Alami Sesak Napas dan Demam, Pelajar SMA Korban Penganiayaan Lima Anggota Polisi, Diopname Di RS Leona Kefamenanu

Bagikan Artikel ini

Laporan Judith Lorenzo Taolin
Kefamenanu, NTTOnlinenow.com – Eduardus Fouk (17) siswa kelas 1 SMA Negeri 2 Atambua, korban penganiayaan 5 oknum polisi, akhirnya menjalani rawat inap di RSU Leona, Kefamenanu, Senin (27/4/2020) malam.

Direktur Lembaga Advokasi Anti Kekerasan Masyarakat Sipil (Lakmas) NTT, Viktor Manbait, S.H, yang mendampingi korban menjalani perawatan medis di RS Leona, mengatakan korban menderita kesakitan saat diperiksa dokter.

“Tarik nafas saja, dia merasa dadanya perih dan sakit sekali. Begitu juga, saat diminta dokter mengangkat tangannya ke atas umtuk diperiksa, korban menjerit kesakitan,” jelas Viktor Manbait didampingi Dirno Opat, Penasehat Hukum keluarga korban, Senin malam tadi.

Korban yang diinfus dan disuntik Analgetik, obat anti nyeri terlihat terbaring lemah di ruang UGD dijagai keluarganya.

Hasil rontgen tim medis Rumah Sakit, tidak ditemukan tulang yang patah, kecuali memar dan luka – luka.

Manbait mengungkapkan, setelah melapor ke Polres TTU, korban didampingi penasihat hukum dan keluarga menuju RSUD Kefamenanu untuk menjalani Visum et Repertum. Namun batal lantaran listrik di RSUD Kefamenanu padam, rumah
sakit dalam kondisi gelap.

Baca Juga : Korban Salah Tangkap, Dikeroyok Lima Anggota Polisi Hingga Nyaris Ditembak, Eduardus Fouk Pelajar SMA Melapor Ke Polres TTU 

Berhubung korban sudah mulai demam dan merasa kesakitan, akhirnya korban dilarikan ke RSU Leona untuk segera mendapat perawatan medis. Dan di sana korban ditangani dokter jaga di bagian UGD. Kemudian dokter menyarankan agar korban segera diopname merasa sakit di dada usai dikeroyok Minggu dini hari.

“Selasa (28/4/2020) pagi akan menjalani pemeriksaan medis lebih lengkap di RSU Leona,” tambah Manbait.

Sebelumnya diberitakan, Eduardus Fouk (17) siswa kelas 1 SMA Negeri 2 Atambua melapor ke Polres Timor Tengah Utara (TTU), Senin (26/1/2020) malam. la menjadi korban salah tangkap dan dikeroyok hingga babak belur oleh 5 anggota Polsek Biboki Anleu, Minggu (26/4/2020) sekitar pukul 02.00 dini hari. Korban juga mengalami trauma berat akibat pukulan beruntun di bagian rusuk kiri dan kanan serta todongan pistol yang secara berulang kali dilakukan oknum anggota polisi ke wajahnya.