Ditpolairud Polda NTT Gagalkan Penyelundupan Rokok dan Tembakau ke Timor Leste di Perairan Perbatasan

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Penyelundupan sejumlah karton rokok dan tembakau sek ke wilayah Timor Leste melalui perairan laut perbatasan Atapupu, Kecamatan Kakuluk Mesak, Kabupaten Belu perbatasan Negara Indonesia dan RDTL berhasil digagalkan Direktorat Kepolisian Air dan Udara (Ditpolairud) Polda NTT pada Jumat (13/3/2020).

Sebanyak 20 karton rokok surya 12 dan 24 tembakau sek merk pohon sagu diamankan aparat Ditpolairud Polda NTT dari sebuah perahu yang dibawa dua pelaku berinisial YDT dan YDS merupakan warga Desa Kenebibi, Kecamatan Kakuluk Mesak, Kabupaten Belu wilayah Timor Barat.

Demikian Dirpolairud Polda NTT, Kombespol Andreas Heri Susi Darto dalam keterangan persnya yang diterima media di Atambua, Senin (16/3/2020) sore.

Dikisahkan Heri Susi, kronologis penggagalan tersebut terjadi pada hari Jumat, tanggal 13 Maret 2020 jam 16.00 Wita. Saat itu, KP. Ndao XXII 3009 dinahkodai Bripka David Salvius selaku Komandan Kapal yang melaksanakan Patroli Rutin di Perairan Mota’ain telah memeriksa perahu tanpa nama warna hijau yang kemudikan oleh saudara YDT dan YDS.

Lanjut dia, dari hasil pemeriksaan di temukan mengangkut barang- barang ekspor tanpa dilindungi oleh dokumen yang sah. Selanjutkan barang bukti dan para pelaku di amakan di Pelabuhan Barang Atapupu.

Setelah diamankan, dilakukan pemeriksaan lebih lanjut oleh Unit Sisidik Subditgakkum dalam hal ini Kasi Sisidik Ditpolairud Polda NTT, AKP Andi M. Rahmat Hidayat di Kantor Satpolairud Polres Belu di Atapupu.

Masih menurut Heri Susi, route yang ditempuh untuk menjual barang bukti tersebut dari Pantai Waeain, Atapupu, Kecamatan Kakuluk Mesak, Kabupaten Belu, Provinsi NTT Negara Indonesia menuju ke Distrik Maubara-Timor Leste.

Modus operandi jelas Dirpolairud Polda NTT itu yakni, menjual barang bukti tersebut ke Distrik Maubara-Negara RDTL untuk mendapatkan keuntungan pribadi.

Tindakan selanjutnya usai diperiksa, pada Minggu tanggal 15 Maret 2020 jam 14.00 Wita, tim Sisidik Subditgakkum turut mengamankan pemilik barang bukti berinisial HLB pekerja swasta warga Waeain.

Adapun, kata Heri Susi kerugian negara yang ditimbulkan adalah Rp.250.000.000,- (Dua Ratus Lima Puluh Juta Rupiah). Pasal yang dilanggar, Pasal 102A huruf E UU no 17 tahun 2006 tentang Perubahan atas UU no 10 tahun 1995 tentang Kepabeanan Jo pasal 55 ayat (1) Ke- 1 KUHP dengan ancaman pidana paling singkat 1 tahun dan paling lama 10 tahun serta denda paling sedikit Rp. 50.000.000,- dan paling Banyak Rp. 5.000.000.000,-.

Laporan Polisi : LP/04 /III/2020/ Ditpolairud, tanggal 14 Maret 2020. Diduga para pelaku melakukan tindak pidana, melakukan pengangkutan barang ekspor tanpa dilindungi dokumen yang sah.

Diakhir keterangan pers, Heri Susi mengatakan, proses lanjutan berdasarkan kewenangan Kepabenan yang diamanatkan oleh UU Kepabenan maka para pelaku beserta barang bukkti dilimpahkan ke Kantor Bea Cukai Atambua, Senin tanggal 16 Maret 2020.