Proyek Jalan I.J Kasimo Atambua Masih Menyisahkan ‘Masalah’

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Pekerjaan proyek pelebaran ruas jalan I.J Kasimo serta trotoar dalam Kota Atambua masih menyisahkan ‘masalah’.

Pasalnya, pada beberapa titik ujung drainase atau saluran got tidak selesai pengerjaan. Pembatas drainase tidak ditutup tapi dibiarkan terbuka. Kondisi tersebut nampak pada belokan simpang empat toko Karisma dan Flora.

Kondisi serupa di cabang masuk pasar baru tepatnya toko Suka Roti dan M2 batas drainase tidak selesai pengerjaan sehingga nampak lubang.

Demikian juga dengan ujung trotoar batas dengan deker depan warung bangkalan juga cabang masuk toko Flora arah ke rumah sakit Tentara tidak ada penahan deker.

Kondisi tersebut rawan dan mengancam keselamatan warga para pengguna jalan baik itu warga yang mengendarai kendaraan maupun warga pejalan kaki.

Kepada media, beberapa warga pengguna jalan yang tak mau disebutkan namanya meminta agar pihak terkait segera memperbaiki lubang tersebut karena sangat mengancam keselamatan pengguna jalan.

Demikian pantauan media dalam sepekan terakhir di jalan I. J Kasimo wilayah Kelurahan Beirafu, Kecamatan Atambua Barat, Kabupaten Belu, Timor Barat wilayah perbatasan RI-RDTL.

Sementara itu sesuai pengamatan media, Senin (13/4/2020) sebuah kayu dibalut kain ditancapkan pada lubang jalan tepatnya di deker jalur simpang empat toko Flora.

Terpisah Kepala Dinas PUPR Belu, Vincent Laka yang dikonfirmasi media sebelumnya mengatakan, pekerjaan ruas jalan sejak yang ditangani sejak 2019 tahun lalu sudah 100 persen.

“Untuk lanjutan yang belum selesai (got dan saluran yang masih terbuka) akan dikerjakan tahun ini dengan dana pemeliharaan darainase, belum lelang, terhambat karena Covid, selesai Covid baru dilelang,” ujar dia.

Untuk diketahui, pekerjaan pelebaran ruas jalan dan trotoar I. J Kasimo satu paket dengan jalur Samsat hingga Nekafehan atau pengadaan jalan dalam Kota sejak Juni 2019 lalu gunakan dana senilai Rp.13.448.000.000 bersumber dari APBD II Belu tahun 2019 lalu. Pelaksana proyek PT. Kurnia Mulia Mandiri dengan Konsultan Pengawas, CV. Bina Cipta Utama.