Usulan Rencana Program dan Kegiatan 12 Kecamatan Pemkab Belu

Bagikan Artikel ini

Atambua, NTTOnlinenow.com – Kegiatan Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) dari 12 Kecamatan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Belu yang mengusulkan sejumlah rencana program dan usulan kegiatan telah selesai dilaksanakan belum lama ini.

Usulan tersebut sementara dalam kajian oleh Tim dari Badan Perencanaan Pembangunan Pengembangan dan Penelitian Daerah (BP4D) Kabupaten Belu sesuai dengan RPJMD Tahun 2021.

Berikut rincian rencana program dan usulan kegiatan dari 12 Kecamatan dalam wilayah Belu, Timor Barat perbatasan Negara Indonesia dengan Timor Leste :

Kecamatan Kota Atambua mengusulkan Bantuan Peralatan dan Modal serta perbengkelan untuk Kelurahan Fatubenao, Atambua, dan Tenukiik sebanyak 3 KUB senilai Rp 423.754 245, Bantuan Peralatan, modal dan pelatihan sablon (Kelurahan Fatubenao, Manumutin, Atambua Kota) sebanyak 4 KUB senilai Rp 183 juta, Pengembangan Sumur Air Tanah (sumur bor) untuk 4 kelurahan sebanyak 8 unit senilai Rp. 2,64 milyar. Pembayaran jamkesda untuk 4 kelurahan sebanyak 2.000 paket senilai Rp. 69.944.000.000, Pembuatan Saluran Drainase Lingkungan sepanjang 7.100 meter untuk Kelurahan Atambua (960 meter), Kelurahan Tenukiik (2.190 meter) dan Manumutin (3.950 meter) senilai Rp 3.468.705.000.

Pembangunan Ruang Kelas Baru SMP (Kelurahan Fatubenao) sebanyak 3 ruangan senilai Rp 674.730.000, peningkatan jalan (lapen) sepanjang 10 kilometer di kelurahan Fatubenao dan Manumutin senilai Rp 20 milyar, serta Bantuan Peralatan dan modal serta pelatihan pencelupan benang (tenun ikat) di Kelurahan Manumutin sebanyak 3 KUB senilai Rp 96.750.000.

Kecamatan Atambua Barat mengusulkan Bantuan Peralatan dan Modal Serta Pelatihan pengolahan abon ikan di kelurahan Beirafu dan Bardao untuk 8 KUB senilai Rp 322 juta, bantuan peralatan dan modal serta pelatihan pencelupan benang (tenun ikat) untuk 4 KUB pada 4 kelurahan senilai Rp 129 juta, Bantuan Sanggar Seni pada 4 kelurahan senilai Rp 48 juta, Pembangunan sarana dan prasarana olahraga di Tulamalae dan Umanen sebanyak 1 paket senilai Rp 1 milyar, pembangunan sumur bor sebanyak 32 unit pada empat kecamatan senilai Rp 10,56 milyar.

Pembiayaan jamkesda untuk 4 kelurahab senilai Rp 139.888.000, peningkatan kualitas rumah (rehab berat) pola swadaya sebanyak 40 unit senilai Rp 600 juta, pembangunan saluran drainase lingkungan pada kelurahan Tulamalae dan Bardao sepanjang 1.600 meter senilai Rp 781.680.000, Bantuan Anakan Maekbako (porang bintil) di Kelurahan Umanen sebanyak 390 kilogram senilai Rp 48.750.000, pengadaan babi potong/penggemukan di Tulamalae sebanyak 6 ekor senilai Rp 15 juta.

Kecamatan Atambua Selatan mengusulkan pelatihan keterampilan dan bantuan peralatan bagi penyandang masalah kesejahteraan sosial kesejahteraan bagi empat kelompok senilai Rp 40 juta, Pelatihan Menjahit untuk 4 paket senilai Rp 220 juta, Pelatihan Perbengkelan bagi 4 kelompok (4 paket) senilai Rp 160 juta, Pembiayaan Jamkesda bagi 4.000 paket senilai Rp 139.888.000.000.

Pengembangan Teknologi persampahan sebanyak 4 paket senilai Rp 200.400.000, peningkatan jalan (hotmix) di kelurahan Rinbesi (1.100 meter), Lidak (4.850 meter), Manuamam (4.000 meter), dan Fatukbot (4.000 meter) berjumlah 13 kilometer senilai Rp 24.050.000.000, perkuatan tebing/bronjong/talud sungai sebanyak 8.695 meter di Fatukbot (2.500 meter), Rinbesi (1.470 meter), Lidak (4.725 meter) senilai Rp 22.563.525.000, serta Pembangunan Jembatan Beton di Kelurahan Manuaman sepanjang 4 meter senilai Rp 720 juta.

