Angka Kasus DBD di Kota Kupang Masih Terkendali

Bagikan Artikel ini

Kupang, NTTOnlinenow.com – Kepala Dinas Kesehatan Kota Kupang, drg Retnowati mengatakan, jumlah kasus DBD di Kota Kupang yang terjadi selama awal tahun 2020 ini sebanyak 281 kasus, dengan empat kematian. Angka kasus DBD ini masih terkendali atau masih dibawah grafis, dan masih terkendali, sehingga untuk dikatakan sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB) belum bisa ditetapkan, karena masih jauh dari grafis.

Retnowati menjelaskan, suatu daerah dapat dikatakan atau ditetapkan sebagai KLB apabila kasus penyakit yang sama, mengalami kenaikan tiga kali lipat dari tahun sebelmnya.

Jika dilihat dari grafis kasus DBD di Kota Kupang, Retnowati menjelaskan, dibanding tahun 2019 lalu, angka kasus DBD pada bulan Januari 80an kasus dan Februari berjumlah 200 kasus, sementara bulan Januari tahun 2020 kasus 80an, dan Februari naik menjadi 118 kasus.

Jadi, kata Retno angka kasus DBD masih terkendali karena tidak ada peningkatan jumlah kasus secara significan.

“Sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan RI, kalau misalkan suatu wabah penyakit dikatakan kejadian luar biasa ada beberapa indikator, yaitu pertumbuhan penyakit seperti apa, misalnya dalam tiga periodik tertentu terjadi kenaikan significan,” katanya.

Sementara indikator lainnya yaitu jika terjadi lonjakan kasus tiga kali lipat dari tahun sebelumnya. Kasus DBD Kota Kupang masih terkendali atau jumlah kasusnya menurun, dengan kata lain dapat dikendalikan.

“Sekarang jumlah kasus per hari 10 kasus turun menjadi 5 sampai empat kasus, bahkan tidak ada kasus sama sekali dalam satu hari, dengan kata lain, Kota Kupang masih dibawa maksimal, dan masih jauh untuk bisa ditetapkan sebagai KLB,” terangnya.

Dia mengaku, empat kasus meninggal karena DBD yang terjadi, memang pasien datang dengan grate tiga dan memang kondisi lingkungan rumahnya penuh dengan semak-semak dan banyak tempat atau wadah perkembangan jentik nyamuk di sekitar rumah.

Retnowati menambahkan, sekalipun ditetapkan menjadi KLB, pemerintah Kota Kupang memiliki dana Kontigensi yang dapat digunakan untuk menangani keadaan darurat, seperti bencana, ada kasus KLB, dan kejadian darurat lainnya.

Anggaran ini, kata Retnowati, ada di Badan Keuangan dan Aset Daerah, setiap tahunnya pemerintah Kota Kupang menganggarkan Rp1-3 Miliar untuk mengantisipasi adanya kejadian luar biasa ataupun bencana. (ntt-ym)