Sikap ‘Arogan’ Oknum Pegawai Imigrasi Atambua Terhadap Media Saat Meliput di RSUD

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Beberapa awak media yang hendak meliput di Rumah Sakit Umum Daerah, Mgr. Gabriel Manek, Svd Atambua mendapat perlakuan arogan diduga dilakukan oknum pegawai Imigrasi Kelas II TPI Atambua, Belu, Timor Barat wilayah perbatasan RI-RDTL.

Sikap tak terpuji dialami beberapa media di Belu saat melakukan tugas peliputan terkait salah satu oknum Pegawai Imigrasi Atambua yang sedang sakit di RS Atambua, Minggu malam (15/3/2020) sekira pukul 21.30 Wita.

Menurut beberapa media, awalnya mereka mengambil situasi saat oknum Pegawai Imigrasi yang sakit hendak dimasukkan ke IGD, bersamaan oknum Pegawai yang diketahui berinisial A langsung menegur media.

“Mas kalau berita hoax tersebar saya tanda siapa-siapa,” ujar Evan salah satu media mengutip ucapan oknum seperti dalam rekaman, Senin (16/3/2020) pagi.

Tidak saja itu, lanjut Evan oknum Pegawai itu juga sempat mengatakan akan memproses jika berita hoax disebarkan. Dirinya pun langsung jawab, “Sudah mau lapor, lapor saja,” ungkap dia.

Harusnya, jelas dia oknum Pegawai Imigrasi itu bisa datangi awak media dan menyampaikan secara baik-baik, “Bukannya ngomong sambil teriak-teriak,” tandas Ketua Pena Batas RI-RDTL itu.

Terkait hal itu, Mariano Parada wartawan media online lokal menyayangkan sikap arogan oknum Pegawai Imigrasi yang terkesan mengintervensi awak media saat melakukan tugas peliputan di RS Atambua.

“Alangkah eloknya, dia oknum Petugas Imigrasi datang menyampaikan secara baik-baik,” ujar Parada.

Devisi Peliputan Pena Batas RI-RDTL itu menegaskan, media hadir di Rumah Sakit Atambua untuk lakukan peliputan berdasarkan informasi yang diperolah dan media tidak sebarkan berita hoax seperti yang diinfokan.

Menyikapi itu, Kepala Imigrasi Kelas II TPI Atambua, K. A Halim yang dikonfirmasi media, menyampaikan permohonan maaf setinggi-tingginya bila ada tingkah laku stafnya yang kurang berkenan dan kurang bersahabat sehubungan sikap stafnya yang tidak menyenangkan.

Lanjut Halim, maklum staf saya anak muda belum banyak pengalaman dalam bergaul dengan teman-teman pers. Mungkin beliau di lapangan emosional, arogan, marah-marah, dan hal-hal lain.

“Tolong lihatlah saya sebagai Kakanim Atambua yang terus membangun hubungan baik dengan teman-teman pers. Jangan sampai ternodai oleh seorang Arthur. Mohon dimaklumi oleh teman-teman Pers,” pinta dia.

“Saya sebagai orang tuanya mohon maaf sekali lagi atas segala tindakannya yang kurang berkenan yang mengganggu ketenangan teman-teman Pers semuanya semalam,” sambung Halim.

Sementara itu, lanjut dia kepada warga sehubungan berita liar yang berkembang adanya seorang staf Kanim Atambua yang suspect virus corona covid-19 bahwa dalam mendengar, melihat berita yang belum jelas atau masih samar-samar maka janganlah langsung percaya kepada berita sejenis itu dan jangan pula langsung menyebarkannya. Sehingga masyarakat menjadi resah, tidak tenang, resah dan sebagainya ternyata berita tersebut adalah hoax.