Kecamatan Kakuluk Mesak mengusulkan Bantuan Rehap Rumah pada 6 desa sebanyak 30 unit senilai Rp 450 juta, Bantuan Sanggar Seni untuk 6 Desa sebanyak 6 paket senilai Rp 72 juta, Pembangunan Jalan (Pengerasan) sepanjang 10 kilometer senilai Rp 8,5 milyar, Pembangunan Sumur bor sebanyak 6 unit (6 Desa) senilai Rp 1,98 milyar, Pembayaran Jamkesda untuk 6 paket senilai Rp 209.832.000.

Pengadaan Sarana dan Prasarana Produksi Perikanan Tangkap (mesin perahu, alat tangkap dan alat bantu (Desa Jenilu dan Kenebibi) sebanyak 8 paket senilai Rp 600 juta, Pembangunan Sarana dan Prasarana Olahraga (Desa Fatuketi) senilai Rp 1 milyar, Pengembangan Objek Wisata Unggulan di Marak Ahu (Fatuketi) senilai Rp 220 juta, Pengembangan Objek Wisata Fatu Kaduak (Desa Jenilu) senilai Rp 220 juta, serta pengadaan perahu (desa kenebibi) senilai Rp 30 juta.

Kecamatan Tasifeto Timur mengusulkan bantuan peralatan dan modal serta pelatihan pencelupan benang (tenun ikat) untuk 12 KUB di 12 Desa senilai Rp 387 juta, Bantuan Rehap Rumah sebanyak 450 unit senilai Rp 6,75 milyar, Bronjong tinggi 4 meter berjumlah 12.000 m3 senilai Rp 9.182.554.440, Optimalisasi Lahan Kering seluas 120 hektare senilai Rp 90 juta, Pembiayaan Jamkesda sebanyak 2.500 paket senilai Rp 87.430.000.000, Peningkatan Jalan (lapen) sepanjang 12 kilometer Rp 24 milyar.

Kecamatan Tasifeto Barat mengusulkan Pembangunan Pagar sekolah (Beton : tinggi 2 meter)berjumlah 900 meter dengan rincian di SDI Kimbana (500 meter) dan SDK Laninis (400 meter) senilai Rp 1.458.000.000, Pembangunan Sumur air tanag (sumur bor) sebanyak 8 unit senilai Rp 2,64 milyar, pembiayaan jamkesda sebanyak 4.221 paket di Desa Derokfaturene, Naitimu, Tukuneno senilai Rp 147.616.812.000, peningkatan kualitas rumah (bangun baru) pola swadaya pada 8 desa sebanyak 490 unit senilai Rp 22,05 milyar, Rehab Berat Pustu di Desa Lookeu dan Tukuneno berkururan 2 meter persegi senilai Rp 2,5 juta, bronjong tinggi 4 metet di Desa Derokfaturene berukuran 1.000 meter kubik senilai Rp. 765.212.870, serta pengadaan hand traktor di Desa Naitimu sebanyak 10 unit senilai Rp 350 juta.

Kecamatan Nanaet Duabesi mengusulkan pembangunan embung kapasitas 10.000 m3 di Fatuleno A (Fohoeka), We Morten (Duabesi) senilai Rp 1 milyar, Pembangunan Sumur bor berjumlah 4 unit di Desa Fohoeka, Nanaet, Duabesi, Nanaenoe senilai Rp 1,32 milyar, Peningkatan Kualitas Rumah (bangun baru) pola swadaya sebanyak 15 unit pada Desa Nanaet (10 unit) dan Nanaenoe (5 unit) senilai Rp 675 juta, pembangunan ruang kelas baru SMP di Desa Duabesi berjumlah 4 ruangan senilai Rp. 899.640.000, peningkatan jalan (lapen) sepanjang 12 Kilometer di Cabang Laktutus Talerun-Beremuti Rp 24 milyar, serta Pelatihan Menjahit di desa Nanaet senilai Rp. 55 juta.

Kecamatan Raimanuk mengusulkan Optimalisasi Lahan Kering di Desa Duakoran seluas 50 hektare senilai Rp 37,5 juta, Bantuan Rehap Rumah di desa Faturika berjumlah 50 unit senilai Rp. 750 juta, Desa Mandeu berjumlah 120 unit senilai Rp 1,8 milyar, Desa Rafae berjumlah 100 unit senilai Rp 1,5 milyar, Pembangunan Jembatan Beton di Dusun Obor, Fatiuredls, dan Wenanan Desa Rafae berukuran 25 meter senilai Rp 4,5 milyar, Bantuan Rehab Rumah di Desa Renrua berjumlah 100 unit senilai Rp 1,5 milyar.

Peningkatan jalan (lapen) sepanjang 10 kilometer senilai Rp 20 milyar, Bantuan Rehab Rumah di Desa Tasain sebanyak 45 unit senilai Rp 685 juta, Pembangunan ruang kelas batu di SMPN Noebiti berjumlah 3 ruangan senilai Rp 674.730.000, bantuan rehab rumah di Desa Teun berjumlah 90 unit senilai Rp 1,35 milyar.

