Covid-19 di Timor Leste, 815 di Karantina, 1 Positif Corona. KBRI Dili Rilis Surat Himbauan Bagi WNI

Bagikan Artikel ini

Laporan Judith Lorenzo Taolin
NTTOnlinenow.com – Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Dili, Timor Leste pada Selasa (31/03/2020), merilis Surat Himbauan terkait penyebaran Virus Corona (Covid -19) di Timor Leste kepada seluruh Warga Negara Indonesia yang sementara bepergian atau tinggal menetap di wilayah Timor Leste.

Pemerintah Timor Leste dalam pemberlakuan State of Emergency sampai dengan 26 April 2020, mengimbau para WNI agar segera kembali ke Indonesia via Pos Perlintasan Negara RI RDTL (Jalur Darat),  maupun Bandara Internasional Dili (Jalur Udara), bagi yang tidak memiliki kepentingan mendesak di Timor-Leste.

WNI dihimbau agar sebelum kembali ke Indonesia, melengkapi diri dengan Surat Keterangan Kesehatan dari RS Nasional Guido Valladares (HNGV) atau Klinik.

Upaya lain memutuskan rantai penyebaran Covid-19, Pos Perlintasan Negara Rl-RDTL dibatasi, yakni dibuka hanya pada pukul 10.00 -12.00 WTL. Masyarakat WNI pun diwajibkan melintasi Jalur Resmi.

Bagi para WNI, sebelum kembali ke Indonesia, diwajibkan melapor diri ke KBRI Dili Via SMS/Whatsapp ke nomor Hotline KBRI Dili di +670 7375 5000. Dan demi menjaga kesehatan semua wajib mematuhi Protokol Kesehatan Pemerintah dua negara, Indonesia dan Timor Leste.

Dalam himbauan yang dirilis, diumumkan di wilayah Timor Leste telah terjadi infeksi dan penyebaran virus Corona.  Sehingga KBRI Dili mengimbau WNI yang berada di Dili untuk menghindari kunjungan ke wilayah terjadinya penyebaran virus Corona yang sudah terinfeksi Virus Corona.

Selain itu oleh Pemerintah Timor Leste, para WNI dihimbau agar menghentikan transportasi publik. Yang mana saat ini telah terdapat pembatasan penerbangan (Jalur Udara) Dili – Denpasar, travel jalur darat telah berhenti beroperasi. Adapun tempat pembelanjaan seperti toko sembako, bahan bangunan, pasar, bank, klinik dan apotik tetap dibuka beberapa pada jam yang dibatasi. Masyarakat diwajibkan mengenakan masker dan melakukan physical distancing serta mencuci tangan di tempat – tempat yang disediakan.

Aparat Kepolisian dan Militer Timor Leste terus menjaga dan memastikan tidak ada perkumpulan massa, seperti perkumpulan lebih dari 5 orang. Sekolah dan berbagai kegiatan pendidikan telah diliburkan sejak 24 Maret 2020 sampai dengan waktu yang ditentukan. Jam Operesional Pos Perlintasan Negara RI – RDTL dibatasi menjadi jam 10.00 – 12.00 WTL.
KBRI Dili mengimbau agar masyarakat WNI tetap melintas melalui Jalur Resmi.

Sementara jumlah PNS TL yang bekerja di K/L TL sudah mulai dikurangi dan diberlakukan skema Work From Home (WFH). Dan selama masa State of Emergency (sampai dengan 26 April 2020) seluruh Perijinan, Visa, Izin tinggal Residen dan Dokumen Administratif akan tetap berlaku, meskipun melewati tanggal habis berlaku Dokumen tersebut atau Expired. Namun diminta untuk tetap menginformasikan dan melaporkan ke Imigrasi Timor Leste . Kepada masyarakat WNI diminta tetap mematuhi ketentuan yang diberlalukan Pemerintah setempat dan memperhatikan imbauan KBRI Dili.

KBRI Dili terus mencermati perkembangan wabah COVID-19 di Timor Leste. Berdasarkan Press Release KBRI Dili tertanggal 31 Maret 2020 yang diterima NTTOnlinenow.com, jumlah warga yang sedang menjalani proses karantina di Timor-Leste per tanggal 30 Maret 2020 adalah 815 orang, sebagian besar merupakan warga yang masuk melalui jalur darat (PLBN Motaain).

Hingga saat ini, terdapat 1 (satu) warga yang positif terinfeksi COVID 19 dan saat ini masih menjalani perawatan intensif di Dili.

Ditengarai cukup banyak warga Timor Leste dan WNI yang masuk melalui jalur tikus untuk menghindari proses karantina dan mensiasati pengurangan jam operasi PLBN.

Perbuatan melintas secara ilegal di perbatasan dinilai sangat berbahaya bagi kedua negara dan dikhawatirkan penyebaran wabah COVID 19 tidak terpantau dengan baik.

Menyikapi kondisi ini, KBRI Dlli mengimbau agar kiranya masyarakat kedua negara terus diberikan pemahaman atas dampak wabah COVID 19 melalui perlintasan ilegal di perbatasan sehingga diperlukan kerja sama yang baik dalam pencegahan wabah ini.

Diharapkan Pemerintah Provinsi NTT dan Pemerintah Kabupaten perbatasan NTT dapat terus memperketat pengawasan lalu lintas manusia, melakukan sosialisasi melalui media massa serta sedapat mungkin menunda perjalanan warga NTT ke wilayah Timor-Leste hingga wabah COVID 19 mereda.