Bupati Belu Minta Peserta Pelatihan Asah Ketrampilan Lebih Serius

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlineow.com – Bupati Belu, Willybrodus Lay meminta kepada 30 orang peserta pelatihan agar mengikuti kegiatan pelatihan dengan serius guna mendapatkan pengetahuan sebelum bekerja.

Demikian Bupati Willy, saat membuka kegiatan pendidikan dan pelatihan calon pencari kerja di Labur, Desa Mandeu, Kecamatan Raimanuk, Kabupaten Belu wilayah Timor Barat perbatasab RI-RDTL, Selasa (17/3/2020).

Dia berharap kepada para peserta pelatihan agar terus mengasah kemampuan dan keterampilan agar bisa bersaing dalam dunia usaha yang sangat kompetitif di era sekarang.

Jelas Lay, semua wirausaha lebih banyak menjual jasa kepada konsumen sehingga harus menguasai teknik dan kreativitas dalam berwirausaha. “Karena persaingan sehat terjadi pada titik kepuasan konsumen terhadap jasa dan kualitas produk dari para pelaku usaha,” ujar dia.

Dikatakan, diklat calon tenaga kerja pada bidang keterampilan sablon, salon kecantikan meski manual sangat cocok dalam menumbuhkan bisnis lokal dan usaha yang sesuai dengan selera pasar yang ada.

“Para peserta pelatihan harus membaca peluang ini. Pemerintah sangat mendukung kegiatan diklat ketrampilan tersebut dalam rangka meningkatkan kualitas sumber daya manusia serta memperbaiki kualitas pelayanan kepada konsumen,” kata Lay.

Lanjut dia, usaha di bidang jasa pelayanan seperti menjahit, salon dan sablon manual sangat dibutuhkan kualitas produk dan kualitas pelayanan agar konsumen berminat. Selain itu, menjaga kepercayaan atau kredible usaha dengan bersikap jujur, santun dalam bertutur kata.

“Dalam sektor jasa, para pelaku usaha dituntut selalu menjaga sikap, tutur kata dan perilaku kepada masyarakat konsumen karena pelaku usaha itu menjual jasa harus berikan yang terbaik,” kata Lay.

Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Belu, Laurens Nahak menuturkan, jumlah peserta pelatihan sebanyak 30 orang yang terbagi tiga kelompok masing-masingnya sepuluh orang.

“Pelatihan selama 30 hari ke depan. Instrukturnya dari Putri Suluh Lebur, Ira Salon Atambua dan Jovin Sablon,” terang Nahak.

Disebutkan, kegiatan pelatihan difasilitasi seluruhnya oleh Dinas, sehingga waktu 30 hari pelatihan dapat bermanfaat bagi peserta. Kepada peserta diharapkan agar memanfaatkan waktu diklat dengan baik karena kesempatan seperti ini untuk tidak semua orang memgikutinya.

“Melalui diklat ini diharapkan para peserta calon tenaga kerja lebih terampil dan berani membuka usaha mandiri serta menjadi motivator bagi masyarakat dalam membuka peluang usaha serta mengurangi tingkat pengangguran yang ada,” pinta Nahak.