Kecamatan Lasiolat mengusulkan bantuan peralatan modal serta pelatihan pencelupan benang (tenun ikat) bagi 7 KUB di Desa Baudaok senilai Rp 225.750.000, Pembangunan 3 ruang kelas baru SD di Baudaok senilai Rp. 599.760.000, peningkatan jalan (lapen) berukuran 6,08 kilometer di Desa Raiulun, Maneikun, Dualasi, Fatulotu, Lasiolat, Lakanmau (Fatara I-Aninawa Halibete-Motaain, Loohali-Bernaba, Fatubesi-Takarabat, Fatutukan-Manehito senilai Rp 12,16 milyar, Bantuan Benih/Bibit bawang putih umbi pada Desa Dualasi Raiulun, Dualasi (Fatara I, Fatara II, Fatumuti, Loohali, Tukilelo, Bernaba) sebanyak 3.500 kilogram senilai Rp. 210 juta.

Bantuan Bibit/benih rambutan okulasi di Desa Dualasi Raiulun, Dualasi (Fatara I, Fatara II, Loohali, Tukilelo, Bernaba) berjumlah 3.500 anakan senilai Rp. 87.750.000, Bantuan Tehab Rumah di Deda Fatulotu, Maneikum, Lakanmau, Dualasi (6 dusun, halibete, raibulan, motaain, 4 dusu loohali, Barnaba, Tukilelo berjumlah 480 unit senilai Rp. 7,2 milyar, bantuan benih sukun okulasi di Desa Maneikun (Halibete, Motaain, Raibulan) berjumlah 8.000 anakan senilai Rp.180 juta, serta Pembiayaan Jamkesda pada Desa Maneikun, Dualasi Raiulun (Motaain, Raibulan, Halibete, Fatara I, Fatara II, Fatumuti) berjumlah 650 paket senilai Rp. 22.731.800.000.

Kecamatan Raihat mengusulkan bantuan peralatan dan modal serta pelatihan pencelupan benang (tenun ikat) untuk 6 KUB senilai Rp. 193,5 juta, Bantuan Peralatan dan modal serta pelatihan reparasi alat pertanian (alsintan) untuk 6 KUB senilai Rp. 3,124.500.000, Pembiayaan Jamkesda sebanyak 6 paket senilai Rp. 209.832.000, peningkatan kualitas rumah (rehab berat) pola swadaya berjumlah 60 unit senilai Rp. 900 juta, Pembangunan Sarana dan Prasarana Olahraga di Lapangan Kecamatan Raihat, Desa Tohe senilai Rp.1 milyar, serta peningkatan jalan (lapen) di jalur SMPN 2 Tastim-Pos Pamtas Desa Tohe sepanjang 4 kilometer senilai Rp. 8 milyar.

Kecamatan Kecamatan Lamaknen mengusulkan Akses Internet Desa untuk 9 unit senilai Rp. 900 juta, Alat pengupas kacang tanah berjumlah 9 unit senilai Rp. 211,5 juta, Bantuan Alat Perkebunan Kelor berjumlah 50.000 anakan senilai Rp. 2,5 milyar, Bantuan Anakan Tanaman Maek Bako (Porang Bintil) berjumlah 20.000 kilogram senilai Rp 2,5 Milyar, bantuan peralatan dan modal, serta pelatihan pencelupan benang (tenun ikat) untuk 9 KUB senilai Rp. 290.250.000.

Bantuan Pupuk Organik Padat sebanyak 300.000 kilogram senilai Rp 1,05 milyar, Pembangunan 2 Ruang Kelas Baru SDN Sinar Atubesi senilai Rp. 399.840.000, pembangunan sumur bor berjumlah 9 unit senilai Rp 2,97 milyar, Pembiayaan Jamkesda untuk 2.000 paket senilai Rp. 69.944.000.000, serta peningkatan kualitas rumah (bangun baru) pola swadaya bagi 545 unit senilai Rp. 24.525.000.000.

Kecamatan Lamaknen Selatan mengusulkan Alat Pengupas Kacang Tanah sebanyak 16 unit senilai Rp 376 juta, Bantuan anakan tanaman maekbako (porang bintil) di Desa Loonuna dan Ekin berjumlah 2.000 kilogram senilai Rp. 250 juta, bantuan peralatan dan modal serta pelatihan pencelupan benang (Tenun Ikat) bagi 16 KUB senilai Rp. 516 juta, Bantuan Rehab 60 unit Rumah senilai Rp. 600 juta, Bantuan Revitalisasi Rumah Adat sebanyak 8 paket senilai Rp. 280 juta, pembiayaan jamkesda untuk 8 paket senilai Rp. 279.776.000, pengadaan internet pendidikan bagi 5 SMP senilai Rp. 2,5 juta, Pekerjaan pemasangan pipa sistem grafitasi di desa Looluna sepanjang 8.000 meter senilai Rp 3,28 juta, serta Peningkatan Jalan (Hotmix) di Jalur Berewen-Nualain Desa Sisifatuberal sepanjang 7 kilometer senilai Rp. 12,95 milyar. (YB/advetorial-Kominfo Belu)