Wisma Atlet Stadion Golo Dukal Akan Dijadikan Tempat Karantina ODP

Bagikan Artikel ini

Laporan Alvaro S. Marthin
Ruteng, NTTOnlinenow.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Manggarai, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) berencana akan menjadikan Wisma Atlet Stadion Golo Dukal Ruteng sebagai tempat karantina (isolasi) sementara selama 14 (empat belas) hari bagi seluruh pendatang baru atau yang baru tiba dari daerah positif terpapar Virus Korona atau orang dalam pemantauan (ODP).

Langkah itu diambil Pemkab Manggarai, menyusul distribusi orang dari luar daerah ditengah pandemi Korona ini makin tinggi belakangan ini.

Senin, 6 April 2020 siang, Bupati Manggarai, Deno Kamelus, Wakil Bupati, Viktor Madur bersama sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Lingkup Pemkab Manggarai dan sejumlah petugas Pt. PLN Rayon Ruteng menyambagi Wisma Atlet Stadion Golodukal untuk melihat langsung kondisi wisma itu sebelum digunakan.

Tiba di Wisma atlet, Bupati dan wakil Bupati bersama rombongan langsung mengecek satu persatu ruangan yang ada, mulai dari lantai 1 (satu) gedung hingga lantai 2 (dua) guna memastikan layak atau tidaknya untuk digunakan. Wisma tersebut memiliki 30 unit ruangan lengkap dengan kamar mandi dalam. Diperkirakan bisa menampung kurang lebih 300-an orang nantinya.

Bupati Manggarai, Deno Kamelus, Kepada wartawan mengatakan, untuk sementara sejauh ini, NTT pada umumnya masih bebas dari Korona. Akan tetapi, dilihat dari potensi, penyebarannya saat ini datang dari Orang Tanpa Gejala (OTG) yang memiliki riwayat dari daerah terpapar, seperti Jakarta, Bandung, Bogor, Denpasar, Makassar dan seterusnya.

Data nasional, lanjut Dia, pertama DKI, kedua Jawa Barat, Ketiga Jawa Timur, kemudian Makssar dan Bali.

“Kita ini tidak tahu mereka datangnya darimana. Saya rencanakan 14 (empat belas) hari dulu mereka disini. Untuk memudahkan kita juga dalam mengawasi mereka. Nanti tim medis akan rutin datang untuk mengecek mereka, mewawancarai mereka sehingaga kita gampang melakukan tresingnya. Kalau selama itu ada gejala, kita bawah mereka ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis khusus disana dan diisolasi. Mereka disini selama 14 hari hanya untuk memastikan bahwa dia dalam kondisi aman, tidak meyebarkan virus kemana-mana. Kita mau safe (aman) ini daerah,” ujar Bupati Beno Kamelus.

Wisma Atlet Stadion Golo Dukal Ruteng sebagai tempat karantina (isolasi) sementara selama 14 (empat belas) hari bagi seluruh pendatang baru atau yang baru tiba dari daerah positif terpapar Virus Korona atau orang dalam pemantauan (ODP)

Menurutnya, wisma atlet juga sangat mendukung untuk melakukan karantina. Selain jauh dari permukiman penduduk, juga memiliki tempat untuk berolah raga dalam rangka untuk menjaga stamina tubuh.

“Disini juga ada stadion untuk mereka lari-lari pagi. Berjemur untuk ketahanan tubuh juga,” tambahnya.

Rencana ini akan segera dieksekusi apabila semuanya sudah siap. “Ya kita siap kalau semuanya sudah siap,” imbuhnya.

Deno juga menyebutkan, berdasarkan data yang ada, kabupaten Manggarai saat ini, sudah lebih dari seribu orang datang dari luar daerah dan masuk melalui pintu masuk Pelabuhan Kedindi Reo, kabupaten Mangarai dan Labuan Bajo (Pelabuhan dan Bandara Komodo) kabupaten Manggarai Barat (Mabar).

Namun untuk mencegah penyebaran covid-19, selain melakukan screening kesehatan terhadap seluruh pelaku perjalanan, Bupati Deno, juga mengaku dirinya, telah mengeluarkan surat untuk pihak kapal.

“Saya sudah keluarkan surat untuk Kapal, hanya satu kali dalam satu bulan. Itupun dia datang dengan salah satu syarat harus memiliki dokumen deklarasi kesehatan. Jadi setiap kapal yang menaikan penumpang dari wilayah terpapar, wajib mengisi sebuah dokumen yang menyatakan bahwa, nahkoda, penumpang dalam keadaan sehat. Sesuai dengan ketentuan pasal 19 tentang undang-undang karantina kesehatan nomor 6 tahun 2018. Kecuali kapal barang, kapal pertahanan kemanan, kapal dalam rangka penanganan Covid, kapal bahan bakar minyak, tetapi apabila datang dari daerah terpapar, tetap harus berpedoman pada aturan yang sama, yaitu wajib menyiapkan dokumen yang menyatakan bebas covid,” tandasnya.

Bupati Deno, juga mengungkapkan, dirinya telah berkoordinasi dengan Pemkab Mabar terkait dengan distribusi orang masuk dari luar daerah yang masuk melalui Labuan Bajo agar menyiapkan fasilitas karantina wilayah bagi mereka sebelum akhirnya melanjutkan perjalanannya ke kabupaten Manggarai.