Jika Usulan Tak Direspon Pemerintah RI, Paguyuban Pejuang Timor-Timur Akan Kongres Luar Biasa Tentukan Pilihan Politik

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Paguyuban Pejuang Timor-Timur di wilayah Kabupaten Belu, Malaka, TTU, NTT mengusulkan ke Bapak Menteri Pertahanan RI agar empat ribu seratus lima belas orang Pejuang Timor-Timur mendapatkan kompensasi dan kemudahan kusus untuk diangkat menjadi veteren Republik Indonesia.

Usulan itu berdasarkan hasil pertemuan Pejuang Timor-Timur dari 10 Kabupaten eks Timor-Timur yang berdomisili di Kabupaten Belu, Malaka, dan TTU pada Selasa, 21 April 2020 lalu di Haliwen, Belu yang dihadiri oleh Tokoh-Tokoh Pejuang Timor-Timur tahun 1975, 1999, Tokoh masyarakat dan Tokoh Politik.

Demikian Cancio Lopes de Carvalho selaku koordinator paguyuban pejuang Timor-Timur kepada awak media saat baca surat dalam konferensi pers dihadiri tokoh-tokoh pejuang Tim-Tim bertempat Hotel Nusantara 2 Atambua, Sabtu (2/5).

Dalam surat Nomor :02/ PPTT/ Naitimu /IV/2020 dijelaskan, 4.115 orang Pejuang Timor-Timur yang di usulkan terdiri dari, seribu sembilan ratus sembilan puluh empat orang Pejuang Timor-Timur yang telah mendapatkan piagam penghargaan semangat juang bela negara sebagai Pejuang Timor-Timur pada tanggal 17 Oktober 2014, fotocopy piagam penghargaan terlampir lima lembar.

Lanjut dia, tiga ratus empat puluh orang Pejuang Timor-Timur yang telah terdaftar dengan tuduhan pelanggaran HAM berat menjelang dan sesudah pelaksanaan jajak pendapat di Timor-Timur tahun 1999. Fotocopy daftar tuduhan pelanggaran HAM berat yang dikeluarkan Unit Serius Crime PBB ( Perserikatan Bangsa-Bangsa) terlampir. Seribu seratus lima puluh unsur perlawanan/Wanra, Rajawali tahun 1995 sertifikat pelatihan fotocopy terlampir. Enam ratus tujuh puluh orang anggota gadapaksi fotocopy sertifikat pelatihan terlampir.

Jelas Cancio Lopes, Bapak Menteri Pertahanan yang kami hormati, 24 tahun yang lalu kami telah berjuang membela merah putih dan mempertahankan wilayah Timor-Timur menjadi bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia. 21 tahun berturut-turut kami membuktikan kesetiaan kami sebagai warga negara Indonesia, kami Timor-Timur, kami meninggalkan segala sesuatu, tanah, rumah dan semua harta benda kami, kini tidak bisa kembali ke Timor-Timur karena tuduhan pelanggaran HAM berat dan berbagai tuduhan pelanggaran hukum yang di tuduhkan kepada kami.

Adapun usulan kami Pejuang Timor-Timur kepada Pemerintah NKRI yakni, memberikan bantuan kompensasi kepada Pejuang an korban politik Timor-Timur tentang jumlah bantuan kompensasi sesuai dengan kemampuan keuangan negara.

Memberikan suatu kemudahan kusus kepada Pejuang Timor-Timur yang telah memenuhi svarat untuk pengangkatan menjadi veteran. Untuk pemberian kompensasi kami mengusulkan agar Pemerintah (Kementerian Pertahanan) terlebih dahulu mengadakan dialog dengan perwakilan pejuang Timor-Timur guna merumuskan suatu format yang betul-betul dapat mengakomodir kepentingan dan nasib Pejuang Timor-Timur, seleksi administrasi mohon dilakukan oleh Kementrian Pertahanan bersama-sama dengan utusan atau perwakilan dari Pejuang Timor-Timur.

Kami Pejuang Timor-Timur menobatkan dan mengangkat saudara Hercules Do Rosario Marchal sebagai ketua dan saudara Yulius Naisama,SE sebagai sekretaris untuk semua urusan nasib Pejuang Timor-Timur di Jakarta, sedangkan untuk urusan nasib Pejuang Timor-Timur sepuluh kabupaten eks Timor-Timur di Kabupaten Belu, TTU dan Malaka akan di bentuk sebuah sekretariat bersama terdiri dari sepuluh orang masing-masing satu orang mewakili sepuluh kabupaten.

Menyangkut urusan pemberian bantuan kompensasi kami mohon ditangani langsung oleh Menteri Pertahanan dengan melibatkan perwakilan Pejuang Timor-Timur. Lewat surat ini kami lampirkan juga piagam penghargaan semangat bela negara sebagai Pejuang Timor-Timur, sertifikat kejuangan perlawanan wilayah Wanra tahun 1995 dan sertifikat pelatihan sebagai anggota gadapaksi dan daftar pelanggaran HAM berat 401 orang sebagai pelanggaran HAM berat di Timor-Timur tahun 1999.

Dikatakan, nasib kami terbengkali selama 21 tahun tidak diperhatikan. Selama ini kami belum pernah minta bantuan ke Pemerintah Pusat bagi kami pejuang Timor-Timur di Belu, Malaka dan TTU.

Harapan kami, setelah kami sampaikan usulan ini dalam waktu cepat pemerintah dalam hal ini Menteri Pertahanan dapat merealisasikan aspirasi kami, karena selama ini kami sudah sengsara.

“Apabila tidak dapat respon dari pemerintah maka kami pejuang Timor-Timur akan lakukan kongres luar biasa di Atambua. Kongres itu diadakan dalam rangka menentukan sikap politik. Kami serius kalau tidak ada respon kami kongres luar biasa pejuang tim tim dengan resiko apapun siap,” tegas Cancio Lopes.

Lanjut dia, jika dalam kongres itu menentukan warga memilih pulang ke Timor-Timur kami akan membawa pulang merah putih, artinya merah putih inilah kami berjuang selama 21 tahun dan 21 tahun pula kami sengsara.

“Kami-kami ini pejuang berjuang selama 24 tahun untuk Republik Indonesia dan hari ini 21 kami buktikan kesetiaan kami kepada negara, kok kami ditelantarkan. Sementara kawan-kawan kami dari gam yang notabene jelas-jelas pemberontak mau merdeka, teman-teman dari OPM yang mau merdeka kami nonton di televisi ada yang jadi dpr, punya partai sendiri, 1000 jadi tentara tanpa tes, terus kami pejuang ini mau jadi apa,” tandas Cancio Lopes.