Di Belu Jumlah ODP Berkurang, 4 Orang Selesai Pemantauan

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Kepala Dinas Kesehatan Belu, dr. Joice Manek mnengungkapkan data pantauan Gugus Tugas Covid-19 hingga saat ini status ODP menurun 44 orang dari rincian jumlah 49 ODP sebelumnya.

“Data kemarin 49 ODP. Sebenarnya hanya ada 48 ODP karena 1 ODP ada pendobelan pendataan. Saat ini tercatat 4 orang yang telah selesai masa inkubasi atau pantauan dengan hasil negatif sehingga jumlah ODP tersisa 44 orang,” urai Joice dalam jumpa pers bersama Gugus Tugas di posko kantor Dinkes Belu, Senin (6/4/2020).

Sementara itu, kaitan dengan pemantauan terhadap warga berstatus Orang Dalam Pemantauan (ODP) dijelaskan, pihaknya melakukan pemantauan berkala selama 14 hari sejak yang bersangkutan melapor diri ke call center.

“Tim mengawasi ODP selama 14 hari secara berkala dengan mendatangi kediaman yang bersangkutan serta komunikasi melalui telepon dan menyarankan agar menjalani karantina mandiri dan jika ada indikasi sakit yang mengarah pada Covid-19 maka akan direkomendasikan untuk berobat ke Fasilitas Kesehatan terdekat atau Rumah Sakit dan pengobatannya sesuai gejala yang dialami oleh ODP bersangkutan,” terang Joice.

Mantan Direktur RS Atambua itu mengatakan, terkait atatus Pelaku Perjalanan Beresiko tidak semuanya masuk dalam kategori ODP sehingga masyarakat pun tidak perlu cemas dan khawatir sebab ODP hanya bagi para pelaku perjalanan yang memiliki indikasi gejala Covid-19, sehingga harus menjalani karantina selama 14 hari dan petugas akan memantau perkembangan ODP bersangkutan.

Dihimbaukan kepada seluruh warga sesuai instruksi terbaru, agar wajib menggunakan masker. Selain itu kepada ODP yang menjalani karantina mandiri wajib melakukan beberapa hal yakni, gunakan masker, jaga jarak dengan orang lain minimal 1-2 meter, jauhi kerumunan warga dan rutin mencuci tangan dengan sabun.

Masih menurut Joice, terkait data ODP pihaknya tetap merahasiakan data demi menjaga agar tidak menimbulkan kepanikan masyarakat, serta mengharapkan yang bersangkutan aktif melapor diri ke call center agar semua dapat terpantau secara baik.

Ditambahkan, jumlah pelaku perjalanan beresiko tercatat 782 orang dan dipastikan akan terus bertambah karena banyak pelajar, mahasiswa dan pekerja migran dari luar NTT yang pulang kampung.

“Kami terus melakukan pemantauan berkala terhadap orang-orang yang baru kembali dari luar NTT terlebih daerah zona merah. Kami minta keluarga, kerabat aktif lapor ke call center kami biar petugas langsung turun dan lakukan pemantauan,” ucap Joice.