga korban,” tulis Aliansi PKTA Provinsi NTT.

Tiga puluh menit setelah pergi, oknum Karlito kembali lagi ke rumah korban Eduardus Fouk. Ia datang ditemani 3 anggota Polsek Biboki Anleu dan seorang anggota Koramil Biboki Anleu. Kepada korban Eduardus Fouk dan keluarganya, oknum polisi Karlito sempat tawarkan perdamaian. Namun tawaran itu ditolak mentah-mentah oleh keluarga korban.

Keterangan Foto : Korban Eduardus Fouk, mengeluh masih sering merasa sakit di bagian dada dan susah bernapas, akibat hantaman pistol anggota di rusuk kiri dan kanannya beberapa kali.

Fakta ini kemudian dilaporkan secara tertulis oleh Aliansi PKTA Provinsi NTT kepada Kapolda NTT melalui surat 013/PKTA-NTT/lV/2020 tanggal 30 April 2020. Aliansi PKTA Provinsi NTT terdiri dari 31 Iembaga dan organisasi yaitu CFl, YPII, WVI, LPMM, Tafena Tabua NTT, Bengkel APPek, CIS Timor, LBH APIK, RPK, YAO, KAK, Sinode GMIT, LPA NTT, BP Perempuan GMIT, WKRI NTT, Perempuan Aisyiyah, PHDI, JPAB, PBNU NTT, MUI NTT, Muslimat NU NTT, PKBI NTT, Pemuda Katolik, IRGSC, Komunitas Sahabat Anak, YOT, RSBI dan Save the Children.

“Iya benar. Polisi salah tangkap dan diakui sendiri oleh oknum polisi yang menjadi korban pelemparan. Dan ada dua remaja perempuan yang berada di TKP malam itu, yang menyaksikan pelemparan anggota polisi, bersaksi bahwa malam itu tidak ada Eduardus Fouk di TKP. Kami sudah bertemu dua saksi ini,” jelas Direktur Lakmas NTT, Viktor Manbait, S.H, ketika dikonformasi soal temuan fakta oleh Aliansi PKTA Provinsi NTT.

Sebelumnya diberitakan, Eduardus Fouk (17) siswa kelas 1 SMA Negeri 2 Atambua melapor ke Polres Timor Tengah Utara (TTU), Senin (26/1/2020) malam. Ia menjadi korban salah tangkap dan dikeroyok hingga babak belur oleh 5 anggota Polsek Biboki Anleu, Minggu (26/4/2020) sekitar pukul 02.00 dini hari lantaran diduga telibat dalam aksi pelemparan terhadap salah satu anggota Polsek Biboki Anleu dan merusak motor milik anggota tersebut.

Eduardus berdomisili di RT 07/RW 03/ Dusun III Desa Kota Foun, Kecamatan Biboki Anleu. Selama ini bersekolah di SMA Negeri 2 Atambua. Kemudian pulang ke kampung halamannya di Kota Foun untuk berlibur akibat Pandemi Covid-19.