Masyarakat Tolak Wisma Atlet Stadion Golo Dukal Sebagai Tempat Karantina

Bagikan Artikel ini

Laporan Alvaro S. Marthin
Ruteng, NTTOnlinenow.com – Upaya keras Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Manggarai, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dalam memerangi penyebaran Covid-19 (C-19) di daerah itu dengan berencana akan menjadikan Wisma Atlet Stadion Golo Dukal Ruteng sebagai tempat karantina (Isolasi) sementara selama 14 (Empat Belas) hari bagi seluruh pendatang baru atau yang baru tiba dari daerah positif terpapar Virus Korona rupanya tak berjalan mulus.

Selasa, 7 April 2020 siang, sejumlah masyarakat kampung Leda, kabupaten Manggarai, NTT, pasalnya, mendatangi wisma Atlet Stadion Golo Dukal Ruteng saat Bupati Deno Kamelus dan wakil Bupati Manggarai, Viktor Madur bersama sejumlah orang lainnya tengah beraktivitas membersihkan gedung (Wisma atlet) sebelum digunakan. Kedatangan warga Leda itu untuk menolak rencana Pemkab Manggarai menjadikan Wisma itu sebagai tempat karantina dalam rangka mencegah penyebaran Covid-19.

Salah seorang tokoh masyarakat kampung Leda, Nikodemus Jemali, kepada wartawan usai melalukan penolakan itu via telepon selulernya mengatakan, pihaknya tidak pernah menolak itikad baik Pemkab Manggarai dalam upaya memerangi penyebaran Covid-19.

Namun yang terjadi adalah miskomunikasi. Pertama, tidak adanya komunikasi baik antara pemerintah dan masyarakat. Seolah-olah yang dibuat oleh pemerintah adalah kekuasaan. Kedua, Wisma Atlet bukan rumah sakit, apalagi dalam kaitannya dengan kasus Korona. Sehingga terkesan pemerintah seolah-olah membunuh orang Leda (masyarakat Leda).

Selain itu, Nikodemus juga mempertanyakan jaminan Pemerintah terhadap keamanan dan kesehatan masyarakat sekitar dari bahaya penyebaran Covid-19. Sebab saat ini masyarakat tidak lagi pada posisi cemas dan takut saja, tetapi sudah kategori akut, katanya.

“Saat ini, Kami bukan lagi cemas dan takut saja ase (adik), tetapi sudah masuk akut. Apalagi belum ada takaran jaminan dari Pemerintah terhadap kesehatan dan kemanan masyarakat Leda dari Virus Korona. Karena takut ini akan mematikan orang juga. Secara psyicologis, ketakutan itu akan melemahkan daya tahan tubuh kita untuk melawan virus,” ungkap Nikodemus.

Menjawab penolakan sejumlah masyarakat Leda, sebagaimana dikutip dari, www.ekorantt.com Bupati Manggarai Deno Kamelus, menjelaskan bahwa ini masih dalam tahap rencana, belum dieksekusi. Akan dilakukan sosialisasi terlebih dahulu dengan masyarakat sekitar apabila rencana ini jadi nantinya dan pemerintah tentu tidak akan membuat rakyatnya susah.

“Kalau nanti tempat ini dijadikan tempat karantina, pemerintah pasti sampaikan kepada masyarakat sekitar terlebih dahulu,” ungkap Deno.

“Ini yang datang dari Jakarta, Bandung, Surabaya, Makassar, Bali, itu anak-anak kita. Mereka sudah tidak kerja, tidak kuliah, bahkan sudah ada yang tidak makan di sana,” tambah Deno.

Apa yang dilakukan pemerintah, termasuk berpikir untuk menyediakan tempat karantina, menurut dia, adalah upaya pencegahan corona.

“Jangan dikira kita tidak berpikir tentang masyarakat di sekitar sini. Tapi kita belum sampai ke sana, ada waktunya kita berdialog,” tutupnya.

Sementara pantauan Media ini sehari sebelumnya, Senin, 6 April 2020 siang, Bupati Manggarai, Deno Kamelus bersama Wakil Bupati, Viktor Madur berserta sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Lingkup Pemkab Manggarai dan sejumlah petugas Pt. PLN Rayon Ruteng menyambagi Wisma Atlet Stadion Golo Dukal untuk melihat langsung kondisi wisma itu sebelum digunakan, termasuk kapasitasnya.

Ketika itu, Bupati Manggarai, Deno Kamelus, menjelaskan, rencana ini akan segera dieksekusi apabila semuanya sudah siap, dalam hal ini fasilitasnya sudah lengkap. “Ya kita siap kalau semuanya sudah siap,” ujarnya singkat.

Langkah itu diambil Pemkab Manggarai, menyusul distribusi orang dari luar daerah masuk Manggarai ditengah pandemi Korona ini makin tinggi belakangan ini.

Diketahui, Wisma Atlet Stadion Golo Dukal ini memiliki 30 unit ruangan lengkap dengan kamar mandi dalam. Diperkirakan bisa menampung kurang lebih 300-an orang nantinya.

Menurutnya, wisma atlet juga sangat mendukung untuk melakukan karantina. Selain jauh dari permukiman penduduk, juga memiliki tempat untuk berolah raga dalam rangka untuk menjaga stamina tubuh.

“Disini juga ada stadion untuk mereka lari-lari pagi. Berjemur untuk ketahanan tubuh juga,” tutupnya.