Begini Kata Kapolres Belu Terkait Kasus Maek Bako

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Selain pengumpulan data dan keterangan, penyidik Kepolisian Polres Belu juga tengah mengumpulkan informasi lainnya terkait dengan penyelidikan kasus Maek Bako atau Porang program Dinas TPHP Kabupaten Belu.

Kapolres Belu, AKBP Cliffry S. Lapian mengatakan bahwa, hingga saat ini pihaknya masih melakukan pengumpulan data serta keterangan dari saksi-saksi terkait kasus maek bako atau porang.

“Jadi dari penyidik telah melakukan langkah-langkah pemeriksaan terhadap saksi,” ujar Cliffry ditemui awak media di Mapolres Belu, Selasa (24/3/2020).

Lanjut dia, dari penyidik juga saat ini sementara mengumplkan bahan keterangan, maupun informasi-informasi kemudian hal yang lain yang menyangkut dengan penyelidikan tersebut.

“Jadi, ya masih dalam tahap penyelidikan. Nanti kalau memang perkembangan akan kita sampaikan kemudian,” kata Cliffry.

Ketika ditanyai, apakah Polres Belu serius dan fokus menangani kasus Maek Bako, jelas Cliffry pihaknya fokus tangani kasus tersebut.

Diberitakan sebelumnya, beberapa pihak jelas Siregar, telah dipanggil penyidik guna malakukan klarifikasi kasus tersebut sekaligus melakukan pengumpulan data dan pengumpulan keterangan.

“Kita profesional aja. Yang bisa kita sampaikan bahwa kita masih mengumpulkan dokumen,” ujar Kasat Reskrim Polres Belu, AKP Sepuh A. Siregar ketika ditemui awak media kali lalu.

Menurut dia bahwa, pihak penyidik tidak mungkin menyampaikan teknis penanganan kasus tersebut kepada khalayak sebab penyelidikan bersifat rahasia.

“Kita tidak mungkin sampaikan teknis penanganannya kepada khalayak karena penyelidikan rahasia,” kata Siregar.

Lanjut Kasat Reskrim Polres Belu itu, satu hal saja yang perlu saya sampaikan sebagai tanggapannya, saya mengucapkan terima kasih atas perhatian masyarakat atas perkara ini. “Kita bekerja profesional sesuai tahapan-tahapan prosedur yang ada,” tegas Siregar.

“Saya minta masyarakat bisa bersabar saat ini sampai kita bisa memutuskan langkah-langkah lanjutan yang signifikan dan biarkan penyelidik melakukan pekerjaannya,” sambung dia.

Diketahui, Senin (16/3/2020) sekira pukul 15.00 Wita sesuai pantauan media, di ruangan Tipikor nampak beberapa warga salah satunya diduga merupakan oknum ASN pada BPKAD Belu yang tengah dimintai keterangan guna klarifikasi kasus mako.

Menurut Siregar, seperti penglihatan teman-teman media kita on the track. Penyidik memanggil pihak lainnya guna melakukan klarifikasi.

“Kita masih lakukan pendalam. Masih kita dalami saat ini kita lalukan klarifiaksi. Kita baru sebatas kulit, nanti baru buahnya,” ujar dia sembari tersenyum.

Pihaknya masih dalam penyelidikan dan pemanggilan pihak lain guna melakukan klarifikasi terkait dengan anggaran serta bantuan maek yang diterima. Sesuai pengakuan rekan kerja pengadaan maek bako 49 ton, namun hanya 38 ton dan kita masih dalami.

“Kita serius lakukan penyelesaian kasusnya. Sampai saat ini kita masih dalami, puldata, pulbaket. Kalau ada temuan penyimpangan yang bersifat korupsi kita naikan ke status penyidikan,” tandas Siregar.

Ditegaskan bahwa, pihaknya serius dan fokus menangani kasus maek bako. Pihaknya ingin menghindari kepentingan politik, dan bekerja sesuai regulasi atau aturan yang berlaku.

“Saya katakan Polisi tidak ada kepentingan politik dalam pemeriksaan kasus maek bako, dan bekerja sesuai aturan,” kata Siregar.