Kasus Maek Bako, Kasat Reskrim Polres Belu : Kita Profesional Sesuai Prosedur

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Kasat Reskrim Polres Belu, AKP Sepuh A. Siregar mengatakan bahwa, penyidik masih melakukan pendalaman terhadap kasus maek bako atau porang.

Beberapa pihak jelas Siregar, telah dipanggil penyidik guna malakukan klarifikasi kasus tersebut sekaligus melakukan pengumpulan data dan pengumpulan keterangan.

“Kita profesional aja. Yang bisa kita sampaikan bahwa kita masih mengumpulkan dokumen,” ujar Siregar menyikapi permintaan aksi damai GMNI Cabang Belu belum lama ini.

Menurut dia bahwa, pihak penyidik tidak mungkin menyampaikan teknis penanganan kasus tersebut kepada khalayak sebab penyelidikan bersifat rahasia.

“Kita tidak mungkin sampaikan teknis penanganannya kepada khalayak karena penyelidikan rahasia,” kata Siregar.

Lanjut Kasat Reskrim Polres Belu itu, satu hal saja yang perlu saya sampaikan sebagai tanggapannya, saya mengucapkan terima kasih atas perhatian masyarakat atas perkara ini.

“Kita bekerja profesional sesuai tahapan-tahapan prosedur yang ada,” tegas Siregar

“Saya minta masyarakat bisa bersabar saat ini sampai kita bisa memutuskan langkah-langkah lanjutan yang signifikan dan biarkan penyelidik melakukan pekerjaannya,” sambung dia.

Sesuai pantauan media, Senin (16/3/2020) sekira pukul 15.00 Wita, di ruangan Tipikor nampak beberapa warga salah satunya diduga merupakan oknum ASN pada BPKAD Belu yang tengah dimintai keterangan guna klarifikasi kasus mako.

Kasat Reskrim Polres Belu, AKP Sepuh Siregar mengatakan, seperti penglihatan teman-teman media kita on the track. Penyidik memanggil pihak lainnya guna melakukan klarifikasi.

“Kita masih lakukan pendalam. Masih kita dalami saat ini kita lalukan klarifiaksi. Kita baru sebatas kulit, nanti baru buahnya,” ujar dia sembari tersenyum.

Pihaknya masih dalam penyelidikan dan pemanggilan pihak lain guna melakukan klarifikasi terkait dengan anggaran serta bantuan maek yang diterima. Sesuai pengakuan rekan kerja pengadaan maek bako 49 ton, namun hanya 38 ton dan kita masih dalami.

“Kita serius lakukan penyelesaian kasusnya. Sampai saat ini kita masih dalami, puldata, pulbaket. Kalau ada temuan penyimpangan yang bersifat korupsi kita naikan ke status penyidikan,” tandas Siregar.

Ditegaskan bahwa, pihaknya serius dan fokus menangani kasus maek bako. Pihaknya ingin menghindari kepentingan politik, dan bekerja sesuai regulasi atau aturan yang berlaku.

“Saya katakan Polisi tidak ada kepentingan politik dalam pemeriksaan kasus maek bako, dan bekerja sesuai aturan,” kata Siregar.