Melawan Saat Ditangkap, Residivis Pelaku Pencurian Alat Elektronik dilumpuhkan Polisi

Bagikan Artikel ini

Laporan Judith Lorenzo Taolin
Kefamenanu, NTTOnlinenow.com – Kepolisian Resor Timor Tengah Utara (Polres TTU), mengungkap kasus tindak pidana khusus pencurian barang elektronik yang mulai marak sejak tahun 2019.

Kepala Kepolisian Resor Timor Tengah Utara, AKBP Nelson Felipe Dias Quintas S.I.K, kepada sejumlah media di Kefamenanu Senin (30/03/2020) mengatakan pihaknya telah menangkap seorang pelaku pencurian barang elektronik yang selama ini beroperasi di wilayah hukum Polres TTU.

“Pada Sabtu dini hari (28/03/2020) tim Buser Reskrim TTU mengamankan seorang laki – laki, Imanuel Selan (24) kelahiran Oenenu yang sekarang beralamat di Kelurahan Sasi, Kecamatan Kota, kabupaten TTU.
Imanuel Selan diketahui merupakan otak pencurian dan residivis tindak pidana pencurian berat, ditangkap di kontrakannya, Kelurahan Sasi.

“Penangkapan tersangka kasus pencurian berat atas nama Imanuel Selan, dasarnya ada 5 Laporan Polisi (LP) yakni, LP/ 365 / XII / 2019 /NTI‘ / RES TTU, Tanggal 12 Desember 2019, LP/ 105 / III / 2020 / NTT / RES TTU, Tanggal 24 Maret 2020, LP/ 11 1 / IH / 2020 / NTT / RES TTU, Tanggal 27 Maret 2020, LP/ 114 / III / 2020 / NTT / RES TTU, Tanggal 28 Maret 2020, LP/ 115 / III / 2020 /NTT / RES TTU, Tanggal 28 Maret 2020. Tempat Kejadian Perkara (TKP) nya ada 7 yakni di rumah Dinas BPS yang beralamat KM 4 Jurusan Kupang, Kelurahan Kefamenanu Selatan Kecamatan Kota, Km 5 Jurusan Kupang samping RS Leona Kelurahan Maubeli Kecamatan Kota Kefamenanu, Sasi, Kecamatan Kota Kefamenanu, Besnaen, Kelurahan Maubeli Kecamatan Kota Kefamenanu, Kos-kosan Km 7 Jurusan kupang Kelurahan Sasi, Pasar Baru Kelurahan Benpasi, Kecamatan Kota Kefamenanu, Kantor Kehutanan bertempat di Km 6, Kelurahan Maubeli dan 33 Barang Bukti. Lebih banyak yang didapati handphone, laptop, setrika dan beberapa alat elektronik lainnya juga ada bahan pokok makanan berupa beras”, jelas Kapolres Nelson.

Lebih lanjut dijelaskan Nelson, aksi tunggal tersangka dilakukan setiap jam – jam rawan yakni di waktu subuh saat semua orang tertidur. “Pelaku melakukan aksinya di subuh hari dengan mencongkel pintu dan jendela rumah para korban. Aksinya itu pada sekitar pukul 2 dan 4 subuh. Pelaku yang diamankan di Kontrakannya di kelurahan Sasi sempat melakukan perlawanan, berusaha melarikan diri, sehingga kita melakukan tindakan yang melumpuhkan.
Tersangka juga merupakan residivis dan ancaman hukumannya 7 tahun penjara sesuai pasal 363 KUHP “, lanjut Nelson.

Kapolres Neilson, saat berbicara dengan Tersangka Imanuel Selan, Senin (30/03) di Polres TTU.

Kepada seluruh warga yang berada di wilayah hukum Polres TTU, Kapolres Neslon menghimbau agar selalu waspada terutama di jam – jam rawan.

“Masyarakat dihimbau untuk tetap waspada pada saat jam – jam rawan. Jika ada yang mencurigakan atau ada kejadian – kejadian yang merugikan, agar bisa langsung koordinasi dengan kami. Karena Polres TTU tetap melakukan patroli di kota Kefa 1 x 24 jam”, himbaunya.

Tersangka, Imanuel Selan dibekuk tim Buser Polres TTU atas laporan masyarakat.
Awalnya masyarakat sekitar melihat warga baru yang mengontrak satu kamar di Kelurahan Sasi. Tersangka diketahui tidak bekerja namun setiap keluar rumah di malam hari, pulangnya selalu membawa sejumlah barang. Kecurigaan tersebut dilaporkan warga ke Pihak Kepolisian. Dengan banyaknya laporan pencurian yang diterima, tim Buser Polres TTU langsung mendatangi kontrakan tersangka, melakukan penggeledahan dan ditemukan semua barang curian. Setelah melakukan pengembangan barang – barang tersebut disita sebagai Barang Bukti untuk kepentingan proses hukum selanjutnya.

Berikut 33 Barang Bukti Perkara Pencurian Dengan Pemberatan :
1 unit Samsung J 1 Ace warna gold, 1 unit Samsung Grand Prime warna Putih, 1 unit Samsung J4 warna Gold, 1 unit Asus Zenfone 5 bagian depan berwarna hitam dan Pada bagian belakang berwarna Putih, 1 unit Blackberry le Android warna Hitam, 1 unit Lenovo K5 warna Gold, 1 unit speaker mini JBL pada bagian depan speaker berwama merah dan pada bagian balakang speaker berwarna hitam, 1 unit Flash warna Putih Merk Toshiba, l unit Samsung JlI F warna Putih, 1 unit Samsung J 3 warna gold, 1 unit kunci sok berwarna silver, 1 buah grendel pintu, 1 karung beras 40 kg, 1 unit setrika listrik merk Philips, 1 unit Notebook merk Acer warna hitam, 2 lembar kain tenun bermotif buna, 1 unit Notebook Acer berwarna silver hitam tipe Aspere Vs Series, 1 unit hard disk wama merah merk samsung, 1 unit Gurinda listrik warna silver dengan merk modem, 1 pucuk senapan angin warna hitam dengan merk cannon, 1 unit HP Ballphone warna putih, 2 unit skaf listrik berwarna orange dengan merk Maktek, 1 unit gergaji listrik genggam berwama hijau dengan merk modem, 1 unit Mick warna hitam, 1 unit hp wama hitam dengan merk Nexcom, 1 unit alat Profil besar dengan wama hijau merk NRT PRO, 1 unit Profil Kecil merk modem warna silver, 1 unit gurinda berwama hijau silver dengan merk modem, 1 unit gurinda warna coklat dengan merk modern, 1 buah obeng plat berwama merah,1 unit Notebook Asuz wama hitam, 1 unit HP Evercross warna hitam, 1 unit tas notebook yang berisikan 1 unit notebook merk acer warna hitam dengan tipe ASPERE ONE beserta alat casnya.