Korban Salah Tangkap, Dikeroyok Lima Anggota Polisi Hingga Nyaris Ditembak, Eduardus Fouk Pelajar SMA Melapor Ke Polres TTU

Bagikan Artikel ini

Laporan Judith Lorenzo Taolin
Kefamenanu, NTTOnlinenow.com – Eduardus Fouk (17) siswa SMA Negeri 2 Atambua kabupaten Belu melapor ke Polres Timor Tengah Utara (TTU), Senin (27/04/2020) malam. la menjadi korban salah tangkap dan dikeroyok hingga babak belur oleh 5 anggota Polsek Biboki Anleu, Minggu (26/04/2020) sekitar pukul 02.00 dini hari.

Eduardus berdomisili di RT 07/RW 03/ Dusun III Desa Kota Foun, Kecamatan Biboki Anleu. Selama ini bersekolah di SMA Negeri 2 Atambua. Kemudian pulang ke kampung halamannya di Kota Foun untuk berlibur akibat Pandemi Covid-19.

“Benar. Saya sekarang dampingi korban untuk melapor ke SKPT Polres TTU. Karena korban penganiayaan adalah anak di bawah umur. Turut temani, Pak Dirno Opat, S.H, kuasa hukum dari keluarga korban,” jelas Direktur Lembaga Anti Kekerasan Masyarakat Sipil (Lakmas) NTT, Viktor Manbait, S.H, ketika dihubungi wartawan via telepon genggamnya, Senin (27/4/2020) malam.

Rusuk kanan dan kiri korban ditendang kemudian dipukul berulang kali dengan menggunakan pistol

Akibat salah tangkap dan pengeroyokan oleh lima oknum anggota polisi, lanjut Manbait, korban mengalami luka memar di sekujur tubuhnya. Diantaranya di dua kaki terutama di tulang kering dan lutut ditendang secara bergantian oleh beberapa anggota, pada kepala bagian belakang dipukul menggunakan pistol, kening, bibir robek pecah dan berdarah akibat ditampar berulang kali, punggung dan dua lengan dipukul bergantian dengan menggunakan kayu mentah, rusuk sebelah kiri dan kanan memar akibat dipukul berulang kali dengan menggunakan pistol yang mengakibatkan korban susah bernapas. Pada bagian wajah korban ditodong dengan menggunakan pistol kemudian dipaksa mengaku terlibat dalam pengeroyokan terhadap salah satu anggota polisi yang bertugas di Polsek Biboki Anleu pada Rabu (22/4/2020) malam.

Penganiayaan berat secara bergantian terhadap korban berlangsung saat kedua tangan korban disilang ke belakang dan diborgol. Ketika korban dibawa keluar dari tempat istirahatnya menuju ke jalan raya sekitar 3 kilo meter dengan kondisi jalan yang agak menanjak, rambut korban ditarik salah satu anggota dan memaksanya untuk berjalan lebih cepat. Padahal pada saat terjadi peristiwa keributan di Rabu malam itu, korban Eduardus Fouk sedang dalam perjalanan pulang dari Kota Kefamenanu ke kampung halamannya di Kota Foun.

“Korban tidak tahu menahu dan tidak terlibat peristiwa pengeroyokan polisi. Sebab malam itu baru tiba dari Kefamenanu. Karena lelah, dia tidur nyenyak sampai pagi,” jelas Manbait tentang latar belakang kenapa Eduardus Fouk jadi korban salah tangkap dan penganiayaan oleh 5 anggota Polsek Biboki Anleu. Keluarga korban, lanjut Manbait, akan memproses kasus ini hingga tuntas.

“Semoga keadilan dan kebenaran ditegakkan. Meski mereka oknum anggota polisi, namun harus diproses hukum,” tandas Manbait dibenarkan Dirno Opat, S.H.