Dua Pejabat Di Mabar Beraduh Jotos

Bagikan Artikel ini

Laporan Alvaro S. Marthin
Labuan Bajo, NTTOnlinenow.com – Bermula dari miskomunikasi media sosial ‘Facebook dan WhatsApp’ dua pejabat daerah lingkup Pemerintahan Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), NTT beradu jotos, Rabu 4 Maret 2020, sekitar pukul 13.48 Wita.

Keduanya masing-masing berinisial, FRG, Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan bersama PJ Kabag Organisasi.

Kejadian itu terjadi didepan pintu masuk ruangan bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Mabar.

Pasalnya, kejadian itu bermula dari miskomunikasi atau ketersinggungan atas postingan media sosial ‘Facebook dan WhatsApp’ pribadi PJ yang berisi tentang video siaran langsung pada kegiatan penyambutan Uskup Ruteng, Mgr. Siprianus Hormat, Pr beberapa waktu lalu.

“Saya hanya siaran langsung pribadi melalui WA waktu kedatangan Uskup Ruteng itu. Dan itu sifatnya pribadi saya, bukan mewakili Prokopim (Protokoler dan Pimpinan Daerah). Lalu mengapa dia marah saya,” terang PJ, mantan Kabag Humas Pemkab Mabar itu.

Bukan hanya itu, lanjut dia, FRG juga justeru marah dan mengancam PJ akan dihabisinya jika bertemu kapan dan dimanapun. FRG marah karena merasa tugasnya diambil alih oleh PJ.

“Dia marah dan mengancam saya, katanya, saya akan habisi engkau jika bertemu dimana saja nanti,” tutur PJ mengutip perbincangan keduanya (PJ) dan (FRG) sambil menunjukan video berdurasi 04.30 detik.

Dalam video berdurasi 04.30 detik itu, terlihat jelas, keduanya (PJ dan FRG) baku tonjok dan terlihat Kabag Prokom jatuh ke lantai. Terlihat pula sejumlah orang sedang memapah sambil melerai perkelahian keduanya.

Kepada Wartawan, PJ menunjukan luka ringan pada bibirnya bekas goresan kuku FRG.

Namun, ketika dikonformasi wartawan, Kabag Prokom, FRG justru membantah kejadian itu.Pasalnya itu tidak benar.

“Kalau tanya saya, saya katakan itu bohong,” ungkap FRG singkat.

Sementara itu, Bupati Mabar, Drs. Agustinus Ch Dula, saat dokomfirmasi wartawan mengaku, dirinya telah mendapatkan laporan atas peristiwa itu.

Dia berjanji akan segera memanggil keduanya untuk mmengklarifkasi dan menyelesaikannya secara internal.

Bupati Dula, mengatakan, pada prinsipnya, selama keduanya melakukan hal positif, seperti postingan baik untuk kemajuan dan membangun Mabar itu sah-sah saja. Termasuk pembuatan grup WhatsApp dan Facebook.