RSD Mgr. Gabriel Manek Atambua Perbatasan RI-RDTL Masuk Daftar Rujukan Penanganan Covid-19

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Memiliki letak yang strategis di perbatasan RI-RDTL, RSUD Mgr. Gabriel Manek, Svd Atambua dengan aktivitas pelintasan yang tinggi, RS Atambua masuk daftar salah satu dari 5 RS rujukan di wilayah NTT, Timor Barat untuk menangani Pasien terjangkit virus Corona atau Covid-19.

Keempat rumah sakit rujukan lainnya di wilayah NTT diantaranya, RSUD Prof. Dr. WZ. Johanes Kupang, RSUD TC Hillers Maumere, RSUD Komodo Manggarai Barat, dan RSUD Umbu Rara Meha Waingapu.

Wakil Bupati J. T Ose Luan menyampaikan hal itu usai memimpin rapat pembentukan gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 di Aula Gedung Batelalenok Atambua, Kabupaten Belu, Kamis (19/3) kemarin.

Dikatakan bahwa, sejauh ini wilayah NTT khususnya Kabupaten Belu sejauh ini belum ada laporan terkait kasus Covid-19 namun demikian pihaknya selalu meningkatkan kewaspadaan karena wilayah Belu sebagai daerah perbatasan yang rentan terhadap wabah penyakit tersebut.

Lanjut mantan Sekda Belu itu, terkait kesiapan RS Atambua sebagai salah satu tempat rujukan, pihaknya tegas meminta rumah sakit agar segera mempersiapkan fasilitas penunjang dan semua kebutuhan bagi pasien covid-19 terutama ruangan isolasi serta alat pelindung diri bagi petugas medis.

“Kami sudah perintahkan RSUD Atambua segera mempersiapkan segala kebutuhan khusus bagi pasien terindikasi Covid-19. Slah satunya menyiapkan ruangan isolasi yang letaknya tidak boleh terlihat publik dengan tujuan memberikan penanganan medis lebih intensif,” ujar Ose.

Direktur RSUD Atambua dr. Batsheba Elena Corputty mengatakan, pihaknya telah mengeluarkan pengumuman tertulis larangan kunjungan pasien dengan tujuan meningkatkan kewaspadaan terhadap Covid-19.

“Kita sudah keluarkan larangan aktivitas kunjungan pasien terhitung sejak 18 Maret 2020.
Kita tidak lagi izinkan keluarga dan kerabat besuk pasien sakit yang menjalani perawatan di Rumah Sakit. Tujuan untuk membatasi akses pergerakan virus covid-19,” jelas dia.

Lanjut dr. Elen, selain pengumuman larangan bagi penunggu pasien, pihaknya hanya batasi dua orang saja yang telah dinyatakan sehat secara fisik dengan tujuan agar dapat mengantisipasi persebaran virus melalui orang lain.

Lanjut mantan Kapus Kota dan Atambua Selatan, pihaknya juga melarang keras pengunjung anak yang berusia kurang dari 17 tahun, serta penunggu pasien yang berada dalam kondisi sakit flu, batuk atau demam.

“Karena dikhawatirkan virus menyebar dengan cepat kepada diri bersangkutan,” ucap dr. Elen.

Dijelaskan, kaitan dengan kesiapan RS Atambua sebagai salah tempat rujukan pasien covid-19, pihaknya sementara mempersiapkan semua kebutuhan penunjang dan logistik termasuk menyediakan ruangan khusus untuk melakukan isolasi bagi pasien yang positif Covid-19 sesuai dengan standar pelayanan maksimal.

Diketahui, hadir dalam rapat pembentukan gugus tugas penanganan covid-19 dipimpin Wakil Bupati Belu, J. T Ose Luan, Plt. Sekda Belu, Dandim 1605/Belu, Waka Polres Belu, Dinas Kesehatan, BP4D, RSUD Atambua serta undangan lain.