ODP di Kabupaten Belu Capai 31 Orang

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Berdasarkan data Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona Virus-19 per tanggal 1 April 2020 Orang Dalam Pengawasan (ODP) meningkat jadi 31orang dari sebelumnya 24 ODP per tanggal 31 Maret 2020.

Demikian Kadis Kominfo Belu, Johanes Prihatin dalam rilis yang diterima media berdasarkan
hasil monitoring Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Belu hingga pukul 15:00 wita Rabu (01/04) dari 17 Puskesmas di 12 Kecamatan di Kabupaten Belu, Timor Barat perbatasan RI-RDTL.

Selain itu, diungkapkan adanya 508 orang Pelaku Perjalanan Berisiko Dalam Pantauan (PPBP) dan 31 Orang Dalam Pemantauan (ODP). Sedangkan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dan orang yang terkonfirmasi Covid-19 nihil.

Kesempatan itu dihimbau kepada seluruh lapisan warga masyarakat Belu untuk senantiasa menjalankan pola hidup sehat, berdiam diri di rumah saja. Menjaga jarak fisik apabila terpaksa bertemu orang lain, tidak boleh bersentuhan atau membatasi interaksi fisik, hindari kerumunan orang, membiasakan diri mencuci tangan pakai sabun.

Masih menurut Prihatin, kepada warga masyarakat Belu yang baru pulang dari luar daerah terutama daerah yang terinfeksi Covid-19 agar melaporkan diri ke Posko Gugus Tugas melalui call center 081238654568 yang aktif 24 jam untuk selanjutnya mengikuti arahan petugas termasuk mengisolasi diri.

Terkait Informasi perkembangan data monitoring dan penanganan Covid-19, Kadis Johanes menginformasikan, secara berkala Gugus Tugas akan merilis melalui website http://www.belukab.go.id, http://www.kominfo.belukab.go.id dan http://www.protokol.belukab.go.id serta media sosial Dinas Kominfo Kabupaten Belu dan media sosial Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Belu. Karena itu, masyarakat Belu diimbau bijak jika mendapatkan data dari sumber lain.

Prihatin juga mengimbau agar warga masyakarat Belu bijak dalam menggunakan media sosial, terutama dalam situasi seperti ini. Hindari menyebarluaskan berita atau informasi yang belum diverifikasi kebenarannya, hindari membuat dan menyebarkan hoax, serta percaya hanya pada media mainstream dan sumber berita terpercaya. Selain itu, lindungi diri, lindungi sesama.