Tunda Seleknas, Perpani Tunggu Petunjuk Kemenpora

Bagikan Artikel ini

Laporan Frans Watu
Jakarta, NTTOnlinenow.com – Merebaknya wabah corona virus membuat Pengurus Besar Persatuan Panahan Seluruh Indonesia (PB Perpani) menunda sejumlah agenda besar, salah satunya seleksi nasional atlit untuk dipersiapkan dalam pemusatan latihan berkesinambungan (Pelatnas jangka Panjang). Seleksi Nasional (Seleknas) yang diagendakan tanggal 1 April 2020 akhirnya ditunda karena penerapan social distancing dan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di beberapa wilayah Indonesia.

Menurut Wakil Ketua Umum Bidang Organisasi PB Perpani Sony Gatot Heriyanto pihaknya masih melihat perkembangan wabah corona dan menunggu arahan dari Kementrian Pemuda dan Olahraga.

“Betul ditunda, seleksi nasional yang semula diagendakan untuk menjaring atlit untuk pemusatan latihan berkesinambungan kita tunda mengingat adanya PSBB. Kapan bisa digelar kita tunggu arahan Kementrian Pemuda dan Olahraga”, tegas Sony.

Lanjut Sony PB Perpani sudah mempersiapkan program tersebut dengan baik, mulai dari pembentukan Panitia Seleksi hingga sejumlah atlit yang akan dipanggil mengikuti seleksi yang sedianya akan dilaksanakan di Lapangan Panahan Gelora Bung Karno, Jakarta.

Dari informasi yang disampaikan pihak Binpres , atlit yang akan dipanggil mengikuti seleksi nasional adalah atlit dari masing-masing nomor (kategori) yang menempati rangking 10 besar pada Kejuaran Nasional dan Pra PON tahun lalu.

Ketua umum PB Perpani Hj. Illiza Sa’aduddin Djamal,SE mendukung penundaan pelaksanaan seleknas. Kedepan seleksi akan dilaksanakan bukan hanya terhadap atlit tapi juga pelatih. Perpani akan menjaring semua potensi yang ada untuk mempersiapkan dream team menuju event besar tahun 2021.

“Melaksanakan seleksi merupakan sesuatu yang penting guna mendapatkan pelatih yang kredibel untuk melahirkan atlit yang professional. Saat ini betul kita menunda pelaksanaan seleksi nasional baik terhadap atlit maupun pelatih. Dengan situasi seperti ini pihak Perpani masih menunggu arahan pemerintah dan instansi terkait dalam hal ini Kementrian Pemuda dan Olahraga”, tutur Illiza yang juga legislator Aceh di Komisi X DPR RI.

Sementara itu Dr.Alman Hudri Wakil Ketua Umum Bidang Binpres menekankan seleknas itu sangat penting bagi atlit dan pelatih. Kita harus adil dan transparan untuk menentukan siapa yang memenuhi persyaratan untuk mencapai target prestasi guna mengangkat harkat dan martabat bangsa. Kegiatan seleknas ini dipersiapkan untuk menghadapi event Olimpiade yang diundur tahun 2021.

Jika Pelatnas sebelumnya kita fokus pada satu event, maka pelatnas kali ini sedikit berbeda karena ada 3 event besar yang harus kita rumuskan dalam program pelatihan. Pertama Olimpiade Tokyo yang akan dilaksanakan Juli-Agustus, kedua PON Papua yang akan dilaksanakan Oktober-November dan ketiga adalah Sea Games Desember. Khusus untuk Cabor Panahan ini menjadi tantangan tersendiri karena harus mencapai target yang dibebankan pada dua event besar Olimpiade dan Sea Games, lanjut Alman.