Petrus Bere : Membangun Desa Dengan Hati

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Manajemen pengelolaan dana desa di Kabupaten Malaka harus diatur sedemikian rupa, sehingga dana tersebut benar-benar dikelola menjadi milik dan dinikmati oleh warga masyarakat desa.

Hal itu disampaikan Petrus Bere warga Kabupaten Malaka wilayah Timor Barat perbatasan RI-RDTL kepada media via whatsappnya, Rabu (18/3/2020).

Menurut dia, Kepala desa,BPD,Lembaga Masyarakat Desa dan Lembaga Adat Desa serta semua komponen aparat desa perlu diberdayakan dan diberi kewenangan penuh untuk mengelola pembanguna desa.

Sedangkan, intervensi pihak lain yang sarat dengan kepentingan KKN jelas Petrus perlu ditiadakan. Selama Kepala desa dan seluruh komponen desa tersebut di atas belum diberi kewenangan penuh untuk membangun desa sesuai hak asal-usul desa maka tujuan dan cita-cita Nawacita belum dapat tercapai sesuai harapan kita bersama.

“Kehadiran dana desa harus mampu mengatasi masalah desa secara bertahap, terutama masalah kemiskinan, pendidikan, kesehatan, infrastruktur dan kebutuhan-kebutuhan dasar penting lainnya,” tegas Petrus.

Dikatakan, kepedulian Bapa Presiden untuk membangun Indonesia dari desa hendaknya menjadi kepedulian dan komitmen kita semua aparat baik di daerah, kecamatan maupun desà.

“Pemerintah kecamatan perlu diberdayakan dengan pemberian atau pelimpahan kewenangan yang didukung dengan pemberian personil, keuangan, sarana dan prasarana yang memadai,” ujar mantan Sekda Belu itu.

Dikatakan, masing-masing Camat diberi kewenangan untuk mengendalikan, mulai dari perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan pembangunan desa.

Lanjut Petrus, pengawasan APIP maupun pengawasan melekat dari atasan harus diperketat demi menghidari penyelewengan atu penyalahgunaan yang dapat merugikan keuangan daerah.

“Bagi aparat desa yang belum mengelola secara transparan dan profesional perlu diberi pembinaan secara rutin,” pungkas dia.