Cegah Covid-19, Desa Leosama Bagikan Masker dan Ember Cuci Tangan Pada Warga

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Pemerintah Desa Leosama, Kecamatan Kakuluk Mesak, Kabupaten Belu melakukan kegiatan bagi-bagi masker dan ember penampung air cuci tangan kepada warga desa setempat, Senin (20/4/2020).

Selain pembagian masker dan ember, dilaksanakan juga penyemprotan disinfektan kerjasama Desa dengan Puskesmas Atapupu di setiap rumah warga serta fasilitas publik.

Adapun, kegiatan tersebut dilaksanakan dalam rangka mendukung pencegahan penyebaran virus Corona (Covid-19) di wilayah perbatasan Belu dengan Negara Timor Leste.

Menurut Kepala Desa Leosama Arkadius Moruk, kegiatan hari ini kita fokus pada pencegahan penyebaran virus Corona atau Covid-19. Untuk anggran kegiatan bersumber dari APBS tahun 2020 sebesar Rp 23 juta.

Jelas Arkadius, rincian kegiatan melakukan penyemprotan cairan disinfektan pada beberapa titik di enam (6) Dusun dengan sasaran jalan desa, perumahan warga, kios, perbengkelan.

“Hari ini kita fokus kegiatan di 3 dusun, yakni dusun Lalori, Halimea, Takantade. Besok kita lanjut kegiatan di dusun Fatuatis, Wesasuit B dan Korbao,” terang dia.

Sementara itu, bak atau ember cuci tangan ditempatkan di tempat-tempat strategis seperti di polindes, posyandu, sekolah dan gereja. Selain itu pembagian masker sebanyak 1.367 masker untuk seluruh masyarakat Leosama.

“Sistem pembagiannya kita dor to dor, keliling setiap rumah masyarakat. Hal ini kita lakukan sesuai dengan protokoler kesehatan yakni tidak boleh mengumpulkan masa dan jaga jarak,” ucap Arkadius.

Lanjut dia, sebagai Pamerintah Desa diharapkan agar warga masyarakat memperhatikan protokoler kesehatan dengan menjaga kebersihan, rajin mencuci tangan, menghindari tempat-tempat keramaian.

“Kepada masyarakat apabila ada saudaranya atau kelurganya yang baru pulang dari daerah rantauan agar segera melaporkan diri ke pemerintah desa atau ke puskesmas, sehingga bisa diambil tindakan pencegahan berupa pemeriksaan kesehatan dan melaksanakan karantina mandiri selama 14 hari,” imbuh Arkadius.

Kepala Desa Leosama itu tambahkan, untuk kegiatan besok 21 April akan dilakukan juga kegiatan pembagian susu dan telur untuk anak-anak Paud sebanyak 50 orang anak yang berada di Paud Santo Petrus dan Sinar Harapan dengan sistem dor to dor atau dari rumah ke rumah.