Menolak Mobilnya Disemprot Disinfektan, Dokter PTT Terlibat Adu Mulut Dengan Satgas Covid-19 di Belu

Bagikan Artikel ini

Laporan Judith Lorenzo Taolin
Atambua, NTTOnlinenow.com – Seorang Dokter PTT yang bertugas di Puskesmas Seon, Kecamatan Malaka Timur, Kabupaten Malaka, terlibat adu mulut dengan petugas jaga Covid-19 tepatnya di Posco Covid Dusun Babira, Desa Teun Kecamatan Raimanuk, Kabupaten Belu pada Kamis (30/04/2020) tadi pukul 13.30 wita.

Keributan antara sang dokter dan anggota gabungan, TNI Polri yang tergabung sebagai petugas jaga Covid – 19, berawal saat mobil sang dokter jenis toyota Agya berwarna merah dengan Nomor Polisi W 1531 BZ yang di kendarainya dihentikan sejumlah petugas. Saat itu oknum dokter PTT yang diketahui bernama Yanti Hale Kehik turun dari kendaraan miliknya dan sempat memesan kepada petugas penyemprot agar mobilnya jangan disemprot. Namun petugas tetap melakukan penyemprotan disinfektan sesuai dengan aturan. Mengetahui hal itu dokter Yanti yang merasa tidak puas langsung memarahi petugas, keributanpun terjadi tanpa bisa dilerai. Ia menyampaikan alasan menolak mobil pribadinya disemprot disinfektan lantaran mobilnya sudah dibersihkan sebelum melakukan perjalanan keluar.

Seorang petugas jaga, anggota dari Polsek Raimanuk, Hendri Fahi Bere ketika dikonfirmasi media ini, Kamis (30/04/2020) malam membenarkan kejadian tersebut. “Ia betul, keributan itu terjadi siang tadi. Kami ini hanya menjalankan tugas sesuai dengan instruksi atau protokol pemerintah bahwa setiap kendaraan baik roda dua, empat atau lebih dan barang bawaan lainnya disemprot disinfektan. Tapi ibu yang menyebut dirinya juga dokter menolak dengan alasan lain”, jelas Hendri.

Kendaraan pribadi milik dokter Yanti jenis Agya warna merah dengan nomor polisi W 1531 BZ.

Petugas jaga Covid – 19 di Posko Covid cukup dibuat kesal dengan ulah sang dokter. Dalam video viral berdurasi 1 menit 48 detik yang juga diperoleh NTTOnlinenow.com para petugas jaga Vovid – 19 berusaha menjelaskan aturan yang dijalankan namun sang dokter tetap ngotot dengan mengakui bahwa dirinya juga dokter sedang bertugas dan tahu aturan.

“Saya juga seorang dokter dan tahu aturan. Saya paham prosedur dan mengerti protokol kesehatan tapi mobil saya sudah bersih, saya tidak mau mobil saya disemprot disinfektan lagi. Sebelum keluar saya sudah menyemprot duluan dan mobil saya dalam keadaan bersih”, tandas dokter Yanti.

Mirisnya, sang dokter mengaku mengetahui prosedur dan menegaskan bahwa ia mengerti protokol kesehatan namun menolak para petugas jaga yang menjalankan aturan pemerintah dalam upaya pencegahan penyebaran virus corona.

Oknum dokter tersebut tetap melakukan pegecekan suhu tubuh dan hasil tesnya menunjukan 37,2 derajat celcius dan kemudian melanjutkan perjalanan ke kota Atambua.