GMNI Atambua Desak Kapolres Belu Usut Tuntas Kasus Maek Bako

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Atambua bersama aktivis muda menggelar unjuk rasa terkait kasus maek bako atau yang dikenal porang.

Disaksikan media, aksi unjuk rasa damai berlangsung di depan Markas Kepolisian Resor (Polres) Belu dan berlanjut DPRD Belu, Timor Barat wilayah perbatasan RI-RDTL, Senin (9/3/2020).

Dalam aksi unjuk rasa, para pendemo sambil membawa spanduk menuntut pihak aparat Polres Belu untuk mengusut tuntas kasus maek bako atau porang yang sementara ditangani Kepolisian.

“Kami minta ke Polres Belu untuk secepatnya mengungkapkan kasi dugaan koruspi. Ini masalah kita semua, kita tidak mau orang tua kita menjadi miskin di daerah sendiri,” tegas dia.

Perwakilan demo GMNI dan aktivis muda diterima Wakil Ketua II DPRD Belu, Cypri Temu didampingi sejumlah Anggota DPRD lainnya di ruang kerjanya.

Dihadapan Dewan, perwakilan demo mengatakan ke dewan untuk meminta agendakan jadwal hearing bersama pihak Polres Belu terkait sejauh mana penanganan kasus tersebut.

Perwakilan demo GMNI dan aktivis muda diterima Wakil Ketua II DPRD Belu, Cypri Temu didampingi sejumlah Anggota DPRD lainnya di ruang kerjanya.

Menyikapi hal itu, Ketua DPRD Cypri Temu menegaskan terkait persoalan porang atau maek bako, kami dari dewan juga lagi mengikuti, mengidentifikasi persoalan ini yang terus kita ikuti selain dari pihak Kepolisian.

“Jadi kami juga punya satu tekad, kalau dipihak sini tidak selesai kami akan bawa ke tingkat Polda. Kalau tidak bisa, kami akan terus lewat penandatangan gubernur,” tandas dia.

“Itu komitmen kami di lembaga ini. Kita akan ikuti terus kami akan kawal, baik ade-ade dong kawal, kami sebagai lembaga pengontrol akan terus mengawasi proses penanganan maek bako seperti apa,” tambah Cypri.

Selain awasi maek bako, kita juga ada awasi kasus lain di pihak Kepolisian seperti ada pengadaan bibit-bibit jagung, benih padi yang hilang, dan kita juga lagi identifikasi persoalannya.

“Dari sisi pengawasan hukum, pengawasan pemerintahan kami ikuti semuanya,” tambah Cypri.

Dalam pertemuan itu Dewan bersama perwakilan demo menyepakati membuat jadwal untuk melakukan hearing bersama pihak Kepolisian Polres Belu dalam hal ini Kapolres Belu terkait masalah maek bako.

Untuk diketahui, diberitakan sebelumny kasus maek bako telah ditangani penyidik Tipikor Polres Belu, dan telah dipanggil beberapa pihak seperti PPK, kontraktor serta pihak lain guna klarifikasi pengumpulan data dan keterangan.