Cegah penyebaran Covid 19 GMIT Kaisarea Putuskan Ibadah Umum Minggu di Gereja Ditiadakan

Bagikan Artikel ini

Kupang, NTTOnlinenow.com – ‎Memperhatikan dengan sesama penyebaran Virus Corona Covid 19 yang telah menjadi pandemi dan karena itu dibutuhkan upaya bersama sama dari seluruh pihak untuk mendukung upaya menghambat mata rantai penyebaran Covid 19 ini maka terhitung Jumat 20 Maret 2020 dalam pertolongan Tuhan Yesus Kristus Pemilik dan Kepala Gereja, Majelis Jemaat Harian memutuskan menunda ibadah penthabisan Gedung Kebaktian Jemaat GMIT Kaisarea, BTN Kolhua, Minggu 22 Maret 2020 dan Ibadah Umum Minggu (22/3/2020) dan (29/3/2020) gedung gereja ditiadakan.

Sebagai gantinya jemaat melaksanakan ibadah dengan mengikuti siaran melalui Radio FM Kaisarea Voice 97.6 MHZ pada pukul 07.00. Lonceng gereja akan tetap dibunyikan sebagai tanda ibadah dimulai. Untuk itu, Majelis Jemaat Harian akan mengirimkan liturgi yang akan dipergunakan di rumah rumah.

Demikian Suara Gembala. Pencegahan Penyebaran Covid 19 Majelis Jemaat GMIT Kaisarea BTN Kolhua yang ditandatangani oleh Ketua Majelis Jemaat GMIT Kaisarea BTN Pdt. Roni Runtu, MTh dan Sekretaris Pnt. Benyamin Pili Robo yang diterima Redaksi Jumat (20/3/2020).

Disebutkan keputusan ini diambil dengan memperhatikan seruan pemerintah pusat dan pemerintah daerah untuk melakukan social distancing atau menjaga jarak sebagai upaya menghambat penyebaran Covid 19, imbauan MPH PGI dan Suara Gembala MS GMIT tentang penyebaran Covid 19 dan perkembangan penularan Covid 19 di aras nasional, provinsi dan Kota Kupang khususnya.

Selain itu meniadakan untuk sementara Semua kegiatan atau ibadah kategorial dan fungsional jemaat dalam hal ini PAR, pemuda, kaum bapak, katekasasi, kaum perempuan, lansia, persekutuan doa serta ibadah rumah tangga sampai 31 Maret 2020.

Mengimbau kepada seluruh jemaat untuk tidak beribadah di gereja atau jemaat lain guna menghindari penumpukan massa dalam suatu tempat ibadah yang sangat berpotensi penyebaran Covid 19.

Menghimbau kepada seluruh jemaat dalam interaksi sosial tidak melakukan kontak lewat berjabatan tangan atau berciuman secara langsung tetapi bisa dengan cara menaruh tangan di dada dan membungkukan badan dan lain lain menghindari berada di tempat tempat keramaian yang dapat mempercepat penularan, Covid 19, menjaga pola hidup sehat, lingkungan yang bersih dan sehat. Terhitung tanggal 23 sampai 31 Maret aktivitas karyawan sekretariat dilaksanakan di rumah. Jika ada perkembangan baru tentang Covid 19 pihak gereja akan menyampaikan kepada jemaat.

Diminta jemaat memahami keputusan ini bukan karena ketakutan pada Covid 19 tetapi empati pada kemanusiaan sebagai bagian dari masyarakat dunia, upaya pencegahan dan memutuskan mata rantai penyebaran Covid 19 yang dapat menrengut nyawa kita sendiri dan orang orang yang kita kasihi jika tidak sejak dini kita mengatasinya.

Diminta semua jemaat mendukungnya sebagai pertanggungjawaban iman dan tanggung jawab sosial dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Pasca dikeluarkannya Suara Gembala ini dan diposting di media sosial tanggapan nitizen sangat mendukung sikap gereja seperti ini. (non)