Pedagang Diimbau Tidak Timbun dan Naikan Harga Barang. Wabup Ose : Jika Ketahuan Polisi Pidanakan

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Belu menghimbau kepada para pedagang atau pengusaha di Belu perbatasan RI-RDTL untuk tidak menaikan harga barang (sembako) ditengah wabah Covid-19.

“Kita himbua tidak boleh ada kenaikan,” tegas Wakil Bupati Belu, J.T Ose Luan menyikapi pertanyaan media terkait adanya kenaikan barang disela-sela acara penyerahan buku rekening BLT bagi warga di Desa Tialai, Kecamatan Tastim, Jumat (1/5/2020).

Diingatkan bahwa, tidak boleh manfaatkan kesempatan untuk memperkaya diri, termasuk tidak boleh ada penimbunan.

“Kalau didapat penimbunan maka pihak berwajib dalam hal ini polisi bisa tangkap mereka dan itu dipidanakan. Saya kira itu ada aturannya,” kata Ose.

Mantan Sekda Belu itu jelaskan, Dinas Perdagind Belu telah sampaikan stock makanan pada bulan Juni siap. “Tentang kenaikan dan ini jadi masukan saya akan suruh turun ke lapangan,” ujar dia.

Menurut Ose, kalau gula pasir harga naik, tapi terkadang situasi nasional, situasi dunia saat ini, menyebabkan kelangkaan sehingga orang-orang yang tidak bertanggungjawab yang ingin mencari keuntungan naikan harga.

“Tapi jangan sampai karena kelangkaan menyebabkan demikian. Tapi kalau naik harga yang wajarlah jangan naik lima puluh persen lebih. Saya akan minta Dinas untuk mendata itu dan meminta harga diturunkan,” ucap Ose.

Sebelumnya, pantauan awak media Rabu (29/4/2020) di sejumlah kios di area pasar baru Atambua, Kabupaten Belu, Timor Barat wilayah perbatasan RI-RDTL harga gula pasir mulai melonjak naik hingga Rp. 22.000 per kilo gram.

Hasil wawancara media dengan beberapa pedagang menjelaskan, harga gula pasir melonjak naik dikarenakan kelangkaan stok gula pasir timbang. Saat ini harga gula pasir timbang Rp.910.000 per karung dimana harga sebelumnya Rp.600.000 per karung.

Dampak kenaikan itu, para pedangan terpaksa menjual gula pasir timbang dengan harga Rp.20.000 per kilo gram dimana sebelumnya para pedangang menjual gula pasir timbang dengan harga Rp.15.000 per kilo gram.

Sedangkan untuk gula pasir kristal harga per kilo gramnya sama tembus hingga Rp.22.000. Sebelum ada kebijakan untuk tinggal di rumah akibat virus corona, harga per dos gula pasir kristal Rp.320.000 dan saat ini harganya sudah mencapai Rp.425.000.

Akibatnya, para pedangang menjual gula pasir kristal dengan harga Rp.22.000 per kilo gram. Namun, jika harga normal, harga gula pasir para kristal dijual per kilonya harga Rp.20.000.

Senada beberapa warga keluhkan harga gula pasir di kios-kios yang mengalami kenaikan harga mencapai Rp.20.000 per kilo gram dari harga semula Rp.16.000 per kilo gram.