Covid-19, Thomas Laka : Tidak Ada Pasien ODP di Dua Rumah sakit di TTU, Kabupaten Perbatasan RI – RDTL.

Bagikan Artikel ini

Laporan Judith Lorenzo Taolin
Kefamenanu, NTTOnlinenow.com – Seorang pasien yang diberitakan terdahulu menjadi ODP, Orang Dalam Pemantauan di Rumah Sakit Leona Kefamenanu Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), menurut Plt Dinas Kesehatan (Dinkes), Thomas Laka tidaklah benar. Dan ia menyebut informasi yang sudah tersebar di media sosial itu tentunya sangat meresahkan warga setempat.

Dikatakannya, pasien yang diduga sebagai ODP hanyalah pasien biasa yang tidak masuk kategori ODP. Ia menyampaikan informasi tersebut setelah mengkonfirmasi langsung dua Direktur Rumah sakit di Kefamenanu.

“Berita yang sudah beredar di media sosial, disebutkan ada 1 pasien ODP Covid-19 di Rumah Sakit Leona. Satu orang pasien yang di rawat di Rumah Sakit Swasta, Leona Kefamenanu bukan ODP Covid – 19. Si pasien tidak mengalami gejala yang mengarah ke ODP Covid – 19”, ungkap Laka.

Kepada NTTOnlinenow.com, Laka di tengah kesibukannya bersama staf melakukan penyemprotan Disinfektan di lokasi Pasar Lama Kefamenanu menjelaskan, setelah mendapat informasi ia dan Kabid P2 langsung mendatangi pasien malam.itu juga dan mengonfirmasi Direktur dua RS di Kefamenanu. Dan hasilnya tidak ada Pasien ODP di dua rumah sakit besar di Kefamenanu. “Tadi malam kabid P2 yang membidangi Pengendalian Penyakit bersama tim dari Puskesmas sudah langsung ke rumah yang bersangkutan. Berita itu tidak benar. Tadi pagi juga, Selasa (24/03) saya sudah koordinasi dengan Kepala Rumah Sakit Umum Daerah, dr Agustina dan Direktur RS Leona, dr Dea juga tim dari dinas, hasil konfirmasi tidak seperti yang termuat di media sosial bahwa di TTU ada pasien ODP Covid – 19”, tegas Laka.

Pernyataan Laka dibenarkan Kepala Bidang Pengendalian Penyakit (P2) Dinas Kesehatan, Theofilus Bifel. “Iya, Tadi malam itu kita sudah langsung mencari dan bertemu yang bersangkutan. Ternyata dalam komunikasi kami, kondisinya tidak seperti yang termuat dalam berita terdahulu.

Gejala – gejala dan tanda yang terlihat secara medis juga tidak seperti yang sudah tersiar di media sosial. Suhu tubuh yang bersangkutan 35 derajat celcius. Sementara diketahui bahwa suhu tubuh normal untuk orang dewasa berkisar 36, 5 derajat sampai 37,5 derajat celcius. Kalau sudah 38 derajat celcius sudah masuk demam, naik ke 39,5 derajat celcius masuk kategori demam tinggi dan jika mencapai 41 derajat celcius kategori demam sangat tinggi. “, terang Bifel.

Penjelasan lanjutan Bifel, bahwa pasien yang diduga menjadi ODP itu adalah warga dari luar kota Kefamenanu, yang kebetulan ada di sini dan mempunyai gejala awal demam sehingga mengecek kondisinya di RS Leona.

Penyemprotan Disinfektan di tempat – tempat Umum dalam kota Kefamenanu

“Yang diduga ODP Covid – 19 itu asalnya dari Kecamatan Miomaffo Barat. Kebetulan dia itu beli rumah di KM 6 Kefamenanu sehingga sementara dia menetap di Kefamenanu. Karena merasa kurang enak badan, yang bersangkutan ke RS Leona dengan tujuan memeriksa kesehatan. Dia memang sempat di rawat di RS Leona, tapi hari itu juga Minggu (22/03) setelah menjalani pemeriksaan langsung dipulangkan ke rumah lantaran kondisinya masih normal tidak masuk dalam kategori ODP Covid-19”, sambung Bifel.

Berbagai upaya preventifpun dilakukan Dinas Kesehatan kabupaten TTU dalam pencegahan Covid- 19.

“Kami dari Dinkes melibatkan petugas – petugas Puskesmas untuk memberikan informasi, penyuluhan kepada masyarakat tentang pencegahan Covid-19. Selain itu, sebagai langkah antisipasi dilakukan penyemprotan desinfektan di beberapa titik diantaranya, di pasar – pasar, terminal, asrama dan kos – kosan pelajar mahasiswa, perkantoran dan tempat – tempat umum lainnya. Ini kami kerja maksimal untuk menjaga pencegahan penyebarluasan virus Corona. Kalau malam ini penyemprotan desinfektan belum selesai, akan kami lanjutkan besok”, beber Plt Dinkes Thomas Laka.

Ia juga menyampaikan himbauan kepada masyarakat untuk bisa bekerjasama dalam memberikan informasi ke Dinas kesehatan melalui call center yang telah terbentuk.

“Ini nomor call center Covid-19, 085333828987. Tolong agar seluruh masyarakat bisa bekerja sama dengan menyampaikan berbagai hal yang menyangkut penyebaran virus corona dan upaya pencegahannya. Tolong juga laporkan ke kami jika mengetahui ada orang yang baru pulang dari luar daerah terpapar Covid-19 sehingga memudahkankan tim medis dalam pengawasan”, pinta Laka.