Lounching Indonesia Teqball : Kemenpora Minta PP Ina Teq Segera Jadi Anggota KONI Gan NOC Indonesia.

Bagikan Artikel ini

Laporan Frans Watu
Jakarta, NTTOnlinenow.com – Lounching Indonesia Teqball oleh Kementrian Pemuda dan Olah Raga dilaksanakan di Gelanggang Olah Raga Bung Karno (GBK) Jakarta, minggu 7 Maret 2020. Chandra Bhakti mewakili Menteri Pemuda dan Olah Raga atas nama Pemerintah meresmikan kehadiran cabang olah raga yang berasal dari Hongaria, Teqball di Indonesia.

Plt. Deputi IV Bidang Peningkatan Prestasi Pemuda Kementrian Pemuda dan Olah Raga atas nama pemerintah menyambut baik kehadiran Teqball di Indonesia, karena pemerintah bertugas memfasilitasi semua kegiatan olah raga di tanah air, tegasnya.
Chandra Bhakti mendorong Pengurus Pusat Indonesia Teqball (PP Ina-Teq) agar segera menjadi anggota KONI dan National Olympic Committee (NOC) Indonesia sehingga olah raga asal Hungaria ini bisa berkembang di Indonesia.

“Saya sudah mendapatkan infomasi PP InaTeq telah memiliki 11 Pengurus Provinsi (Pengprov) Ina-Teq. Kalau bisa PP InaTeq dibentuk di seluruh Provinsi sehingga olahraga Teqball bisa lebih berkembang. Dan, yang lebih penting lagi PP Ina-Teq segera menjadi anggota KONI dan NOC Indonesia sehingga Kemenpora bisa membantu dalam pengembangannya,” kata Chandra Bhakti.

Hadirnya cabang olah raga Teqball di Indonesia yang dimotori oleh Helen Sarita de Lima, nama yang tidak asing di dunia olah raga Indonesia. Wanita yang pernah menjabat Plt Sekjen Komite Olimpiade Indonesia merupakan lulusan pertama sebagai Executive Master in Sport Management (Memos). Tampil bersahaja dengan senyum yang selalu menghiasi bibirnya, pagi ini di Gelora Bung Karno (GBK) mendeklarasikan lahirnya cabang olah raga Teqball Indonesia.

Dalam sambutannya sebagai Ketua Umum Pengurus Pusat Indonesia Teqball, Elen begitu dia disapa, menceriterakan bahwa olah raga ini sudah diperkenalkan pada saat Asean Games 2018, dan hari ini tepat di hari perempuan internasional, olah raga Tegball Indonesia kita deklarasikan, tegas Elen.

Lounching Teqball Indonesia dihadiri Kementrian Pemuda Olah Raga dan stakeholder olah raga seperti KOI, KONI, FORMI dan sejumlah Pengurus Cabang Olah Raga.

“Saat Asean Games 2018 FITEQ memperkenalkan Teqball di Indonesia, saat itu FITEQ memberikan mandat kepada pak Erick Thohir selaku Ketua Penyelenggaraan Asian Games (INASGOC) untuk mendirikan organisasinya. Keinginan itu kami wujudkan sejak 2019 dengan melakukan sosialisasi ke sekolah dan kampus. Selanjutnya kita wujudkan dengan mendirikan Pengurus Pusat Indonesia Teqbal (PP InaTeq),” tegas Elen di Istora senayan.

Sejak terbentuknya di Indonesia, Teqball Indonesia telah melakukan kursus kepelatihan terhadap wasit maupun atlit. Saat ini kita sudah memiliki pelatih dan wasit nasional, juga beberapa atlit yang mulai dibina untuk menunjukkan kebolehannya. Elen percaya bahwa kehadiran Teqball di Indonesia merupakan bagian dari tanggung jawab bersama karena itu dia mengapresiasi kehadiran pemangku kebijakan dan penggiat cabang olah raga pada lounching Teqball Indonesia. Elen berharap Teqbal bisa menjadi salah satu cabang yang berprestasi bagi bangsa dan Negara.

“Kehadiran para senior dan pengurus KOI dan KONI merupakan suatu apresiasi bagi kami, kedepan kami akan melakukan sosialisasi ke Pengprov di 34 propinsi dan akan mempersiapkan atlit kita untuk ikut dalam event manca negara. Teqball saat ini telah mempunyai 4 klub yang berada di sekolah-sekolah, ke depannya kita harapkan banyak sekolah bisa mendirikan klub sehingga olah raga ini bisa lebih cepat memasyarakat”, tutur Elen.

Sementara itu Irjen Pol. Teddy Minahasa, Wakil Ketua Umum Teqball Indonesia berharap agar olah raga ini cepat merakyat dan digemari masyarakat luas. Kedepan Teddy berharap Teqball dapat berprestasi, membanggakan bagsa Indonesia. Kedepan kami akan mengembangkan metode untuk menjaring para pelajar untuk dikembangkan menjadi atlit. Hal ini segera akan dilakukan karena ke depan Teqball akan menggelar National Challenger Cup.

Teqball adalah olah raga yang dimainkan antara dua pemain di pertandingan tunggal atau antara tiga sampai empat pemain dalam permainan ganda yang menyerupai tenis meja. Teqball dimainkan pada meja melengkung dan menggunakan bola seperti yang digunakan di sepak bola, pemain bisa menggunakan seluruh anggota badan kecuali tangan. Teqball direpresentasikan ditingkat internasional oleh Federation Internasionale de Taqball (FITEQ). Olah raga yang merupakan perpaduan dari tenis meja, sepak bola dan takraw ini berasal dari Hongaria.

“Olah raga ini cukup menarik dan saya yakin bisa berkembang dengan pesat karena antusias dari anak sekolah dan kaum milenial. Pemain sepak bola dan futsal akan tertarik memainkannya,” kata Frans Watu, mantan pemain sepak bola Galatama yang kini aktif di PB Perpani.

PB Perpani menyambut gembira kehadiran Teqball Indonesia sebagai salah satu cabang olah raga yang diharapkan dapat memberikan manfaat dan kontribusi bagi dunia olah raga kita. Tadi saya coba asyik juga, ini bisa menjadi olah raga style bagi generasi mileniel. Peralatannya simple, lapangan tidak butuh space yang luas, lanjut Frans yang hadir bersama dr Leana S.Manurung dari Pengurus Besar Panahan Indonesia.

Acara launching Teqball yang melibatkan ratusan pelajar itu dihadiri Sekjen Federasi International Teqbal (FITEQ), Marius Vizer, Anggota Komite Eksekutif (KE) NOC Indonesia, Jadi Rajaguguk dan Indra Gamulya, Sekjen KONI Pusat, Ade Lukman, dan pengurus induk-induk organisasi (PB/PP).